Minggu, 24 November 2019

Ini Alasan Binomo Ilegal dan Diblokir Pemerintah

Situs penyedia jasa investasi Binomo telah dblokir oleh pemerintah. Binomo dinilai belum memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tjahya Widayanti menyatakan bahwa Binomo melanggar Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997. Tjahya menegaskan meskipun Binomo mengklaim menjadi anggota kategori 'A' di salah satu institusi keuangan internasional, Binomo tetap dinilai ilegal.

"Meskipun Binomo mengaku menjadi anggota Komisi Finansial Internasional Kategori "A", namun dalam melakukan kegiatannya tidak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka dari Bappebti sebagaimana diatur melalui Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997," ungkap Tjahya lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (24/11/2019).

Tjahya juga membenarkan bahwa Bappebti telah melakukan pemblokiran pada dua website Binomo, binomo.com dan binomo.net. Pemblokiran tersebut bahkan telah dilakukan sejak 8 Oktober 2019.

"Bappebti telah melakukan pemblokiran situs web Binomo dengan domain binomo.com dan binomo.net melalui Surat Dinas ke Kominfo No. 392/BAPPEBTI.2/10/2019 tanggal 8 Oktober 2019," ungkap Tjahya.

Dia mengatakan bahwa Binomo diblokir agar menghindari kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh program investasi yang dilakukan.

"Binomo diblokir untuk menghindari kerugian masyarakat yang diakibatkan oleh pelanggaran di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi," kata Tjahya.

Dapat US$ 1.000 Sehari Tanpa Keluar Rumah, Emang Bisa?

Aplikasi penyedia jasa investasi trading, Binomo viral di sosial media. Video iklan Binomo di YouTube banyak diperbincangkan masyarakat.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku sukses dan kaya raya karena berinvestasi di Binomo. Dalam video, pria yang memperkenalkan diri bernama Budi Setiawan itu mengajak penonton untuk ikut investasi lewat Binomo. https://bit.ly/35oTRU6

"Jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan Anda adalah salah satu dari mereka," ucap Budi dalam video," ucap Budi Setiawan dalam video tersebut.

Lantas, apakah bisa investasi menghasilkan keuntungan US$ 1.000 per hari tanpa keluar rumah?

Perencana keuangan Andi Nugroho menyatakan bahwa bisa saja US$ 1.000 dikantongi dalam sehari tanpa keluar rumah. Dalam investasi yang berhubungan dengan trading saham seperti Binomo misalnya, kunci untuk bisa mendapatkan untung banyak cuma satu, yaitu modal yang besar.

Menurut Andi, dalam pasar saham keuntungan dilihat dari presentasi margin untung yang diambil. Jumlah laba yang dikantongi pun akan semakin besar bila modalnya juga besar. Sebaliknya, bila semakin kecil modalnya meski presentase margin keuntungannya sama namun jelas jumlahnya lebih sedikit.

"Bisa aja, sebenarnya sih US$ 1.000 per hari kan laba ya. Nah kalau trading derivatif ini mungkin aja dia mainnya modal besar, belum tentu bohong juga kan (iklan Binomo) karena dia belum bilang modalnya berapa, kalau besar ya bisa aja," ucap Andi saat dihubungi detikcom, Minggu (24/11/2019).

Andi mencontohkan, misalnya margin keuntungan yang disetujui 3% apabila modal awalnya Rp 1 miliar hasil yang dikantongi dengan modal cuma Rp 1 juta berbeda.

"Trading Rp 1 miliar sama Rp 1 juta beda keuntungannya. Misal margin cuma 3%, keuntungannya sama aja, cuman ya angkanya lebih gede karena modalnya besar," ucap Andi.

Andi pun mengatakan bisnis di pasar saham tak perlu keluar rumah, semua bisa dipantau langsung dari gadget. Maka dari itu bisa saja cuma memantau saja dari rumah uang masuk dalam kantong.

"Karena pasar saham kan juga memang cepat uang keluar masuknya, nggak perlu keluar rumah semua di gadget udah kayak tambang emas aja," tambahnya. https://bit.ly/35vFM7r

Ahok Jadi Komut Pertamina, Iwan Fals Komentari Gaji Rp 3 M

 Iwan Fals, musisi legendaris yang terkenal dengan lagu-lagu berisi kritik terhadap pemerintah ikut mengomentari soal penempatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Pria yang akrab disapa Bang Iwan tersebut menyinggung gaji Ahok sebagai Komut yang mencapai Rp 3,2 miliar per bulan melalui akun Twitternya @iwanfals. Menurutnya, dengan gaji tersebut maka Ahok harus punya gebrakan untuk menjayakan Pertamina.

"Kalau benar sebulan gaji Ahok kira-kira Rp 3 miliar ya harus hebatlah Pertamina," tulis Iwan dalam cuitannya di Twitter, Sabtu (23/11/2019).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah menyatakan bahwa Ahok akan menjadi Komut Pertamina. Ahok akan menggantikan Tanri Abeng.

"Pak Basuki (Ahok) akan jadi Komisaris Utama di Pertamina," ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Mengutip laporan keuangan Pertamina tahun buku 2018, kompensasi yang diberikan kepada jajaran direksi dan komisaris sebesar US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar (kurs Rp 14.000) per tahunnya.

Susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan. https://bit.ly/33dEGf1

Kenapa Ahok Jadi Komisaris Pertamina, Bukan Direksi?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut). Usulan ini disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lantas, kenapa Ahok tak diusulkan masuk ke jajaran direksi?

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, Erick mengusulkan Ahok menjadi Komut karena Ahok punya pengalaman yang baik dalam bidang pengawasan.

"Karena Pak Ahok, beliau punya kemampuan pengawasan yang sangat baik. Makanya, diharapkan nanti Pak Ahok bisa melakukan pengawasan kepada teman-teman direksi untuk bisa mempercepat kinerja Pertamina," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Arya mengatakan, pemilihan Ahok sebagai anggota dewan komisaris sejalan dengan rencana Kementerian BUMN untuk memperkuat pengawasan.

"Pak Erick Thohir memang kencang untuk urusan komisaris di depan untuk menangani atau memperkuat komisaris. Nanti komisaris perannya sangat besar, Pak Ahok akan jadi ketua kelas Komisaris Pertamina," jelasnya.

Tambahnya, Ahok nantinya bertugas mengawasi kinerja Pertamina serta dalam hal efisiensi.

"Pengawasan, distribusi, efisiensi dan kilang juga penting, ada harapan kita bikin kilang Indonesia," jelasnya. https://bit.ly/2QK0Brx