Rabu, 18 Desember 2019

Pesona Keindahan Pantai dari Kafe Tanjung Dugong

Kafe Tanjung Dugong memiliki konsep tebing kafe di Kupang dan nuansa ala di Bali. Di sini juga punya spot instagramable.
Berlokasi di Pantai Mali di Kelurahan Kabola Kabupaten Alor, lokasi ini dikenal sebagai tempatnya Ikan Dugong. Sebagai wilayah dengan wisata bahari yang indah tentu saja di dalamnya termasuk kekayaan flora dan fauna lautnya.

Salah satu kekayaan fauna laut yang unik yang dimiliki Kabupaten Alor adalah ikan dugong. Yang membuatnya unik adalah ikan dugong tersebut dapat dikatakan bersahabat dengan masyarakat setempat.

Akhir-akhir ini berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat setempat mulai semakin serius memperkenalkan keberadaan Mawar kepada wisatawan dalam maupun luar negeri. Nah karena terkenal dengan dugongnya, kafe yang baru dibuka pada Bulan Oktober ini bernama Tanjung Dugong.

Tepatnya, Kafe Tanjung Dugong terletak di Desa Pante Deera. Pengunjung dapat menempuh sekitar 5 menit dari Bandar Udara Mali Alor atau 20 menit dari pusat Kota Kalabahi.

Jika ingin berkunjung ke sana sebaiknya menggunakan sepeda motor karena jalan menuju ke desa sedikit mendaki dan sempit. Karena Tanjung Dugong adalah kafe baru, belum ada petunjuk jalan yang menunjukkan lokasi ke sana. Tapi, setelah memasuki Desa Pante Deera kita dapat melihat di sebelah kanan jalan untuk menemukan lokasi kafe.

Kafe ini memiliki konsep menghadap ke pantai dan dikelilingi pepohonan. Sangat menarik, mirip seperti Tebing Bar & Cafe yang berada di Kota Kupang.

Di kafe ini pengunjung dapat berfoto di kolam renang ala-ala sambil menunggu sunset seperti di Bali. Di kafe ini juga menyedikan berbagai spot foto yang instagramable lainnya. Sehingga tidak heran jika banyak anak muda untuk datang berkunjung untuk sekadar berfoto ria.

Untuk masuk ke tempat ini masing-masing pengunjung dipungut biaya sebesar Rp10.000. Setelah puas berfoto, kamu bisa mencicipi makanan lokal seperti ubi goreng dan es kelapa muda di cafe ini.

Kafe ini juga sedang dalam proses pembangunan. Ke depannya, pemilik cafe berharap akan dibangun resort atau penginapan dan juga fasilitas bagi pengunjung agar bisa naik perahu dari pantai di depan kafe ke tempat Mawar si Dugong Alor.

Semakin tidak sabar melihat perkembangan Kafe Tanjung Dugong ini. Yuk semakin mencintai dan menjaga alam indah yang kita punya.

Pesona Negeri Laskar Pelangi yang Tak Pernah Pudar

 Film Laskar Pelangi meamng hebat, tak dari ceritanya saja, namun juga lokasi syutingnya. Yuk main ke sana.

Setelah Lihat Film ""Laskar Pelangi" Jadi Penasaran sama Tempat syutingnya, karena tempat-tempatnya yang keren,

Saya dan teman-teman putuskan untuk mengunjungi tempat ini, karena ongkos dan akomodasi tidak sedikit butuh waktu beberapa bulan untuk terlaksananya dengan nabung dikit-demi sedikit.

Planing ke Belitung ini kami rnerencanakannya 3-4 bulan sebelum terbang kesana diawali membeli tiket Penerbangan promo pada akhir bulan Desember 2016 dan baru bisa berangkat pada Bulan Mei 2017 1 minggu sebelum Puasa.

Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung pandan ditempuh selama kurang lebih 50 menit. Pukul 07.00 pagi saya sudah mendarat di Bandar Udara Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Selepas bandara kami menuju Tanjung Pandan pusat kotanya karena di sana hotel kami menginap, Mobil dan hotel pun sudah disiapkan sebelum kami berangkat sehingga tidak buang-buang waktu untuk mencari lagi.

Oh iya, untuk ke Tanjung Pandan selain sewa mobil ada juga travel dan taksi saya lihat tertera harga ke Tanjung Pandan Rp 40 ribu, hanya sekitar 25 menit perjalanan.

Destinasi kami yang Pertama ke Pantai Burung Mandi. Butuh waktu hampir 2 jam dari Tanjung Pandan ke Pantai Burung Mandi. Dua jam tidak berasa lama di sana karena jalanan yang sepi, aspal halus dan pemandangan yg alami membuat terbuai sehingga perjalanan tidak berasa lama.

Angkringan Yogya Selalu Bikin Rindu (2)

Kata 'warung kucing' diambil dari porsi makannya yang seperti porsi makan kucing. Porsi nasinya kira-kira hanya 1/3 porsi nasi pada umumnya dengan berbagai macam lauk pauk yang terdapat di dalam nasi angkringan tersebut.

Makanan dan minuman yang dijual di angkringan ini kalau dilihat, sebenarnya bukanlah makanan cepat saji. Bukan halnya seperti masakan cepat saji pada umumnya seperti di tempat-tempat makan modern.

Meskipun konsumen dapat langsung mengkonsumsi makanan atau minuman yang tersaji di sana saat angkringan tersebut dibuka. Akan tetapi, ada beberapa makanan dan minuman yang tetap membutuhkan proses yang memakan waktu sebelum dijual.

Berbagai macam makanan yang ada di angkringan antara lain nasi kucing yang berisi sambal teri/oseng tempe, aneka gorengan seperti tempe, tahu, pisang, bakwan, risol, risoles, lumpia, martabak, serta tidak lupa dengan aneka sate-satean seperti usus, telur puyuh, kerang, hati, ampela, jantung, dan kulit serta beberapa baceman seperti tahu, tempe, gembus, dan kepala ayam.

Tergantung selera konsumen aneka gorenngan dan sate-satean tesebut dapat dibakar. Selain makanan yang sudah disebutkan di atas terdapat minuman yang menjadi kekhasan angkringan, yaitu Wedang Jahe.

Tentunya minuman yang lain seperti teh, jeruk, susu jahe, kopi, lemon tea, dan susu. Minuman yang ada di atas dapat disajikan panas maupun dingin tergantung keinginan konsumen.

Harga makanan dan minuman di angkringan relatif murah. Namun, harga setiap angkringan berbeda-beda, untuk gorengan dibandrol dengan harga Rp 500, nasi kucing Rp 2.000, berbagai sate dari Rp 1.500-Rp 2.000, baceman Rp 1.000, kepala ayam Rp 3.500, wedang jahe Rp 2.500, jeruk dan teh Rp2.000,00.

Hal yang harus diingat oleh wisatawan yang ingin mencoba angkringan adalah hidangan yang disajikan tidak sama antara angkringan satu dengan angkringan yang lainnya seperti halnya yang dijelaskan di paragraf sebelumnya.

Kesamaan angkringan satu dengan angkringan lainnya adalah mudah sekali ditemukan karena ciri khasnya, yaitu gerobak kayu yang didorong dengan atap berlapis terpal plastik, makanan dan minuman dengan harga yang relatif murah, dan terdapat bungkusan nasi kucing yang membuat kekhasan bagi pedagang angkringan.

Dalam menunjang kenyamanan konsumen, pedagang angkringan juga menyediakan beberapa fasilitas yang dapat memberikan kesan santai dan nyaman bagi para konsumen seperti tenda, dingklik (kursi panjang tanpa sandaran), tikar bagi pengunjung yang ingin lesehan, dan lampu yang remang-remang.

Kondisi yang seperti inilah yang memberikan kekhasan bahwa angkringan berbeda dengan warung tenda pada umumnya. Kekhasan angkringan yang lainnya adalah pembeli dan pengunjung bebas untuk nongkrong atau duduk-duduk sembari membicarakan hal-hal apa pun.

Di angkringan ini pula sering menjadi tempat berkumpulnya berbagai komunitas mulai dari pelajar, tukang becak, pekerja kantoran, mahasiswa, dan tempat ini biasanya sering menjadi salah satu sumber informasi terbaru bagi para konsumen.

Pelanggan tetap angkringan pada umumnya ialah mahasiswa. Mahasiswa dan angkringan menjadi hal yang sulit untuk dipisahkan. Batas sosial tidak berlaku lagi di tempat ini. Semua kalangan berbaur menjadi satu, saling berinteraksi satu sama lain tanpa memandang kelas sosial para konsumennya.