Minggu, 24 November 2019

Sebelum Bunuh Diri, Sulli Ingin Ubah Pandangan Mengenai Wanita Tanpa Bra


Sosok Sulli yang diumumkan meninggal diduga karena bunuh diri masih jadi topik hangat. Sejumlah kontroversi yang melibatkannya pun kembali diperbincangkan. Namun artis Korea yang dulu tergabung dalam girlband f(x) ini tak hanya jadi perhatian seputar skandalnya. Wanita yang berpulang di usia 25 tahun itu dikenang sebagai feminis yang sering menyuarakan hak-hak wanita, termasuk dengan tidak mengenakan bra.

Sebelum kepergiannya, Sulli menjadi perwakilan wanita yang ingin bebas mengekspresikan diri. Pemain 'To The Beautiful You' tersebut memang kerap melakukan berbagai hal yang dianggap kontroversial meski akhirnya kerap mendapat hujatan. Salah satunya adalah dengan tidak mengenakan bra di berbagai kesempatan. Sulli sendiri tahu bahwa dirinya banyak dikritik karena tampil tanpa pakaian dalam namun ia memiliki alasannya sendiri.

Dalam acara 'Night of Hate Comments' di stasiun televisi JTBC, Sulli pernah membaca sejumlah kritik yang ditujukan padanya sambil berusaha tersenyum dan memberikan pembelaan. https://bit.ly/35wnX8l

"Aku pikir itu mengenai kebebasan individu. Bra tidak baik untuk kesehatan. Bra punya kawat. Itu tidak baik untuk organ-organ pencernaan dan aku punya masalah dengan pencernaanku. Karena lebih nyaman tidak pakai (bra), aku tidak memakainya. Aku pikir itu bebas dan cantik," ungkap Sulli.

Sulli menambahkan jika ia melihat pakaian dalam wanita itu sebagai aksesori. "Bra cocok dengan beberapa busana dan jika ada jenis busana yang tidak cocok dengan sepasang bra maka aku tidak menggunakannya," tuturnya yang ketika itu mengaku sedang tidak mengenakan bra.

Awalnya Sulli mengaku ragu untuk menampilkan diri tanpa bra, terutama di media sosial. Tapi kemudian pelantun lagu 'Goblin' tersebut berpikir bahwa hal ini bukanlah masalah besar. Wanita cantik itu pun berniat ingin mengubah pandangan orang mengenai wanita tak pakai bra.

"Ketika aku pertama kali mengunggah foto tanpa bra, ada banyak orang yang membicarakannya. Aku bisa saja takut dan bersembunyi tapi alasan aku tidak begitu karena aku ingin mengubah pandangan orang mengenai hal tersebut. Sebagian dariku juga ingin mengatakan 'Ini bukan masalah besar'. Aku dengar belakangan ada lebih banyak orang yang pergi ke luar tanpa bra," kata Sulli.

Mendapat banyak kecaman karena tak pakai bra, Sulli pun pernah mencoba untuk melaporkan mereka ke polisi dan melakukan proses hukum. Namun ia berubah pikiran ketika mengetahui bahwa pelakunya adalah mahasiswa yang kuliah di universitas terkenal dan seumuran dengannya.

"Jika aku tidak lunak hati kepada mahasiswa yang kuliah di universitas bagus, mereka akan menjadi seorang mantan narapidana. Mereka akan punya masalah ketika mencari pekerjaan nantinya. Aku menerima surat panjang dari orang yang berkomentar tidak pantas. Mereka mengatakan minta maaf dan tidak tahu jika masalahnya akan jadi besar. Mereka bilang mereka melampiaskan stresnya padaku," kata Sulli.

Selain berani mengekspresikan diri dan menjadi diri sendiri, Sulli juga dikenang para penggemarnya sebagai seorang feminis. Sebelumnya ia pernah menyuarakan dukungan terhadap legalisasi aborsi yang tidak umum di kalangan idol. Sulli pun dianggap menginspirasi karena mendukung para wanita untuk merasa nyaman dengan tubuh mereka sendiri. https://bit.ly/2pKMaIK

Psikolog Ungkap Bahayanya Artis Baca Komentar Jahat di Medsos Seperti Sulli

Sulli dilaporkan meninggal karena bunuh diri. Banyak orang menduga jika ia menjadi korban dari berbagai tekanan sosial, termasuk komentar-komentar jahat di media sosial. Kondisi psikologi orang yang sering menerima 'hate comment' pun menjadi perhatian. Psikolog mengungkap bahanyanya membaca komentar jahat netizen bagi para selebriti.

Profesor psikologi Kwon Young Chan memberi opininya mengenai Sulli yang pernah jadi bintang dalam acara 'The Night of Hate Comments'. Dalam program televisi itu, Sulli dan presenter lain kerap mendiskusikan komentar-komentar jahat yang ditujukan untuk selebriti. Acara itu sebenarnya bermaksud membantu para tamu acara menjadi lebih kuat secara psikolog dalam menangani omongan netizen. Tapi hal ini bisa jadi membahayakan Sulli dan artis lain yang punya kepribadian tertentu.

"Tujuan dan intensi acara ini bagus tapi bukan untuk kepribadian dan kecenderungan yang seperti Sulli tampilkan. Dia berkali-kali mengaku pada acara televisi bahwa dia adalah tipe orang yang stres dengan tekanan dari orang lain," ungkap Kwon kepada EDaily.

Menurut profesor Kwon, Sulli bisa jadi merasa kesulitan menghadapi komentar jahat bahkan ketika ia sudah lama menjadi selebriti. Ini tentu juga bisa terjadi pada selebriti lain. "Sulli kemungkinan bisa mengatasi komentar jahat karena dia punya banyak pengalaman sebagai selebriti, tapi aku selalu berpikir itu bisa tetap bahaya karena komentar jahat bisa membuat marah dan menghabiskan emosi," ujarnya. https://bit.ly/2DdRK9A

Pria tersebut pun menganalisa bahwa hal ini bisa diperparah karena Sulli masuk ke dunia hiburan sejak kecil. Menurut Profesor Kwon, hal tersebut membuatnya tidak sempat menyembuhkan pikiran dan jiwanya. Dengan kata lain, Sulli tidak ada waktu untuk menjaga dirinya dari dalam.

"Sekali kamu mengorbankan banyak hal sebagai anak kecil dan ketika kamu ada di level tertentu, kamu mulai ingin melakukan apa yang kamu inginkan. Memungkinkan bahwa opini-opini dan perkataan-perkataan yang Sulli ungkap di media sosial dan siaran adalah apa yang sebenarnya ia inginkan dan ingin lakukan," ungkap Kwon.

Kwon Young Chanmemangmendasarkanopininya berdasarkan pengalamannya sendiri. Sebelumnya ia pernah jadi komedian selama 29 tahunyangditinggalkanKwon untuk mengejar gelar doktor di bidang psikologi. Ia menjadi psikolog pertama yang fokus pada psikologi selebriti dan memang berniat untuk membantu masalah-masalah kejiwaan mereka.

Sebelum Bunuh Diri, Sulli Ingin Ubah Pandangan Mengenai Wanita Tanpa Bra

Sosok Sulli yang diumumkan meninggal diduga karena bunuh diri masih jadi topik hangat. Sejumlah kontroversi yang melibatkannya pun kembali diperbincangkan. Namun artis Korea yang dulu tergabung dalam girlband f(x) ini tak hanya jadi perhatian seputar skandalnya. Wanita yang berpulang di usia 25 tahun itu dikenang sebagai feminis yang sering menyuarakan hak-hak wanita, termasuk dengan tidak mengenakan bra.

Sebelum kepergiannya, Sulli menjadi perwakilan wanita yang ingin bebas mengekspresikan diri. Pemain 'To The Beautiful You' tersebut memang kerap melakukan berbagai hal yang dianggap kontroversial meski akhirnya kerap mendapat hujatan. Salah satunya adalah dengan tidak mengenakan bra di berbagai kesempatan. Sulli sendiri tahu bahwa dirinya banyak dikritik karena tampil tanpa pakaian dalam namun ia memiliki alasannya sendiri.

Dalam acara 'Night of Hate Comments' di stasiun televisi JTBC, Sulli pernah membaca sejumlah kritik yang ditujukan padanya sambil berusaha tersenyum dan memberikan pembelaan. https://bit.ly/2XIRZD8