Minggu, 05 Januari 2020

Bangkok dan Ragam Wisatanya

Bangkok, sebuah Kota yang memiliki keanekaragaman wisata. Mulai dari kuil hingga wisata alam, memiliki daya tarik untuk wisatawan mancanegara.
Traveling saat ini sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Bukan hanya untuk pengalaman, tapi menjadi salah satu kebutuhan untuk menghilangkan jenuh dan stress.

Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang apa saja yang bisa kita lakukan atau kemana saja tempat-tempat yang wajib dikunjungi jika kita tidak punya waktu yang banyak di Kota Bangkok.

Pertama, Wat Arun dan Wat Traimit Golden, sebuah kuil yang namanya di ambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Kuil ini adalah salah satu situs paling terkenal di Thailand.

Hari pertama untuk menuju tempat ini, saya dan beberapa kenalan yang lain menyewa bus elf. Maklum, ada beberapa teman yang belum terbiasa naik kendaraan umum.

Siang itu, bus berhenti di sekitaran sebuah candi bernama Wat Pho. Dari sini, saya berjalan kaki sampai memasuki tempat antrean menuju loket dermaga dengan membayar sebesar 4 Baht. Harga untuk menyeberangi Sungai Chaopraya sampai di Wat Arun entrance.

Setelah turun dari Kapal Ferry, saya pun memasuki area khusus kuil dengan harga tiket masuk 50 Baht. Mulailah saya mengitari kuil ini, mencari spot-spot foto untuk koleksi pribadi.

Selain ada objek foto, ada pasar souvenir di samping kuil yang menawarkan harganya murah. Sisa uang beli oleh-oleh bisa beli jajanan untuk mengganjal perut.

Setelah kembali ke dermaga dan menaiki Kapal Fery, saya melanjutkan perjalanan menuju Wat Traimit Golden temple. Tempat ini tidak memiliki banyak aktifitas. Saya masuk dengan melepas alas kaki dan hanya bisa mengambil beberapa foto. Pengunjung dilarang mengambil video di ruang paling atas, yaitu tempat diletakkannya patung Buddha yang asli terbuat dari emas.

Hari semakin sore, saya memilih menghabiskan malam di Asiatique The Riverfront, tempat yang dulu difungsikan sebagai gudang pelabuhan perdagangan. Kini, tempat ini disulap menjadi mall populer dengan pemandangan sungai. Banyak sekali kafe, restoran, toko baju dan souvenir di sini, tetapi saya tidak memilih untuk belanja karena harganya tergolong mahal untuk backpacker seperti saya.

Saat makan malam, saya mendapat tempat dengan harga murah, tepatnya di depan Asiatique. Setelah makan, saya mengeksplore semua area pasar malam sambil berfoto-foto sampai kembali ke hotel.

Keesokan paginya, saya bergegas menuju Chocolate Ville. Tempat ini umumnya buka jam 4 sore sampai malam. Jadi, saya ke sini hanya untuk sekedar berfoto dengan bangunan kafe-kafe yang lucu dan unik. Setelah puas mengelilingi sebagian spot foto, saya bergegas ke pusat perbelanjaan yang ramai.

Saya berkunjung ke Pasar Pratunam, shopping murah yang mudah dijangkau di pusat kota. Di sini, ada dua tempat belanja yang berhadapan, yaitu Platinum Mall dan City complex. Selain itu, ada juga tempat belanja yang bernama Siam Discovery Mall dan MBK Center Mall. Saya menemukan jajanan unik di tempat ini, yaitu Nasi ketan Mangga, rasanya nikmat sekali.

Dari MBK mall menuju Siam Discovery mall, saya melewati jembatan penyeberangan yang keren, traveler bisa beristirahat santai di atas jembatan ini sambil menikmati suasana sekitar antara MBK mall dan Siam Discovery.

Hal yang begitu membuat saya terharu adalah bisa bermain bersama burung-burung dara di tengah-tengah jembatan. Tak semua pejalan kaki yang lewat bisa menikmati waktu bermain bersama burung-burung di sini. Ketika hari menjelang sore, saya bergegas ke Don Mueang Airport untuk kembali ke Jakarta.

Saya bersyukur sudah beberapa kali mengunjungi tempat-tempat ini. Ayo, bagi traveler yang tidak punya cukup waktu, jangan ragu. Siapkan rencanamu untuk menikmati liburan di kota Bangkok dan sekitarnya.

Dubai adalah kota yang selalu masuk dalam list destinasi para traveler, termasuk saya. Selain berada di negara yang jauh dari Indonesia yang mempunyai atmosfer  berbeda, Dubai juga punya banyak hasil karya yang mendunia dalam hal infrastructure dan arsitektur bangunan yang terkenal.

Jika saya berada di Dubai, saya ingin memanjakan mata di atas gedung Burj Khalifa memandang kota Dubai, menikmati Hotel termewah Burj Al Arab, Safari Gurun Pasir dan mengunjungi Love lake Dubai, serta santai cantik di Jumeirah Beach.

Namanya Dinilai Terlalu Vulgar, Pria Ini Tak Bisa Bikin Paspor

Pepatah 'apalah arti sebuah nama?' tampaknya tidak berlaku bagi pria ini. Gara-gara namanya dianggap vulgar, dia tidak bisa membuat paspor.

Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Selasa (6/8/2019) seorang pria ditolak sampai tiga kali saat membuat paspor di Inggris. Sebabnya, namanya dianggap terlalu kasar, ofensif dan vulgar.

Diketahui, nama pria tersebut adalah Kenny Fu-Kennard. Tentu jika dilafalkan dalam bahasa Inggris, pasti kamu sudah paham.

Aslinya, pria 33 tahun itu punya nama Kenny Kennard. Namun beberapa tahun lalu, Kennard mengubah namanya menjadi Fu-Kennard.

Mengapa berganti nama?

"Hidup ini terlalu singkat, jangan sampai membosankan. Saya memilih nama itu karena suka, lucu dan berbeda dari orang lain," jawabnya.

Kennard mengaku, seumur hidup sudah 3 kali dia berganti nama. Dari Kenny Kennard, Coco Kennard dan terakhir namanya yang sekarang. Memakai nama Fu-Kennard, dia tetap bisa membuat surat izin mengemudi.

Tapi sayang, dia ditolak untuk membuat paspor. Home Office, departemen pemerintahan Inggris yang menaungi imigrasi menjelaskan, ada aturan terkait pemberian paspor dan nama seseorang.

"Menurut pedoman resmi Home Office, pemohon paspor tidak boleh memiliki nama yang menyebabkan kemarahan dan pelanggaran. Termasuk, penggunaan kata-kata makian, eksplisit seksualitas, konotasi agama yang tidak pantas, vulgar, menyinggung, memanfaatkan nama orang lain dan nama yang dapat menimbulkan kekhawatiran publik," begitu informasi di situs resmi Home Office.

Apa daya, Kennard hanya bisa pasrah. Kalau memang masih mau mendapatkan paspor, dia harus berjuang dalam persidangan anggota parlemen pemerintah. Tentu, menghabiskan banyak waktu dan birokrasi yang panjang.

"Saya kira nama saya lucu, karena semua teman-teman saya bilang begitu. Saya tidak menyangka nama saya malah dinilai vulgar dan jadi masalah sampai tidak bisa membuat paspor," keluhnya.

Kennard sendiri bekerja di suatu supermarket di Kota Cornwall. Terakhir kali dia keluar negeri pada 3 tahun lalu ke Sri Lanka, sebelum dia ganti nama yang sekarang. Dia pun sebenarnya ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai negara Asia seperti ke Kamboja.

Namun sayang, kini Kennard bagaikan 'tahanan'. Dia tidak bisa traveling keluar negeri dan mendatangi destinasi-destinasi menarik di dunia.

"Yah... saya masih bisa kasih makan rusa dan main di pinggir pantai. Sedih sih tidak bisa terbang keluar negeri, tapi saya tetap pada pendirian untuk tidak mengganti nama. Saya suka nama Fu-Kennard," tutupnya.

Bangkok dan Ragam Wisatanya

Bangkok, sebuah Kota yang memiliki keanekaragaman wisata. Mulai dari kuil hingga wisata alam, memiliki daya tarik untuk wisatawan mancanegara.
Traveling saat ini sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Bukan hanya untuk pengalaman, tapi menjadi salah satu kebutuhan untuk menghilangkan jenuh dan stress.

Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang apa saja yang bisa kita lakukan atau kemana saja tempat-tempat yang wajib dikunjungi jika kita tidak punya waktu yang banyak di Kota Bangkok.

Pertama, Wat Arun dan Wat Traimit Golden, sebuah kuil yang namanya di ambil dari nama Dewa Fajar, Aruna. Kuil ini adalah salah satu situs paling terkenal di Thailand.

Hari pertama untuk menuju tempat ini, saya dan beberapa kenalan yang lain menyewa bus elf. Maklum, ada beberapa teman yang belum terbiasa naik kendaraan umum.

Siang itu, bus berhenti di sekitaran sebuah candi bernama Wat Pho. Dari sini, saya berjalan kaki sampai memasuki tempat antrean menuju loket dermaga dengan membayar sebesar 4 Baht. Harga untuk menyeberangi Sungai Chaopraya sampai di Wat Arun entrance.

Setelah turun dari Kapal Ferry, saya pun memasuki area khusus kuil dengan harga tiket masuk 50 Baht. Mulailah saya mengitari kuil ini, mencari spot-spot foto untuk koleksi pribadi.

Selain ada objek foto, ada pasar souvenir di samping kuil yang menawarkan harganya murah. Sisa uang beli oleh-oleh bisa beli jajanan untuk mengganjal perut.