Sabtu, 28 Desember 2019

Ini Kembaran Disneyland dari Surabaya

Traveler yang mau liburan seperti di negeri dongeng, tak perlu susah payah ke Disneyland. Di Surabaya ada Atlantis Land Ken Park yang mirip.

Silakan berkunjung ke Atlantis Land Ken Park di Surabaya. Objek wisata yang baru-baru ini sedang ngetrend dan memikat hati para pengunjungnya. This is an extraordinary travelling, guys! Wisata edukasi megah dan ramah anak.

Saat di pintu masuk, saya dan anak-anak dibuat takjub dengan bangunan gedung mewah ala kastil di negeri dongeng. Didominasi warna biru dan kuning, dengan sebuah patung Neptunus cukup besar menambah kesan elegan.

Ada juga air mancur yang pesonanya akan terlihat begitu menakjubkan ketika malam hari tiba. Ditambah adanya berbagai atraksi menegangkan yang cukup menarik dan cocok sebagai hiburan. Dijamin, siapapun yang sudah berkunjung ke Atlantis Land ini pasti akan memberikan kesan positif dan tidak kapok untuk berkunjung kembali.

Selain itu, di pintu masuk lainnya saya dan anak-anak bisa menikmati serunya petualangan di Dunia Dino. Beberapa replika Dinosaurus megeluarkan suara dan bisa bergerak dengan bantuan sebuah alat, sehingga kami merasa seperti berada di zaman purba.

Setelah puas bertualang bersama berbagai jenis Dinosaurus, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke museum para ilmuwan dunia. Di sana terpampang jelas patung menyerupai manusia terlihat hidup, padahal mereka hanyalah patung.

Seperti contoh Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Christhoper Colombus, dan lain-lain. Uniknya, selain patung para tokoh dunia tersebut, kami juga bisa menambah wawasan dengan membaca kata bijak para tokoh, benda penemuan, serta riwayat hidup dan sejarah ilmuwan itu sendiri. Tentunya sangat bermanfaat untuk saya dan anak-anak.

Keseruan lain kami rasakan saat memasuki museum patung lilin. Si sulung sangat terlihat sangat antusias saat melihat Superman, sang pahlawan idolanya. Sementara si Adik hanya mengekor di belakang ibunya sambil bertanya terus-menerus.

Menakjubkannya lagi, ketika kami berkunjung ke istana es. Kami bertiga dibuat terpana oleh pemandangan kutub utara yang tampak nyata. Wahana satu ini membuat saya dan anak-anak seolah berada di tengah pegunungan es. Suhu ruangan tersebut mencapai 15 derajat celcius sehingga tubuh rasanya cukup menggigil dan mengeluarkan uap saat berbicara.

Jadi, baik anak-anak maupun dewasa diharuskan memakai baju tebal atau jaket agar tidak kedinginan. Kami pun mulai mengenakan jaket masing-masing penuh semangat. Dan Kemudian melanjutkan perjalanan lagi di beberapa wahana lainnya.

Sepertinya keseruan liburan ini merupakan kenangan manis untuk kedua anak saya. Bukan hanya kenangan manis, tetapi banyak pengetahuan yang kami dapatkan. Lalu, jika ada pertanyaan ke mana liburan tahun depan?

Harapannya, Dreamdestination selanjutnya adalah Dubai dong. Jika Atlantis Land meninggalkan cerita indah, Dubai harus lebih indah dan menakjubkan. Setidaknya itu yang ada dalam pikiran saya, sekaligus sudah lama sekali saya menganggumi pesona Dubai yang tak terbantahkan.

Dubai merupakan wisata impian yang wajib dikunjungi.Saya ingin menikmati keindahan Dubai dari ketinggian 555 meter di Burj Khalifa. Juga kemegahan Umi Emirat Arab di malam hari yang gemerlap indah.

Tak hanya itu, saya juga bermimpi bisa berada di area padang pasir yang luasnya sekitar 6,7 hektare yang istagramable untuk berfoto ria. Apalagi bisa menginjakkan kaki di Desert Safari Dubai sambil menunggangi Unta.

Duh, pastinya akan sangat berkesan, ya. Ah, semoga mimpi ini bukan sekadar wacana, tapi bisa benar-benar menikmati pesona Dubai yang membuat siapapun terpana.

Jumat, 27 Desember 2019

Drama Musikal Rinjani Pukau Anggota UNESCO

 Drama musikal bertajuk Tiga Rahasia Rinjani digelar pada acara The 6th Asia Pacific Geopark Network Symposium, di Lombok. Drama kolosal ini tuai pujian.

Penampilan drama musik kolosal yang melibatkan sekotar 100 seniman itu mendapat standing applause dari peserta Symposium yang memadati ballroom Hotel Lombok Raya, Selasa (3/9/2019).

Perwakilan Asosiation Conservation Hongkong, Cindy menyatakan drama musikal itu menjadi salah satu pertunjukan yang terbaik selama perhelatan Asia Pacific Geopark Network (APGN) yang pernah dihadirinya.

"Ini salah satu pertunjukan terbaik dunia yang pernah saya lihat dalam acara APGN," tuturnya.

Surya Mulawarwan selaku sutradara drama musikal tersebut mengaku tak menyangka akan mendapatkan standing applause dari audiens.

"Mendapatkan standing applause itu diluar ekspektasi saya. Tidak ada kalimat yang melebihi standing applause begitu cara mereka menghargai karya pertunjukan orang lain. Itu diluar expectasi saya, karena pas geladi tidak seperti ini. Saya sampai tidak sadar waktunya lebih, tapi penonton tidak bosan disuguhi berbagai kejutan-kejutan," ungkapnya.

Dijelaskan Surya, drama musikal itu mengisahkan tentang tiga rahasia rinjani dari tiga perspektif. Pertama Gunung Rinjani sebagai suatu energi yang dianggap sakral oleh masyarakat Sasak.

Kedua bagaimana Rinjani dianggap sebagai sejarah peradaban dan vulkanology. Terakhir, bagaimana Rinjani dianggap sebagai suatu mitologi yang mengandung simbol-simbol kehidupan.

Dalam drama musikal itu juga ditampilkan sosok pasukan Balap Awestri dari Bayan. Pasukan perempuan yang sangat disegani oleh kerajaan Karang Asem saat itu. Drama musikal ini juga mencoba mengangkat peradaban masa lampau, masa kini, dan masa depan.

"Karena itu talent yang kita libatkan dari anak-anak TK , kuliah, sampai budayawan dan berlatih selama dua bulan untuk memberikan pertunjukan terbaik," ujar Surya.

The 6th Asia Pacific Geopark Network Symposium dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang ditandai pemukulan alat musik gendang beleq. Rangkaian acara ini juga menghadirkan pameran produk-produk UMKM dan Geopark APGN 2019.

Mau Lihat Lumba-lumba? Pantai Kiluan Tempatnya

Lampung bukan cuma punya Pahawang. Di sana ada Pantai Kiluan yang sering dikunjungi oleh lumba-lumba.

Berani berwisata ekstrim? Ke Kiluan Beach, Tanggamus, Lampung tempatnya. Dimulai dari perjalanan menuju ke sana, kita bakal merasakan adrenalin rush.

Jalan yang berkelok-kelok nan curam, seakan tak kunjung selesai. Namun suguhan hamparan alam nan indah disetiap sisi jalan mengurangi adrenalin rush yang saya rasakan. Butuh 5 jam berkendara jika kita bertolak dari Bandar Lampung.

Kiluan Beach disebut juga Dolphin Bay karena disana bisa kita temui gerombolan Lumba-Lumba liar di laut lepas. Inilah pengalaman ekstrim yang paling ditunggu. Butuh nyali gede untuk bisa sampai ke lokasi Lumba-Lumba itu berada.

Matahari belum menampakan sinarnya ketika saya berangkat meninggalkan teluk. Jika kita melihat peta pulau Sumatera, lokasi Kiluan Beach tepat berada tepat di Teluk Kiluan. Akan tetapi lokasi Lumba-Lumba berada bukanlah di dalam teluk melainkan di luarnya.

Perahu yang mengantar saya disebut perahu jukung. Perahu terbuat dari kayu yang dipahat. PerahuĂ‚  ini hanya muat 3 orang dengan tambahan seorang nelayan lokal yang menemani. Awalnya air laut terliat tenang. Tapi semakin perahu jukung memasuki lautan lepas, ombak kian terasa mengombang ambingkan perahu.

Perahu berjalan dengan menabrak ombak yang meninggi. Bahkan warna air laut dibawah perahu saya tampak biru kehitaman. Tapi keinginan untuk melihat gerombolan lumba-lumba di habitatnya membakar keberanian saya.

Usai diayun ombak selama satu jam, tibalah saya di lokasi Lumba-Lumba berada. Mamalia cantik itu berlompatan diantara ombak, banyak jumlahnya. Lumba-Lumba itu sesukanya berlompatan di sekitar perahu. Sungguh pemandangan yang jarang ditemui.

Saya juga punya angan-angan uji nyali di Dubai. Setahu saya ada 8-10 wisata ektrim di Dubai. Salah satunya skydiving. Pasti butuh nyali gede untuk bisa melihat Palm Jumeirah, Pulau Dheira dan Palm Jebel Ali dari ketinggian 14.000 kaki diatas permukaan laut. Saya juga membayangkan berekstrim ria di Zip Lining yang berlokasi The Dubai Fountain. Mungkin jantung berasa mau copot. Tapi pasti sangat seru. Semoga impian saya bisa terwujud.