Minggu, 15 Desember 2019

Mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Kota Ende di Flores dikenal sebagai tempat lahirnya Pancasila. Berkunjung ke sana, kamu masih bisa melihat rumah pengasingan Bung Karno.
Kota Ende di Nusa Tenggara Timur menyimpan sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Di sinilah Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno diasingkan selama 4 tahun 9 bulan. Selama pengasingan tersebut, Bung Karno merenungkan tentang Pancasila yang kini menjadi dasar negara Indonesia.

Kisah pengasingan Ir. Soekarno dimulai ketika Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Belanda, De Jonge, mengeluarkan surat keputusan pengasingan Ir. Soekarno ke Ende, Nusa Tenggara Timur karena kegiatan politiknya membahayakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Ir. Soekarno dan keluarganya bertolak dari Surabaya ke Flores menggunakan kapal barang KM van Riebeeck. Setelah 8 hari perjalanan, Ir. Soekarno akhirnya menginjakan kaki di tanah Flores pada 14 Januari 1938 dan langsung dibawa ke rumah pengasingannya di Kampung Ambugaga.

Di rumah inilah Bung Karno bersama Inggit Garnasih (istri), Ibu Asmi (mertua), Ratna Djuani dan Kartika (anak angkat) menghabiskan waktu selama pengasingan. Rumah ini adalah pemberian dari bapak Abdullah Ambuwaru. Setelah diangkat menjadi Presiden, Bung Karno meresmikan rumah itu sebagai Museum pada 16 Mei 1954.

Kondisi rumah ini masih terawat dengan baik. Saat memasuki halaman, kamu akan melihat patung Bung Karno yang sedang berdiri. Di dalam rumah terdapat benda-benda peninggalan Bung Karno, seperti lukisan di dinding, akta nikah dengan ibu Inggit, berbagai macam perabotan rumah, serta 2 tongkat yang biasa digunakan oleh Bung Karno. Kamar tidur Bung Karno terdapat di bagian tengah, berhadapan dengan 1 kamar tidur lain yang diisi mertua dan anak angkatnya.

Di bagian belakang rumah terdapat sebuah sumur, kamar mandi dan dapur yang terlihat seperti sedia kala. Selain itu juga disediakan buku sejarah tentang Ende, Ir. Soekarno, dan kemerdekaan Indonesia bagi pengunjung yang ingin membaca di tempat.

Ende memang menyediakan wisata alam yang menakjubkan seperti danau Kelimutu, tapi tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi Situs Rumah Pengasingan Ir. Soekarno ini. Kalau untuk tiketnya, beli di tiket.com saja!

Melihat Sisi Terbaik Hong Kong dari Gondola

Hong Kong jadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan. Salah satu tempat yang harus dikunjungi saat liburan ke Hong Kong adalah Ngong Ping 360.

Untuk menuju ke Ngong Ping 360, kita bisa naik MTR, turun di Tsing Yi dulu, lalu pindah ke jalur Tung Chung Line ke arah Tung Chung. Di Tung Chung MTR Station yang merupakan stasiun terakhir, keluarlah di Exit B. Dari sana jalan lurus +/-5 menit kita akan menemukan Tung Chung Cable Car Terminal. Dari situlah kita naik cable car ke Ngong Ping.

Dengan cable car ini, kita dapat menikmati keindahan Pulau Lantau dan kota Hong Kong dari ketinggian selama kurang lebih 25 menit. Tersedia dua pilihan Cabin di Ngong Ping, Standard cabin dan Crystal cabin.

Yang membedakan keduanya adalah lantainya. Jika Anda berani dan ingin sensasi yang seru pilih lah crystal cabin,karena memiliki lantai dari kaca yang membuat berdebar seakan-akan terbang di atas awan dengan pemandangan lebih menakjubkan.

Beberapa objek yang bisa di lihat di Ngong Ping 360, misalnya Ngong Ping Piazza. Salah satu wilayahnya bernama New Pai Lau yaitu daerah gapura yang dibangun dengan gaya arsitektur Dinasti Qing (1644-1911). Gapura initerdiri dari 3 gerbang dengan aksara China di gerbang tengahnya. Pada bagian atapnya juga terdapat ukiran khas China berwarna abu-abu. Di tempat ini banyak pengunjung yang berfoto-foto, termasuk saya.

Kemudian area Tian Tan Buddha (Big Buddha). Inilah ikonnya Ngong Ping 360, patung Buddha raksasa setinggi 34 m dengan berat 280 ton, dan termasuk dalam 5 patung Buddha terbesar di China. Untuk naik menuju patung itu kita harus melewati 268 anak tangga. Area ini hanya dibuka pukul 10.00-17.45 saja.

Dari atas sini kita bisa melihat keindahan Ngong Ping 360 derajat. Pemandangan yang mengarah ke perbukitan hijau nan indah dan Laut China Selatan menjadi favorit para pengunjung.

Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Ngong Ping 360? Buruan pesen tiketmu ke Hong Kong. Jangan lupa pesannya di tiket.com. Berbagai penawaran menarik ada di sini. Mulai dari tiket pesawat, hotel, kereta, wisata, paket internet, dan lain sebagainya.

Saya sering pesan tiket pesawat di tiket.com. Selain kemudahan akses pembelian tiket pesawat, gak ribet, juga banyak diskon yang bisa saya dapatkan. Tunggu apa lagi, buruan sebelum kehabisan!

Sabtu, 14 Desember 2019

Setoran Pajak 2019 Bakal Tekor, Target 2020 Dinilai Terlalu Ambisius

Berkaca pada penerimaan pajak tahun ini yang diperkirakan tekor besar, target pemerintah tahun depan dinilai terlalu ambisius. Pada APBN 2020 pendapatan negara dipatok Rp 2.233,2 triliun. Dari angka itu ada target penerimaan pajak sebesar Rp 1.642,6 triliun.

Menurut proyeksi Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Fiscal Research target penerimaan itu akan sangat sulit tercapai. Penerimaan pajak di 2020 diperkirakan hanya mencapai rentang Rp 1.431 triliun hingga Rp 1.462 triliun.

"Dengan mempertimbangkan penerimaan pajak 2019 yang memiliki shortfall tinggi, situasi ekonomi, serta strategi pajak yang akan dilakukan ke depan kami prediksi penerimaan pajak 2020 berkisar Rp 1.431-1.462 triliun," kata Partner DDTC Fiscal Research, Bawono Kristiaji di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Jika berkaca pada proyeksi itu, maka penerimaan pajak hanya berkisar antara 87,1% hingga 89%. Jika dihitung juga tekor pajak dari target dengan proyeksi itu bisa mencapai Rp 220 triliun.

"2020 potensi shortfall Rp 220 triliun, ini artinya pemerintah harus capai 22-23% pertumbuhan penerimaan pajak. Ini suatu angka yang sangat ambisius," ujarnya.

DDTC Fiscal Research sendiri mengeluarkan prediksi penerimaan pajak 2019. Ada 3 proyeksi yang kemungkinan bisa terjadi dan ketiganya jauh dari target pemerintah.

"Di bulan terakhir ini kita susah proyeksi kira-kira tahun ini berapa realisasinya. Ada dua angka, dua angka pertama range berkaca pada sistem pajak tahun lalu," kata Denny.

Dua rencana itu berdasarkan proyeksi optimistis dan proyeksi pesimistis. Untuk proyeksi optimistis penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp 1.398 triliun dan pesimistis Rp 1.361 triliun.

Angka ketiga yang dia sebutkan merupakan proyeksi terburuk yang angkanya sekitar Rp 1.318 triliun yang berkaca pada kinerja penerimaan pajak kuartal III-2019. Angka terburuk itu artinya setoran pajak terburuknya bisa tekor Rp 259 triliun atau hanya mencapai 83,5%.

Skenario Terburuk, Setoran Pajak Diprediksi Tekor Rp 259 T

Penerimaan pajak hingga hingga November masih kurang Rp 441 triliun dari target yang ditetapkan pemerintah tahun ini Rp 1.577 triliun. Sementara tahun ini tinggal menyisakan waktu 18 hari lagi. Diramalkan skenario terburuk tekor pajak tahun ini mencapai Rp 259 triliun.

Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Fiscal Research mengeluarkan prediksi penerimaan pajak tahun ini. Ada 3 proyeksi yang kemungkinan bisa terjadi dan ketiganya jauh dari target pemerintah.

"Di bulan terakhir ini kita susah proyeksi kira-kira tahun ini berapa realisasinya. Ada dua angka, dua angka pertama range berkaca pada sistem pajak tahun lalu," kata Ekonom Fiskal DDTC Fiscal Reseach, Denny Vissar di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dua rentang itu berdasarkan proyeksi optimistis dan proyeksi pesimistis. Untuk proyeksi optimistis penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp 1.398 triliun dan pesimistis Rp 1.361 triliun.

"Namun kita juga buat angka ketiga dengan asumsi kinerja pajak hingga kuartal III-2019," ujarnya.

Angka ketiga itu merupakan proyeksi terburuk yang angkanya sekitar Rp 1.318 triliun. Angka terburuk itu artinya setoran pajak terburuknya bisa tekor Rp 259 triliun atau hanya mencapai 83,5%.
Dari sisi kinerja penerimaan pajak juga terbilang buruk.

Tax buoyancy atau elastisitas penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi menurun.

"Kuartal II-2019 tax buoyancy 0,49 dan kuartal III-2019 ternyata mengalami pelemahan lagi tax buoyancy kita hanya 0,03 dibanding (kuartal yang sama di 2018) sebelumnya 1,6," tuturnya.

Tak hanya itu, rasio pajak hingga kuartal III-2019 juga kembali turun di bawah 10% yakni hanya 9,72%. Seharusnya pemerintah bisa mendorong rasio pajak hingga 11-12%.

"Ketika perdagangan dan harga komoditas turun, sayangnya kita tidak antisipasi cepat. Karena kita ada pemilu di awal tahun. Barulah di semester kedua direspon ketika pemerintahan baru terbentuk," tutupnya.