Sabtu, 21 Desember 2019

Arab Saudi Mulai Terbuka buat Turis, tapi Tetap Ada Aturannya

Arab Saudi mulai terbuka buat turis dengan dikeluarkannya visa khusus. Tapi tak berarti turis bisa semena-mena di sana. Tetap ada peraturan yang harus ditaati.

Baru-baru ini, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penerbitan visa turis untuk 49 negara. Hal itu guna mendorong sektor pariwisata, serta sebagai bukti untuk melepas ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak.

Dilansir detikcom dari Reuters, Selasa (1/10/2019), seiring terbukanya Arab Saudi untuk turis maka pemerintahnya pun memberlakukan berbagai aturan baru. Bentuknya adalah larangan yang wajib diketahui dan ditaati turis. Disertakan pula denda yang tak murah biayanya.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan aturan dan larangan perihal Kesopanan Publik. Artinya, turis yang datang harus mengikuti tata krama dan etika yang berlaku.

Beberapa larangannya seperti dilarang mengumbar kemesraan di muka umum, mengambil foto orang tanpa seizinnya, meludah sembarangan, membuang sampah sembarangan dan memainkan musik saat waktu salat (adzan) berkumandang.

Denda yang diberikan sebesar 50 sampai 6.000 Riyal. Jika dirupiahkan, setara Rp 189 ribu sampai Rp 22 juta!

"Peraturan itu untuk memastikan bahwa turis di Arab Saudi mengetahui hukum yang berkaitan dengan norma yang berlaku," tulis bagian Center for International Communication Arab Saudi.

Sektor pariwisata di Arab Saudi diharapkan akan tumbuh dari 3% menjadi 10% pada PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2030. Berbagai pembangunan mega proyek resort-resort mewah pun sedang dikerjakan di kawasan Laut Merah.

Momen Hari Kesaktian Pancasila dan Rangkul Keberagaman Saat Liburan

Apa makna Hari Kesaktian Pancasila buat traveler? Salah satunya adalah bahwa liburan merupakan implementasi nyata dari merangkul nilai keberagaman di dalam Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila dirayakan tepat pada hari S elasa (1/10/2019) ini. Momen itu tak lepas dari pengamatan para pemenang Program Rejeki Nama Agus yang sedang berpetualang di Labuan Bajo.

Muhammad Agus Setiawan (23), misalnya. Ia menyatakan bahwa Hari Kesaktian Pancasila merupakan sebuah momentum untuk merefleksikan kembali kekuatan Pancasila itu sendiri.

"Indonesia belum sejalan pendiri negara kita belum terimplementasikan semua silanya. Padahal semua termuat di sana," ucap dia.

"Kita yang suka liburan pasti dapat merangkul apapun bentuk keberagaman, agama, dan suku juga hal lainnya. Itu bentuk implementasinya," kata dia.

Hal senada diucapkan Shanti Agustina (32). Kata dia, meski belum terlalu memahami sila-sila Pancasila, ia tetap memiliki kehendak dan sudah berusaha melaksanakan sila di dalamnya.

"Yang pasti kita harus beradab. Bisa menempatkan orang lain sebagaimana mestinya," ujar Shanti.

"Kita juga harus menjaga lingkungan. Contoh jangan buang sampah sembarangan dan jangan injak karang karena semua ada kode etiknya," imbuh dia.

Para Agus yang beruntung ini berlibur di Labuan Bajo dari tanggal 29 September-2 Oktober 2019. Program Rejeki Nama Agus yang dipersembahkan oleh detikcom dan tiketcom ini telah diselenggarakan sejak Agustus 2019 lalu. Program diakhiri dengan acara 'Agus OTW Labuan Bajo'.

M Bloc Space, Blok M Zaman Now Bernuansa Nostalgia

Jakarta seakan tak pernah kehabisan inovasi untuk menghadirkan ruang publik yang kekinian. Di Blok M misalnya, ada M Bloc Space yang hadir akhir bulan lalu.

Berdiri di atas lahan Peruri seluas 7.000 meter di bilangan Blok M, hadir M Bloc Space yang baru diresmikan pada 26 September 2019 lalu atau Kamis pekan lalu. Ruang kreatif baru tersebut lahir dari rumah dinas Peruri yang sempat terabaikan selama puluhan tahun silam.

Tercipta dari kerjasama antara Perum Peruri (BUMN) dan PT Ruang Milenial, lahan mati tersebut diubah menjadi ruang publik baru yang menampilkan kreasi muda-mudi hingga panggung musik.

Penasaran, detikcom pun berkunjung langsung ke lokasi, Selasa (1/10/2019), untuk melihat ruang publik baru tersebut. Lokasinya persis di sisi kiri jalan sebelum Terminal Blok M.

Dibuat menyatu tanpa sekat dengan jalur pejalan kaki, M Bloc Space menghadirkan nuansa bangunan Blok M tempo dulu. Tampak eksterior bangunan eks rumah dinas Peruri yang direnovasi sedemikian rupa dan diisi oleh sejumlah tenant di bagian luarnya.

Tercatat, sejumlah tenant seperti Suwe Ora Jamu, Tokyo Skipjack, Titik Temu Coffee hingga Kedai Tjikini telah mengisi sejumlah lapak yang ada di sana. Ada yang sudah beroperasi, dan ada juga yang masih merapikan kedainya.

Masuk ke area tengah yang berkonsep outdoor, masih tampak perbaikan di sana-sini. Kabarnya, ruang tengah tersebut akan menjadi titik kumpul muda-mudi. Sejumlah mural pun tampak menghiasi tembok yang ada di sana.

Kemudian ada juga bagian dalam M Bloc Space yang sediakan sebagai panggung musik dengan konsep indoor. Rencananya, M Bloc Space juga akan menjadi wadah bagi para musisi unjuk kebolehan. Nama-nama besar seperti Glenn Fredly, Tompi, Mocca hingga ST Loco diketahui telah tampil di sana saat peresmian M Bloc Space pekan lalu.

Melihat M Bloc Space, mungkin seperti melihat kembali usaha kebangkitan Blok M yang dikenang sebagai kawasan populer muda-mudi di tahun 80-an silam. Hanya saja dengan nafas dan konsep baru yang lebih segar ala zaman now.

Hanya walau telah diresmikan, masih tampak finishing di sana-sini. Mungkin baru sekitar tiga bulan mendatang, M Bloc Space dapat beroperasi secara maksimal.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke M Bloc Space, disarankan untuk datang dengan MRT atau moda transportasi umum. Alasannya, tak tersedia lahan parkir di M Bloc Space. Namun, pihak pengelola tetap menyediakan jasa valet untuk jaga-jaga.

Arab Saudi Mulai Terbuka buat Turis, tapi Tetap Ada Aturannya

Arab Saudi mulai terbuka buat turis dengan dikeluarkannya visa khusus. Tapi tak berarti turis bisa semena-mena di sana. Tetap ada peraturan yang harus ditaati.

Baru-baru ini, Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penerbitan visa turis untuk 49 negara. Hal itu guna mendorong sektor pariwisata, serta sebagai bukti untuk melepas ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak.

Dilansir detikcom dari Reuters, Selasa (1/10/2019), seiring terbukanya Arab Saudi untuk turis maka pemerintahnya pun memberlakukan berbagai aturan baru. Bentuknya adalah larangan yang wajib diketahui dan ditaati turis. Disertakan pula denda yang tak murah biayanya.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan aturan dan larangan perihal Kesopanan Publik. Artinya, turis yang datang harus mengikuti tata krama dan etika yang berlaku.

Beberapa larangannya seperti dilarang mengumbar kemesraan di muka umum, mengambil foto orang tanpa seizinnya, meludah sembarangan, membuang sampah sembarangan dan memainkan musik saat waktu salat (adzan) berkumandang.

Denda yang diberikan sebesar 50 sampai 6.000 Riyal. Jika dirupiahkan, setara Rp 189 ribu sampai Rp 22 juta!

"Peraturan itu untuk memastikan bahwa turis di Arab Saudi mengetahui hukum yang berkaitan dengan norma yang berlaku," tulis bagian Center for International Communication Arab Saudi.

Sektor pariwisata di Arab Saudi diharapkan akan tumbuh dari 3% menjadi 10% pada PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2030. Berbagai pembangunan mega proyek resort-resort mewah pun sedang dikerjakan di kawasan Laut Merah.