Kamis, 12 Desember 2019

Mengintip La Mer, Tempat Berbikini di Dubai

Nama Pantai Jumaerah terkenal karena peraturan bebas berbikini untuk turis di Dubai. Rupanya ada satu pantai lagi nih, namanya La Mer.

Bikini, berjemur dan main air jadi aktivitas favorit saat liburan ke pantai. Tak terkecuali pantai-pantai di timur tengah.

Pantai Jumaerah sendiri sudah terkenal dengan peraturan bebas untuk berbikini bagi turis. Dengan peraturan khusus hanya berbikini di area pantai, nama Jumaerah jadi begitu terkenal dikalangan wisatawan dunia.

Tapi rupanya, Dubai masih punya pantai lain yang juga bebas untuk berbikini, namanya La Mer. La Mer sendiri sebenarnya masih masuk dalam garis pantai Jumaerah.

Saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke pantai ini bersama Dubai Tourism Board. Hal pertama yang terlintas di kepala adalah betapa cantiknya pantai ini.

Pantai La Mer berada di alamat 2 A St, Dubai. Konsep Pantai La Mer terbilang sangat baik dibandingkan pantai yang lain.

Berjalan masuk dari puntu masuknya, La Mer dimulai dengan gerai-gerai restoran yang berjajar apik. Tiap gerai tampil instagrammable dan memiliki konsep indoor-outdoor yang menghadap langsung ke pantai.

Memang, pantai ini memperbolehkan turis untuk menggunakan bikini. Namun hanya di area pantai saja. Sambil mengamat-amati, saya melihat perbedaan kontras dibeberapa area.

Di area jalan dan pertokoan, pengunjung yang datang masih memakai baju lengkap. Tapi begitu sampai di area yang berpasir, pemandangan berubah 180 derajat.

Bikini, thong dan baju renang lainnya beredar bebas di area ini. Turis-turis berambut pirang terlihat mendominasi dengan kegiatan berjemur dan membaca buku.

Meski memasuki musim dingin, namun matahari bersinar cerah di Dubai. Yang membuat berbeda adalah hembusan angin dingin yang menjadikan suasana pantai malah jadi sejuk.

Para wisatawan terlihat mengambil tempat di atas pasir. Mereka menggunakan handuk atau kain sebagai alas untuk berjemur. Tak sedikit yang nampaknya ketiduran dengan cuaca seenak ini.

Pengunjung diperbolehkan untuk piknik di pinggir pantai. Tapi jangan coba untuk buang sampah sembarang ya. Nanti kamu bisa kena sanksi.

Pasirnya yang putih dan halus membuat saya betah untuk menikmati birunya laut. Pelampung dan garis batas renang terlihat seperti menari di tengah pantai.

Kalau kamu lupa bawa baju renang, tak usah khawatir. Karena ada kedai-kedai kecil di pinggir pantai yang menjual baju dan peralatan renang.

Di ujung pantainya, ada juga jasa penyewaan floatis dan watersport lainnya. Wih!

Namanya pantai pasti punya fasilitas ruang ganti dan kamar bilas. Ada ruang bilas gratis dan berbayar. Yang gratis berada di pinggir pantai dan terbuka, sedangkan yang berbayar berupa rumah seperti rumah yang diberi cat warna-warni.

Untuk bisa menikmati pantai ini, pengunjung diminta untuk mematuhi beberapa peraturan. Contohnya dilarang untuk membawa peliharaan, tak boleh bermesaraan dan dilarang mendirikan tenda di area pantai.

Memang, La Mer terbilang cantik dari pantai lainnya. Pantai ini mendapat julukan Dubai's most memorable beach. Digadang-gadang sebagai world class beachfront, La Mer nampak siap bersaing dengan pantai-pantai dunia lainnya.

Rabu, 11 Desember 2019

Luhut Minta Proyek 6 Kilang Pertamina 2 Tahun Harus Selesai

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menginginkan proses pembangunan dan pengembangan kilang dipercepat. Untuk itu dia meminta agar prosesnya dibuat paralel agar menjadi efisien.

Hal tersebut disampaikan Luhut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina dalam rapat koordinasi yang dilakukannya. Luhut ingin proyek-proyek kilang yang menurutnya bermodalkan hingga US$ 60 miliar alias Rp 840 triliun selesai dalam dua tahun dari sekarang.

"Tadi evaluasi semua proyek-proyek (kilang) itu. Di Pertamina itu ada proyek senilai capex-nya (modal) aja US$ 60 miliar dolar, jadi sekarang kita mau bikin paralel. Sehingga kita bisa percepat waktunya, 2 tahunan semua proyek itu harus selesai," ucap Luhut di kantornya, Senin (11/11/2019).

Luhut sendiri tidak menjelaskan proyek-proyek mana yang ia maksud. Termasuk rincian pembiayaan proyek yang disebutkannya hingga Rp 840 triliun.

Yang pasti kini pihaknya dengan Kementerian ESDM dan Pertamina sedang melakukan evaluasi proyek-proyek yang sedang berjalan dan mencari apa yang bisa diefisienkan. Dia menyatakan akan ada rapat lanjutan dengan Pertamina, dia meminta Pertamina membuat time table alias penjadwalan proyek.

"Itu mulai sekarang kita evaluasi satu-satu. Tadi kita identifikasi, minggu depan Pertamina akan lapor sama saya lagi bagaimana time table-nya," ucap Luhut.

Sementara itu Menteri ESDM Arifin Tasrif sendiri mengatakan bahwa pihaknya akan membantu untuk mengatasi semua hambatan dalam pengembangan kilang. Salah satunya adalah dengan memudahkan peraturan perizinan.

"Pak Menko minta untuk bisa mempercepat. Semua hal yang jadi hambatan harus kita atasi. Misalnya, terkait peraturan perizinan dan masalah dalam negeri harus kita selesaikan," ucap Arifin yang juga ditemui di kantor Luhut.

"Pak Menko harap bisa segera mungkin," lanjutnya.

PT Pertamina (Persero) sendiri tengah mengebut pembangunan 6 kilang. Dari 6 kilang, 4 di antaranya merupakan perluasan yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Balongan, Cilacap dan Dumai.

Kemudian, dua sisanya merupakan kilang baru yakni Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan GRR Bontang.

Bahlil Bakal Bereskan Tumpang Tindih Lahan Proyek Lotte Chemical

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pagi ini melakukan rapat membahas soal investasi. Yang dibahas adalah mempercepat investasi Lotte Chemical yang akan membangun pabrik olahan bahan kimia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang ikut dalam rapat mengatakan diskusi dilakukan untuk mengurai permasalahan lahan yang tumpah tindih pada lokasi pembangunan pabrik kimia Lotte. Dia mengatakan soal lahan akan diselesaikan urusannya oleh pihak Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Klarifikasi lahan tumpang tindih, tadi udah di-take care sama Pak Kepala BKPM," ujar Budi Karya usai rapat di kantor Luhut, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Kemenhub sendiri diundang ke dalam rapat karena memiliki beberapa Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Untuk itu dia menyatakan apabila ada pembebasan lahan akan dibebankan atas nama Kemenhub.

"Kita memberikan izin untuk reklamasi, di situ juga (lokasinya), dekat Krakatau Steel, Banten. Kalau dia reklamasi, HPL-nya itu atas nama kita," ujar Budi Karya.

Sebelumnya, Lotte Chemical akan membangun pabrik pengolahan bahan kimia. Pabrik tersebut bernilai Rp 52,5 triliun dan berlokasi di Cilegon, Banten.

Groundbreaking-nya telah dilakukan sejak 7 Desember 2018 lalu yang juga disaksikan Airlangga Hartarto yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Namun, permasalahan lahan sempat mengganjal pembangunan proyek ini.

Sebelumnya diberitakan detikFinance rapat ini akan membahas ekspor nikel, namun ternyata membahas mengenai investasi Lotte Chemical.