Senin, 25 November 2019

Mercedes-Benz Sambut Baik Pajak Berdasarkan Emisi

Pemerintah memiliki skema baru terkait aturan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat. Dalam skema yang tertuang dalam UU Nomor 73 Tahun 2019 sebelumnya ditentukan berdasarkan dimensi, kapasitas mesin, berubah menjadi konsumsi BBM dan tingkat emisi yang dihasilkan.

"Kami menyambut baik keluarnya peraturan pemerintah tersebut karena sejalan dengan semangat tren global untuk low carbon emission bahwa kedepan pajak kendaraan berdasarkan kadar emisi gas buangnya. Jadi semakin rendah emisi gas buang pajaknya semakin rendah," kata Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/10/2019).

Hadirnya aturan ini pun diyakini pria yang disapa Kari ini akan memotivasi industri otomotif untuk memajukan teknologinya. "Ini akan memacu pemain pasar untuk memajukan teknologi mengurangi emisi gas buang," tambahnya.

Aturan ini akan berlaku dua tahun sejak diundangkan. Berarti pada tahun 2021 nanti kebijakan baru akan diterapkan. Kari mengatakan masa transisi itu cukup untuk persiapan.

"Bagi kami memang diperlukan waktu transisi tersebut tidak bisa serta merta dikeluarkan langsung berjalan karena dari sisi kesiapan pasar juga perlu," ungkapnya.

Ia menyimpulkan bahwa keluarnya aturan ini sudah tepat waktu dan arahnya sudah jelas. "Jadi menurut kami UU ini sudah tepat arahnya dan diberikan waktu transisi untuk berlaku nanti baik untuk kesiapan pasar maupun penjual," tandasnya. https://bit.ly/2OFZWF8

Mercedes-Benz Indonesia Luncurkan Sedan A-Class

Pada kuartal ke-4 tahun 2019 ini Mercedes-Benz lini produknya di Indonesia. Kali ini segmen mobil kompak Sedan A-Class membuka keran penjualannya di Indonesia.

New A-Class Sedan hadir untuk pertama kalinya kepada publik Indonesia di Café Mercedes, Jakarta Selatan pada Kamis 24 Oktober 2019. Model terbaru ini dirakit di Aguascalientes, Meksiko, dan Rastatt, Jerman, dan dikembangkan di Sindelfingen, Jerman.

"Mengikuti kesuksesan awal A-Class di tahun lalu, berbagai perkembangan baru terjadi secara berurutan di Mercedes-Benz sehubungan dengan keluarga baru Compact Cars. Menanggapi keinginan banyak pelanggan - termasuk di Indonesia, hari ini untuk pertama kalinya juga kami menawarkan A-Class sebagai sedan", ujar Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk Jun dalam kesempatan itu.

"Siapa pun yang mencari sedan sporty compact dengan bagasi terpisah, sekarang memiliki pilihan baru yang menarik. Ini memungkinkan kami untuk memikat para pelanggan baru Mercedes-Benz," tambahnya.

New A-Class Sedan telah tersedia dan ditawarkan sebagai A 200 Sedan Progressive Line dengan rekomendasi harga Rp 799.000.000 (off-the-road). Calon pelanggan dapat merasakan langsung performa the all-new Sedan ini pada rangkaian acara A-Class Sedan showroom di beberapa dealer Mercedes-Benz terpilih pada tanggal 2 dan 3 November 2019.

Momen peluncuran sedan ini dikatakan Coi cukup tepat. Alasannya saat ini pasar sedan tengah mengalami pertumbuhan pesat.

"Dengan bangga, hari ini kami mempersembahkan the all-new Sedan Mercedes-Benz, di tengah pertumbuhan segmen mobil compact yang sangat pesat. Pada kuartal ketiga 2019, berkat kehadiran all-new A-Class, B-Class, dan CLA, 16% penjualan mobil penumpang Mercedes-Benz di Indonesia datang dari segmen Compact Cars. Ini merupakan peningkatan 27% dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

Coi yakin dengan tambahan pilihan sedan dari Mercedes-Benz di Indonesia ini adalah produk yang tepat. "Dengan kehadiran New A-Class Sedan, kami yakin bahwa kami telah menawarkan produk yang tepat di segmen sedan compact premium," tutup Choi Duk Jun. https://bit.ly/2QUfVSN

Toyota Genjot Mobil Listrik di RI Tahun Depan

 Tahun 2020 merupakan batu loncatan penting industri mobil listrik di Indonesia sebab di tahun 2021 skema PPnBM mengalami penyesuaian. Seperti telah disampaikan sebelumnya, pajak kendaraan di tahun 2021 akan disesuaikan berdasarkan gas buangnya sehingga mobil listrik akan menjadi pilihan lebih menarik.

"Tahun depan mulai mobil-mobil yang elektrifikasi akan mulai masuk karena 2021 regulasi akan mulai berubah. Jadi tahun depan 2020 setahun sebelumnya semua brand termasuk Toyota kita ingin juga mengedukasi karena porsi masih kecil. Mengedukasi pasar supaya makin tambah populer," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat dijumpai di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

"Kita harus terus menerus memberikan edukasi salah satunya produk baru. Jadi 2020 akan terus kita jalankan dan lebih baik lagi," tambahnya.

Toyota sendiri mengakui bahwa proporsi penjualan mobil listrik hingga tahun 2019 baru mencapai 0,2 persen dari total. Namun di tahun 2020 diprediksi akan tumbuh menjadi 0,5 persen dan berlanjut seterusnya.

"Terus terang belum begitu banyak ya di Toyota sendiri baru 0,1 sampai 0,2 persen kita masih mengarah harapannya 0,5 persen. Pelan-pelan lah naiknya," harap Anton.

Tidak hanya mempersiapkan mobil baru, Toyota juga memulai memberikan dukungan kesiapan baterai mobil listrik di Indonesia. Harapannya adalah menggandeng perusahaan baterai listrik untuk berinvestasi produksi baterai listrik di Indonesia.

"Siapapun yang mau investasi kita ajak diskusi baik dari negara manapun perusahaan manapun kita open sekali. Di luar negeri pun di China Toyota dan BYD bekerja sama karena fokus kita sekarang adalah melokalisasi baterai, karena Toyota bukan pabrik baterai jadi harus kerjasama dengan pihak lain," tutup Anton. https://bit.ly/2OGZarj

Aturan Pajak Baru Bisa Bikin Harga Mobil Listrik Turun

Harmonisasi pajak kendaraan sudah diterbitkan pemerintah. Pajak mobil elektrifikasi pun dipastikan bisa lebih enteng.

"Bisa naik turun 5-20 persen tergantung jenis kendaraannya. Cuma finalnya belum keluar PP-nya masih kita hitung," ujar Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat bincang-bincang santai dengan wartawan dari Indonesia di Sapporo, Hokkaido, Jepang seperti dilaporkan wartawan detikcom Dadan Kuswaraharja, Sabtu (27/10/2019).

Dia menambahkan mobil seperti Camry hybrid diprediksi akan turun cukup banyak harganya namun untuk C-HR penyesuaiannya sepertinya tidak akan banyak. Toyota ternyata 'mensubsidi' harga C-HR agar lebih terjangkau untuk masyarakat.

"C-HR kan itu kami menyebutnya memberi inisiatif supaya harga lebih menarik terutama untuk calon konsumen muda," ujarnya.

Berkat insentif itu terlihat dari hasil penjualan C-HR hybrid yang lebih signifikan dibanding model lainnya. "70 persen C-HR yang terjual adalah model hybrid," ujarnya.

Hal ini sekaligus menepis anggapan kalau mobil C-HR hybrid tergolong mahal untuk segmennya, karena orang sering membandingkan mobil ini dengan Honda HR-V yang jauh lebih murah. "Padahal C-HR ini membuka segmen baru yang lebih niche," ujar pria penyuka ramen ini.

Dalam aturan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang baru diteken mobil hybrid di bawah 3.000 cc memiliki pajak antara 2-8 persen tergantung konsumsi BBM dan emisi bahan bakarnya.

Untuk mobil hybrid dengan konsumsi BBM melebihi 23 km per liter mendapatkan pajak 2 persen, antara 18,5 sampai 23 km per liter pajaknya 5 persen dan untuk mobil dengan konsumsi BBM 15,5 sampai 18,4 km per liter pajaknya 8 persen. https://bit.ly/33i0eHe