Sabtu, 14 Desember 2019

3 Alasan di Balik Doyannya BUMN Bikin Anak hingga Cicit Usaha

Menteri BUMN Erick Thohir mulai membenahi anak, cucu, hingga cicit usaha. Erick menyetop BUMN beranak pinak lewat kebijakannya yang tertuang dalam Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019.

Inti dari aturan tersebut adalah BUMN harus berhenti membuat anak, cucu, maupun cicit usaha. Keputusan Menteri ini pun sudah mulai berlaku pada tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

Pasca-penerbitan kebijakan tersebut, maka pendirian anak perusahaan maupun perusahaan patungan di lingkungan BUMN bakal dihentikan sementara sampai Menteri BUMN melakukan pencabutan atas kebijakan tersebut.

Lantas, Kenapa BUMN doyan bikin anak usaha? berapa jumlah anak usaha BUMN? Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu membeberkannya di halaman berikut ini.

3 Alasan BUMN Doyan Bikin Anak Usaha

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu menyebut setidaknya ada tiga alasan. Pertama, ada pihak ketiga yang memiliki kekuasaan dan ingin berbisnis dengan BUMN.

"Sehingga dibikin lah anak perusahaan dengan pemilik saham pihak lain dan BUMN," kata Said saat dihubungi detikcom, Jumat (13/12/2019).

Kedua, banyak anak perusahaan dari hasil 'ikut-ikutan' bisnis lain. Hanya dengan melihat untung dan peluang, dibikin lah anak perusahaan tersebut.

"Dia lihat ada bisnis bagus, ada untungnya, maka dia bikin. Contoh membikin semua pabrik pengolahan air mineral, kan banyak sekali tuh," pungkasnya.

Ketiga, banyak anak perusahaan adalah karena BUMN dijadikan tempat untuk transfer pricing atau ongkos transfer. Dibentuknya anak perusahaan dengan alasan ketiga ini biasanya diisi oleh orang-orang yang sudah pensiun.

"(BUMN) sering dijadikan tempat untuk transfer pricing. Biasanya pensiunan untuk mensuplai ke BUMN. Jadi istilahnya kayak hanya koperasi karyawan saja karena itu memang tempat-tempat orang pensiunan," sebutnya.

Ada lebih dari 600 anak usaha BUMN. Klik halaman berikutnya

Ada 600 Lebih Anak Usaha BUMN

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan anak perusahaan BUMN sejak dulu memang sudah banyak. Sehingga ia tidak kaget jika saat ini jumlahnya semakin bertambah. Dalam catatannya ada 600-an anak perusahaan BUMN pada tahun 2005.

"Sebenarnya anak perusahaan BUMN sudah banyak tahun 2005 saja itu sudah sekitar 600an jadi memang dari dulu sudah banyak," kata Said saat dihubungi detikcom, Jumat (13/12/2019).

Said menjelaskan, perusahaan anak BUMN terbagi menjadi luar bisnis inti dan dalam bisnis inti. Menurutnya, keberadaan anak perusahaan BUMN yang di dalam bisnis inti memberikan kontribusi yang baik. Berbeda dengan anak perusahaan yang di luar bisnis inti.

"Sebagian besar anak perusahaan bisnis inti itu untung dan bagus seperti halnya Telkomsel anak perusahaannya Telkom kan, kemudian Pertamina ET anak perusahaannya Pertamina, itu kan bagus. Jadi tidak semua anak perusahaan itu jelek, tapi memang jauh lebih banyak anak perusahaan yang di luar bisnis inti," ujar dia.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan belum menghitung jumlah total anak hingga cucu usaha yang dimiliki perusahaan pelat merah tersebut. Dia bilang untuk 1 BUMN seperti PT Pertamina (Persero) saja bisa memiliki hingga lebih dari 140 anak usaha.

Anak usaha BUMN untuk rangkap jabatan. Klik halaman berikutnya

Penyakit di Anak BUMN: Dipakai Rangkap Jabatan

Beredar kabar bahwa ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) yang tak jelas bergerak di bidang apa. Nama cucu usaha itu ialah PT Garuda Tauberes Indonesia.

Menanggapi itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyebut hal itu tidak hanya terjadi pada Garuda, melainkan juga pada perusahaan BUMN-BUMN lain.

"Dia (BUMN) sering sekali digunakan untuk merangkap jabatan oleh induk perusahaan seperti Garuda, dan itu banyak sebetulnya di BUMN lain," tutur Said saat dihubungi detikcom, Jumat (13/12/2019).

Said menjelaskan, penyakit BUMN sekarang adalah banyaknya anak perusahaan di luar bisnis induk yang tidak memberikan kontribusi apapun.

"Jadi penyakit anak BUMN sekarang itu adalah banyak sekali yang di luar bisnis inti induknya," pungkasnya.

Seperti diketahui bersama, PT Pertamina (Persero) disebut memiliki lebih dari 140 anak usaha. Sampai saat ini belum diketahui apa saja anak usaha tersebut.

Jumat, 13 Desember 2019

Serunya Ajak Anak-anak Trekking ke Gunung Api Purba Nglanggeran (2)

Sebelum trekking, pengunjung harus registrasi dan membayar sejumlah biaya terlebih dahulu. Setelah itu trekking dimulai dari loket registrasi dengan melewati anak tangga yang dikelilingi oleh taman dan bebatuan besar. Menariknya, di beberapa titik terdapat ornamen-ornamen pendukung yang menarik minat anak-anak seperti perapian purba buatan, fosil dinosaurus buatan, telur dinosaurus buatan, dan masih banyak lagi. Selain itu banyak pula gapura dan koridor yang unik dan instgramable, sehingga selama trekking kita bisa mengabadikan indahnya fasilitas penunjang bagi anak-anak di Gunung Api Purba Nglanggeran. Banyaknya papan petunjuk di sini juga memberikan semangat dan motivasi lewat kata-kata yang menarik dan unik.

Gunung Api Purba Nglanggeran terdiri dari lima pos pemberhentian. Setiap pos telah disediakan fasilitas gazebo dan tempat sampah. Selama perjalanan, traveler akan dibuat terkagum-kagum oleh bebatuan besar yang tersaji di sepanjang jalur trekking.

Setelah itu pengunjung harus melewati lorong batu yang sempit untuk sampai ke pos 1. Sesampainya di sini, tidak terlihat raut muka kelelahan ataupun menyerah dari wajah keponakan saya. Mereka malah keasyikan dan tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 2 hingga puncak Gunung Api Purba Nglanggeran.

Dari pos 2 menuju pos 3 hingga menuju puncak, pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda. Tidak seperti ketika trekking dari loket registrasi menuju pos 1, mulai dari pos 2 menuju pos 3 dan seterusnya, pengunjung akan melewati hutan rimbun. Pengunjung diajak masuk ke dalam hutan Gunung Api Purba Nglanggeran yang masih banyak berisikan bebatuan besar tapi tidak lagi mendominasi seperti sebelumnya. Walaupun tidak banyak fasilitas pendukung seperti di bawah, tapi perjalanan dari pos 2 menuju puncak tetap terasa menarik karena trek yang lebih alami dan menantang.

Setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki dua puncak yang letaknya bersebelahan. Puncak di sebelah timur berupa bongkahan bebatuan besar dengan pemandangan panorama Gunung Kidul dan embung Ngelanggeran. Sementara puncak di sisi barat menampilkan panorama kota Yogyakarta. Dari kedua puncak tersebut pengunjung bisa melihat kemegahan puncak Gunung Api Purba Nglanggeran lainnya yang tepat berada di depan mata.

Buat keponakan saya ataupun pendaki pemula pada umumnya, area Gunung Api Purba Nglanggeran terbilang sangat bersahabat. Dengan trek landai yang didominasi bebatuan besar dan pepohonan rimbun, Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi destinasi wisata trekking yang cocok untuk semua rentang usia, termasuk anak-anak, remaja, hingga lansia.

Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki tinggi sekitar 700m  dengan waktu tempuh trekking sekitar 60 hingga 90 menit menuju puncaknya, tergantung ritme trekking pengunjung. Di sekitar destinasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran juga terdapat beberapa destinasi wisata lain seperti embung ngelanggeran yang tidak kalah menarik, lalu ada kedung kayang, dan air terjun talang purba yang membelah persawahan dusun Bendo, Kampung Coklat Ngelanggeran, Jugug Gede, dan masih banyak lainnya.

Senang rasanya bisa mengajak keponakan trekking di Gunung Api Purba Nglanggeran karena selama perjalanan mereka sangat menikmati dan antusias bertanya "apa ini, apa itu?" tentang apa yang mereka temui, seperti ketika melihat bunga warna-warni, melihat serangga hingga kawanan monyet.

Nah, kapan kamu mau ajak keponakan atau buah hati ke Gunung Api Purba Nglanggeran? Yuk, agendakan dari sekarang. Pastinya dibantu dengan tiket.com ya.