Selasa, 07 Januari 2020

Jokowi: Labuan Bajo Premium, Danau Toba Super

Belum lama, Presiden Jokowi mendatangi Labuan Bajo dan lanjut ke Danau Toba. Tampaknya, Jokowi serius soal pariwisata.

Rabu (11/7) kemarin, Presiden Jokowi bersama jajarannya berkunjung ke Labuan Bajo, NTT. Sekitar 3 hari, Jokowi mendatangi beberapa destinasi di sana seperti Puncak Waringin hingga Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo.

Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu 10 Destinasi Prioritas atau juga disebut 10 Bali Baru. Oleh sebab itu, Jokowi menekankan pembangunan pariwisata di sana dan berkelas premium. Artinya, kualitas turisnya yang ditekankan.

"Segmentasi yang premium, oleh sebab itu penataan kawasan di Labuan Bajo penting sekali," jelas Jokowi.

"Yang ingin kita percepat pertama bandara, terminal akan kita besarkan, runway diperpanjang, maksimal tahun depan rampung semua. Kemudian pengelolaan akan dilelang, terutama kita ingin agar yang mengelola airport ini yang memiliki jaringan pariwisata internasional, sehingga yang datang ke sini turis-turis yang diharapkan meningkatkan devisa," paparnya.

"Kita akan rapikan sebagai pusat craft di Labuan Bajo. Ini total memang penataannya. Kemudian pelabuhan untuk kontainer akan dipindah ke tempat lain, di sini hanya untuk penumpang, pinisi. Yang dipindah kargonya aja," lanjut Jokowi menjelaskan.

Soal pelabuhan di sana, Jokowi ingin mengubahnya menjadi pelabuhan khusus yang melayani kapal penumpang. Bukan lagi kapal barang.

"Pelabuhan untuk kontainer akan dipindah ke tempat lain, di sini hanya untuk penumpang, pinisi. Yang dipindah kargonya aja," kata Jokowi.

Namun, masih ada satu masalah mengganjal di Labuan Bajo. Khususnya soal Pulau Komodo, terkait wacana penutupannya yang masih jadi pro kontra.

Kemudian selanjutnya, Selasa (30/7) kemarin, Presiden Jokowi mendatangi Danau Toba yang juga masuk dalam daftar 10 Bali Baru. Di sini, Jokowi pun menegaskan ingin Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas super.

"Inilah step-step yang terus akan kita kerjakan agar kawasan Danau Toba itu betul-betul jadi sebuah kawasan wisata yang kelasnya super. Meskipun sekarang sudah, ini kalau kita lebih detailkan lagi, saya kira potensi untuk menjadi kawasan wisata yang kelasnya super saya kira sangat besar sekali," terang Jokowi.

Apalagi, kata Jokowi, sejumlah fasilitas pendukung sudah dibangun. Dengan adanya fasilitas tersebut, Jokowi berharap investasi akan masuk ke kawasan Danau Toba.

"Bandaranya siap, infrastruktur sudah dimulai dikerjakan, terus nanti yang tadi di Sibisa tadi juga investasi nanti didorong ke sana," katanya.

Sektor pariwisata memang menjadi andalan untuk pemasukan daerah Kabupaten Samosir. Dia mendapat laporan dari Bupati Samosir Rapidin Simbolon, dalam setahun terakhir pemasukan kas daerah dari sektor pariwisata naik sekitar 81 persen, yakni dari Rp 34 miliar menjadi Rp 54 miliar.

Setelah Labuan Bajo dan Danau Toba, selanjutnya apa?

Bukit Cantik di Purwokerto yang Memesona Saat Malam

Di Purwokerto, ada satu bukit cantik yang memesona saat malam hari. Bukit Agaran namanya, bisa melihat gemerlap lampu kota dari ketinggian.

Apa yang ada di pikiran kita ketika mendengar wisata Purwokerto? Pasti wisata Baturraden yang terkenal akan pemandian air hangatnya. Dan tentunya, Gunung Slamet yang memagari kota ini menjadi magnet bagi keindahan bentang alamnya. Kalau bagi saya, Bukit Agaran adalah tujuan utama yang bisa saya rekomendasikan.

Awalnya, saya tidak memiliki tujuan pasti selain ke Baturraden. Namun, pengemudi ojek wisata yang saya sewa menyarankan saya untuk mendatangi tempat ini di waktu malam. Menurutnya, letaknya tak begitu jauh dari pusat Kota Semu Purwokerto. Tepatnya berada di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas.

Kalau diukur, ya sekitar 15 kilometer dari pusat kota menuju arah utara. Untungnya, saya singgah di daerah Buaran, Purwokerto Utara yang dekat dengan Kecamatan Baturraden. Jadi, perjalanan yang saya tempuh lebih dekat dan tentunya bisa memangkas waktu perjalanan.

Dimas, pengemudi ojek yang mengantarkan saya sudah siap selepas salat Magrib. Dengan baju hangat yang saya kenakan, saya siap untuk berjuang menaklukkan medan sepanjang perjalanan malam itu. Mula-mula, kami melewati persawahan dan pemukiman penduduk di sekitar Purwokerto utara.

Menurut Dimas, jika siang hari, Gunung Slamet akan terlihat indah dengan berpagar bentang alam yang menawan. Walau saya tak bisa menyaksikannya, bagi saya tak masalah. Saya masih tetap semangat untuk terus menuju puncak Bukit Agaran.

Koteka Sebenarnya Terbuat dari Apa Sih?

Menurut peneliti dari Balai Arkeologi Papua, pengguna koteka atau pakaian adat Papua untuk pria mulai berkurang. Kamu tahu nggak koteka terbuat dari apa?

Bagi traveler yang belum tahu, koteka merupakan pakaian tradisional khas Papua yang berfungsi untuk membungkus alat kelamin pria. Bagi Suku Dani, Koteka juga kerap disebut sebagai Holim.

Menurut peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada detikcom, Rabu (31/7/2019), koteka mulai ditinggalkan karena perubahan zaman.

"Sekarang, yang memakai koteka hanyalah generasi-generasi tua dan di wilayah yang jauh dari perkotaan," ujarnya.

Traveler mungkin sudah ada yang pernah melihat koteka seperti apa, baik melihat secara langsung atau lewat internet. Hanya saja, mungkin tak sedikit yang belum tahu perihal asal muasal koteka.

Faktanya, koteka terbuat dar buah labu yang memanjang. Bentuknya memang sedikit berbeda di Papua, apabila dibandingkan dengan buah labu yang identik dengan perayaan Halloween di Amerika Serikat.

Kebetulan, detikcom pun pernah bertandang ke Papua dan melihat langsung pohon labu yang menjadi asal muasal koteka beberapa waktu lalu.

"Namanya pohon koteka atau pohon Bobe. Itu buahnya yang dipakai untuk membuat koteka, seperti labu itu," cerita pemandu rombongan kami yang bernama Herriman Sihotang.

Di Papua, pohon koteka yang menghasilkan labu (Lagenaria siceraria) tersebut memang dipakai oleh masyarakat sekitar untuk dibuat koteka. Secara fisik buah labu tersebut berwarna kehijauan dan tidak berbentuk bundar, melainkan lonjong dan berlekuk.

Cara membuat koteka pun ternyata cukup mudah. Pertama, buah labu dipotong ujungnya sesuia 'ukuran penggunanya kemudian dipanaskan dengan cara ditaruh di atas bara api.

Proses ini penting dilakukan agar lebih mudah mengeluarkan isi buah nantinya. Setelah itu, buah dikeluarkan dan dijemur sampai benar-benar kering selama sehari hingga warnanya berubah cokelat keemasan.

Agar lebih indah, buah labu yang sudah kering itu pun dilukis dengan berbagai motif khas Papua agar tampak lebih indah. Selain dilukis, tak jarang koteka ditempeli dengan bulu burung cendrawasih di ujungnya. Malah tak jarang juga ditempeli dengan ornamen lain, di mana membuat koteka sebagai simbol prestige dan status pemakainya.

Selain menjadi alat penutup kelamin dan simbol kebanggaan, koteka juga menjadi salah satu suvenir yang dapat dibeli jika berkunjung ke Papua. Harganya bervariasi dari ukuran serta ornamen yang menghiasinya.

Jokowi: Labuan Bajo Premium, Danau Toba Super

Belum lama, Presiden Jokowi mendatangi Labuan Bajo dan lanjut ke Danau Toba. Tampaknya, Jokowi serius soal pariwisata.

Rabu (11/7) kemarin, Presiden Jokowi bersama jajarannya berkunjung ke Labuan Bajo, NTT. Sekitar 3 hari, Jokowi mendatangi beberapa destinasi di sana seperti Puncak Waringin hingga Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo.

Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu 10 Destinasi Prioritas atau juga disebut 10 Bali Baru. Oleh sebab itu, Jokowi menekankan pembangunan pariwisata di sana dan berkelas premium. Artinya, kualitas turisnya yang ditekankan.

"Segmentasi yang premium, oleh sebab itu penataan kawasan di Labuan Bajo penting sekali," jelas Jokowi.

"Yang ingin kita percepat pertama bandara, terminal akan kita besarkan, runway diperpanjang, maksimal tahun depan rampung semua. Kemudian pengelolaan akan dilelang, terutama kita ingin agar yang mengelola airport ini yang memiliki jaringan pariwisata internasional, sehingga yang datang ke sini turis-turis yang diharapkan meningkatkan devisa," paparnya.

"Kita akan rapikan sebagai pusat craft di Labuan Bajo. Ini total memang penataannya. Kemudian pelabuhan untuk kontainer akan dipindah ke tempat lain, di sini hanya untuk penumpang, pinisi. Yang dipindah kargonya aja," lanjut Jokowi menjelaskan.

Soal pelabuhan di sana, Jokowi ingin mengubahnya menjadi pelabuhan khusus yang melayani kapal penumpang. Bukan lagi kapal barang.

"Pelabuhan untuk kontainer akan dipindah ke tempat lain, di sini hanya untuk penumpang, pinisi. Yang dipindah kargonya aja," kata Jokowi.

Namun, masih ada satu masalah mengganjal di Labuan Bajo. Khususnya soal Pulau Komodo, terkait wacana penutupannya yang masih jadi pro kontra.