Selasa, 17 Desember 2019

Hari Pahlawan, Mari Mengenang Kisah Pertempuran Bojong Kokosan

Memperingati Hari Pahlawan, mari sejenak mengenang Pertempuran Bojong Kokosan. Pertempuran antara tentara sekutu melawan Indonesia ini bak David vs Goliath.

Mendengar daerah Bojongkokosan maupun pertempurann Bojongkokosan, tentu kita merasa aneh. Tetapi bila mendengar pertempuran Bandung Lautan Api, tentu kita semua mengetahuinya.

Pertempuran itu merupakan peristiwa besar berupa pertempuran besar yang terjadi di kota Bandung antara tentara Indonesia dibantu rakyat melawan tentara sekutu yang diikuti pembakaran obyek-obyek vital di kota Bandung yang dilakukan oleh tentara Indonesia dan rakyat saat mundur dan harus meninggalkan kota Bandung.

Mematuhi perintah dari pemerintah pusat di Jakarta untuk menghentikan pertemuran dengan pihak sekutu. Pembakaran ini terpaksa dilakukan untuk mencegah jatuh dan dimanfaatkannya obyek-obyek penting tersebut oleh tentara sekutu.

Pada saat itu sebagai akibat dari kalahnya Jerman, Italia dan Jepang dalam Perang Dunia ke II (1939-1945) daerah-daerah yang dikuasai negara-negara tersebut harus dikembalikan kepada negara asal seperti Indonesia yang sebelum Jepang datang dikuasai Belanda.

Maka sesuai perjanjian Postdam di Berlin, Indonesia kembali menjadi wilayah Belanda. Hal inilah yang ditentang rakyat sehingga di Bandung, Surabaya, Ambarawa, Jakarta dan derah lainnya dimana pasukan Sekutu dari Inggris yang dibonceng NICA (pemerintahan Sipil Hindia Belanda walau sering dipersenjatai) menghadapi perlawanan dari tenara dan rakyat Indonesia.

Padahal pertempuran Bandung Lautan Api dimulai dari peristiwa penyergapan konvoi tentara sekutu yang hendak menambah jumlah tentara Sekutu dan amunisi mereka di kota Bandung, sehingga berpotensi semakin menekan tentara Indonesia  dan rakyat di Bandung.

Untuk mencegah hal ini terjadi maka laskar pejuang bersama rakyat menyergap konvoi tentara sekutu yang sedang bergerak menuju ke arah Bandung dari Ibukota Jakarta. Penyergapan terjadi di daerah Parungkuda Sukabumi, tepatnya di belokan jalan raya utama menuju ke kota Bandung di daerah Bojongkokosan. Sehingga oleh warga sekitar dikenal dengan nama pertempuran palagan Bojong Kokosan.

Periode pertama Pertempuran ini berlangsung pada tanggall 9-12 Desember 1945 yang mengakibatkan 50 tentara Sekutu tewas, ratusan lainnya terluka dan 30 orang lainnya hilang. Sedangkan di pihak TNI dan rakyat 28 pejuang gugur.

Namun korban di pihak pejuang Indonesia dan rakyat semakin besar karena pada tanggal 10 Desember RAF (Royal Atr Force) yang merupakan angkatan udara Inggris melakukan pengemboman dari udara terhadap desa-desa yang dianggap menjadi basis pejuang Indonesia sehingga ratusan pejuang dan rakyat gugur dan terluka.

Banyaknya korban di pihak sekutu mengakibatkan perdebatan di dalam parlemen Inggris sendiri yang menentang keterlibatan Inggris dalam konflik yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda.

Untuk mengenang kepahlawanan dan keberanian tentara Indonesia bersama rakyat Sukabumi, maka tanggal pertempuran dijadikan sebagai hari jadi Siliwangi, dan untuk pelajaran kepada generasi penerus didirikanlah monumen dan museum palagan perjuangan Bojong Kokosan di tempat terjadinya pertempuran ini.

Minggu pagi kami berangkat mengunjungi Palagan Bojong Kokosan. saat itu lalu lintas dari Jakarta menuju tempat ini  cukup lancar. Dari Jakarta kami memasuki tol Jakarta-Bogor lalu kami mengarahkan kendaraan ke jalur Bogor-Sukabumi dan melewati daerah Cicurug.

Bintan, Keindahan Indonesia Favorit Orang Singapura (2)

Waktu penantian selama 1 jam ternyata terbayar sangat lunas karena hotel kami punya private beach! Naluri eksplore pun langsung memuncak namun sekali lagi karena ini adalah perjalanan dinas jadi begitu sampai ada meeting persiapan untuk acara besok terlebih dahulu.

Selesai meeting persiapan saya dan rekan kerja saya langsung menyusuri pantai untuk menikmati sunset. Namun karena sehabis hujan, jadi langit pun mendung dan sunset tak terlihat. Semua itu terbayar lunas esok harinya oleh pemandangan pantai yang sangat cantik di pagi hari.

Siang harinya kami dibawa ke salah satu restaurant setempat untuk menyantap seafood. Tidak afdol apabila ke Bintan namun tidak makan seafood. Makanan khas yang terkenal di Bintan adalah Gonggong. Namun, masakan olahan seafood lainnnya juga tidak kalah sedapnya. Bagi anda yang juga pecinta durian, apabila datang ke pulau ini saat musim durian makan anda akan merasakan surga dunia disini.

Hari ketiga diselingi dengan berwisata ke Safari Lagoi and Eco Farm yang masih berada di satu area dengan hotel. Safari Lagoi adalah kebun binatang yang masih dalam tahap pengembangan. Luas areanya direncanakan sekitar 100 Ha. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, satwa yang ada disini cukup banyak dan kebanyakan adalah satwa endemik Indonesia. Ada Buaya, Kura-Kura, Monyet, Burung. Kita juga bisa berfoto dengan beberapa hewan seperti Ular dan juga mencoba pengalaman naik Gajah.

Perjalanan dilanjutkan ke Treasure Bay yaitu kolam air asin yang digadang-gadang sebagai kolam renang terbesar se-Asia Tenggara dengan luas kurang lebih 6,3 hektar. Tak hanya kolam renang, wahana water sport lainnya juga bisa anda coba di sini seperti kayak, paddle boarding, jet sky dan masih banyak lagi. Kita juga bisa mengelilingi area sekitar dengan menyewa Scooter atau Segway. Namun, karena waktunya cukup singkat, jadi saya memilih untuk duduk-duduk saja bersantai di pinggir kolam sambil menyantap cemilan yang bisa dibeli di counter makanan.

Saat di perjalanan dijelaskan oleh tour guide kami bahwa beberapa resort-resort yang dibangun di Bintan ini memiliki akses langsung ke pantai dan dapat langsung dinikmati oleh para tamu-tamu yang menginap di resort.

Pantas saja, lokasi resort ini kebanyakan berada d sisi utara pulau yang jauh dari daerah perkotaan karena memang didesain hanya untuk berlibur dan menghabiskan waktu di resort. Namun, tetap ada juga beberapa pantai yang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan umum dan beberapa tempat wisata lainnya yang tak kalah menarik seperti Patung Seribu Wajah, Gurun Pasir Telaga Biru, ataupun menyeberang ke Pulau Penyengat untuk berwisata sejarah.

Pulau Bintan ini sangat terkenal oleh wisatawan mancanegara terutama Singapura. Mereka banyak menghabiskan akhir pekannya di Bintan sekedar untuk bermain golf, ataupun short getaway dari kesibukan dunia kerja. Sehingga dulu mata uang yang digunakan untuk bertransaksi sehari-hari adalah Dollar Singapura.

Namun, sejak pemerintahan Bapak Presiden SBY, sudah dikeluarkan aturan bahwa untuk bertransaksi harus menggunakan mata uang Rupiah.