Minggu, 22 Desember 2019

6 Destinasi Wisata Kebanggaan Timor Tengah Selatan

Timor Tengah Selatan terkenal memiliki sejumlah wisata alam yang sangat indah. Ini 6 tempat yang harus kamu kunjungi bila liburan ke sana.

Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki banyak sekali objek wisata alam yang layak untuk dieksplor. Mulai dari wisata pantai, perbukitan, pegunungan dan lain-lain.

Untuk itu, jika traveler sedang ingin berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, jangan lupa singgak kekabupaten ini ya. Berikut beberapa tempat yang saya direkomendasikan:

1. Padang Sabana Nu'at

Padang Sabana Nu'at bisa menjadi pilihan yang tepat yang tepat bagi traveler jika ingin menikmati pemandangan hamparan rumput hijau yang tenang dan indah. Disini, kalian juga bisa melihat kuda-kuda milik warga yang berkeliaran bebas.

2. Hutan Pinus Fatumnasi

Pemandangam indah dari tempat ini begitu mempesona. Deretan hutan pinus yang berjejer rapi dengan pantulan cahaya mentari pagi membuat suasana ditempat ini begitu romantis.

3. Pantai Kolbano

Pantai kolbano adalah salah satu pantai terunik dan tercantik. Bagaimana tidak, pantai ini tak memiliki pasir ditepinya, melainkan hamparan batu kerikil berwarna-warni yang begitu indah.

4. Perbukitan Fauulan.

Fatuulan adalah adalah salah satu desa yang memiliki panorama alam yang begitu menajubkan. Hamparan perbukitan hijau dengan kabut-kabut khas desa ini dijamin bisa membuat siapapun yang datang kesini akan terpesona.

5. Sungai Fatuoni.

Sungai Fatuoni ini terletak didesa basmuti, kecamatan kuanfatu. Sungai ini begitu indah lantaran terdapat batu-batu dengan bentuk yang sangat unik ditepinya. Batu-batu cantik dan pepohonan hijau di tempat inilah yang membuat pemandangannya begitu cantik.

6. Fatu Nausus

Jika traveler ingin melihat batu berbentuk mirip piramida maka nausus adalah tempatnya. Fatu nausus adalah sebuah bukit batu yang menjulang tinggi berbentuk seperti piramida. Ditempat ini dulunya adalah tempat bekas tambang marmer yang sudah ditutup sejak belasan tahun lalu.

Itulah beberapa objek wisata yang bisa kalian kunjungi saat berada di kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kabupaten ini juga masih memiliki sejumlah tempat-tempat wisata yang bisa kalian kunjungi seperti: Air terjun Oehala, air terjun Toinoah, air tagepe, Bukit Anifu, Fatukopa, Pantai Boking, Taman Bu'at, Nifubibi, Pantai Oetune dan lain-lain.

Akses ke kabupaten Timor Tengah Selatan ini sangat mudah. Kalau dari kota Kupang, kalian hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat.

Bagaimana, apakah kalian tertarik untuk menikmati pemandangan indah di kabupaten Timor Tengah Selatan?

Mau Weekend Getaway? Lihat Laut Jernih di Kepulauan Seribu Saja

Weekend segera tiba. Mungkin ada di antara traveler yang sedang rindu pantai dan laut? Tidak usah bingung, weekend getaway saja ke Kepulauan Seribu.

Di kalangan traveler nama Kepulauan Seribu, atau juga biasa disebut Pulau Seribu, tentunya sudah bukan destinasi asing. Berlokasi di Utara Jakarta, destinasi wisata di Kepulauan Seribu ini dapat dicapai kurang dari dua jam perjalanan via speedboat dari Muara Angke hingga Marina Ancol.

Selain dekat, traveler juga akan dimanjakan dengan panorama pulau cantik beserta laut biru nan jernih sebagai latar belakangnya. Biayanya juga tak semahal kalau liburan ke Bali atau Timur Indonesia lho, maka wisata backpacker-an di Kepulauan Seribu juga bisa.

Acara travel Pulau Seribu bersama keluarga atau gebetan juga bakal kian nyaman dan asyik karena Kepulauan Seribu punya banyak pulau resort. Apalagi Kepulauan Seribu juga menawarkan tempat wisata ramah anak.

Nah, selain itu buat kamu yang suka wisata sejarah, bisa mampir ke Pulau Cipir, Kelor dan Onrust yang sarat peninggalan sejarah dari zaman Belanda. Biar gak penasaran, ikuti terus ya ulasan detikTravel soal wisata di Kepulauan Seribu weekend ini. Yuk!

Menelusuri Mosaik Sejarah di Keraton Yogyakarta (4)

Ada sebuah episode yang menarik mengenai ketegasan Sultan Hamengku Buwono IX dalam membela Republik Indonesia dan melindungi para pejuang. Dalam Buku Doorstoot Naar Djokja-Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer Karya Julius Pour (Kompas: 2010), setelah Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, pada tanggal 3 Maret, Mayor Jenderal Meijer Komandan Teritorial Jawa Tengah menemui Sultan karena menganggap Sultan melindungi para pengacau keamanan (dari sudut pandang tentara Belanda). Dalam pertemuan tersebut dengan gagah berani dan tegas Sultan memberikan jawaban yang membuat Jenderal Meijer dan rombongan merasa respek terhadap Sultan dan segera meninggalkan Keraton.

Setelah serangan Umum 1 Maret 1949 Sultan tetap memainkan peranan penting misalnya dengan menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Roem-Royen dan perundingan-perundingan diplomasi selanjutnya. Sultan Hamengku Buwono IX juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Beliau wafat pada tahun 1988. Jalan-jalan di Yogyakarta dipenuhi oleh masyarakat selama prosesi  pemakamannya menuju makam Raja-Raja Jawa di Imogiri.

Dari Relief Perjuangan Pangeran Mangkubumi dan Sultan Hamengkubuwono IX, setelah melewati Bangsal Pacikeran kita akan menemui bangunan megah yang wajib dikunjungi, bangunan tersebut disebut Sitihinggil yang memiliki arti tanah yang tinggi, dipergunakan sebagai tempat penobatan para Raja Keraton Yogyakarta sekaligus menjadi tempat diselenggarakannya pisowanan Agung.

Terdapat beberapa bangunan di kompleks Sitihinggil ini diantaranya adalah: bangunan Tarub Agung, yang berupa bangunan empat persegi, dengan empat buah tiang besi yang menyangga atapnya, merupakan tempat bagi para pembesar yang menanti rombongannya untuk bersama-sama masuk Keraton. Terdapat pula Bangsal Agung Sitihinggil di sebelah selatan Tarub Agung, bangsal besar Sitihinggil merupakan tempat singgasana Sri Sultan dan juga tempat penobatan Sultan-Sultan Mataram Yogyakarta dan tempat diadakannya upacara Pisowanan Agung pada hari-hari Garebeg. Lalu terdapat Bangsal Manguntur Tangkil yang berfungsi sebagai tempat prosesi Sultan yang duduk dalam Singgasana dalam upacara-upacara penting Kerajaan.

Dari atas Sitihinggil ini kita dapat mengarahkan pandangan langsung ke alun-alun utara dan dari sana dengan imajinasi, dapat kita teruskan ke utara ke arah Tugu hingga Gunung Merapi, kembali ke Keraton dan terus ke arah Selatan hingga ke Pantai Selatan. Dalam imajinasi kita, kita bisa membayangkan adanya garis imajiner dari Keraton ke arah utara hingga Gunung Merapi, dan ke arah selatan hingga Pantai laut Selatan. Garis imajiner itu berada dalam satu garis lurus yang memiliki makna filosofis tentang keseimbangan dan keharmonisan.

Tentu saja masih banyak hal yang terlewatkan dari tulisan ini namun semoga tradisi dan budaya Yogyakarta dengan Keraton sebagai jantung dan rohnya masih dapat terus lestari sehingga akan makin banyak generasi muda sebagai generasi penerus bangsa ini untuk mempelajari dan meresapi nilai-nilai luhur dari perjalanan panjang sejarahnya. Dari sejarah kita bisa belajar untuk menuju masa depan yang lebih baik lagi dan semoga yang terbaik yang akan dicatat dalam lembaran-lembaran sejarah untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.