Minggu, 24 November 2019

Golkar ke Fadli Zon: Jangan Underestimate Ahok!

 Partai Golkar menyayangkan sikap Fadli Zon yang meragukan kemampuan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dalam menjalankan tugas sebagai Komisaris Utama Pertamina. Golkar meminta Waketum Gerindra itu tak meremehkan orang lain.

"Pak Fadli Zon ini selalu meremehkan orang lain ya. Jangan underestimate dengan orang, termasuk kepada Pak Ahok," kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (24/11/2019). https://bit.ly/35tvdBS

Ace meminta Fadli untuk memberikan kesempatan kepada Ahok. Dia meyakini Ahok merupakan orang yang tepat untuk mengemban tugas tersebut. Apalagi, background pendidikan dan pengalaman kerja Ahok selama ini menunjukkan eks Gubernur DKI Jakarta itu orang yang kompeten.

"Pak Ahok ini pernah menunjukkan kinerjanya dengan baik pada saat memimpin DKI Jakarta. Setidaknya itu dirasakan hampir sebagian besar rakyat Jakarta. Bahwa dia pernah terlibat masalah hukum, ya benar. Tapi kan sudah ditembusnya dengan menjalani hukuman. Lagipula kasus yang dialaminya tidak ada kaitan dengan korupsi," katanya.

"Setidaknya Pak Ahok lebih berpengalaman memimpin daerah dan itu bisa diterapkan dlm pengelolaan perusahaan perminyakan nasional yang membutuhkan pengelolaan manajemen yang baik dan transparan. Setidaknya Pak Ahok ini pernah mengenyam pendidikan sarjananya di bidang geologi di Universitas Trisakti. Jadi sedikit banyak tahu tentang dunia perminyakan," sambung Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu pun meminta Fadli untuk tak asal mengkritik. Apalagi, sekarang Partai Gerindra telah menjadi bagian dari pemerintah.

"Cobalah sedikit proporsional Pak Fadli Zon. Pak Fadli kan sekarang sudah menjadi bagian dari pendukung pemerintah dimana Pak Prabowo sekarang sudah jadi Menterinya Pak Jokowi. Lihat dulu kerjanya baru mengkritik," ujarnya.

Sebelumnya, Fadli Zon merasa heran dengan terpilihnya eks Gubernur Jakarta itu menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Fadli mempertanyakan kemampuan Ahok.

"Biar masyarakat yang menilai. Kalau saya menilai kayak nggak ada orang lain aja gitu, kenapa, apa sih hebatnya? Menurut saya sih biasa-biasa saja. Tapi kan itu menimbulkan tokoh-tokoh atau orang-orang dan masyarakat yang selama ini kontra terhadap Ahok menjadi tidak suka," kata Fadli Zon di Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Fadli Zon menilai terpilihnya Ahok menjadi Komut Pertamina merupakan refleksi kedekatan Presiden Jokowi dengan Ahok. Fadli menilai Jokowi dan Ahok adalah teman sejati.

"Ya menurut saya pasti menimbulkan kegaduhan dong. Kan harusnya mencari orang profesional, emangnya dia ahli minyak? Dia kan bukan ahli minyak. Hebatnya apa dia di Pertamina," tutur Fadli soal pria sarjana Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti itu. https://bit.ly/35vBCwl

Detik-detik Wisatawan di Pagaralam Diserang Harimau Saat Berlibur

Seorang wisatawan yang tengah liburan di kawasan wisata Tugu Rimau, Pagaralam, Sumatera Selatan diserang harimau. Akibatnya satu wisatawan bernama Irfan luka terkena cakaran.

Serangan harimau itu sebelumnya beredar di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (15/11) sore pada pukul 17.30 WIB. Saat itu, harimau tersebut terlihat berada di dekat kebun teh Gunung Dempo dan mendekati warga.

"Kemarin ada seekor harimau ketemu dengan masyarakat di pondok sekitar pukul 17.30 WIB. Namanya Sulaiman, ketemu tidak jauh dari lokasi kejadian," kata Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Genman Hasibuan ketika dikonfirmasi, Sabtu (16/11/2019).

Melihat ada seekor harimau, Sulaiman pun pergi. Sementara wisatawan asal Sekayu, Irfan (20), Asri (24) Kadafi (19), Jerry (19), Pijai (22) dan Yebi (18) pergi salat isya dan kembali ke tenda.

"Setelah makan Irfan dan kawan-kawan ini kemudian kembali ke tenda istirahat. Besoknya pukul 9.30 WIB terjadi konflik satwa harimau dengan manusia dalam dua tenda yang terdiri dari 6 orang," kata Genman.

Lokasi serangan, berada di kawasan kebun teh Gunung Dempo atau di koordinat S 04.024680 E 103.154163 1833 Mdpl. Dari catatan sementara hanya ada satu orang yang terluka, yakni Irfan.

"Total ada 6 orang dalam dua tenda. Itu yang terkena hanya 1 orang, dia terkena cakaran harimau," katanya.

Atas kejadian itu, BKSDA kini telah turun ke lokasi untuk meninjau lokasi dan juga melihat kondisi korban. Termasuk sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat yang berinteraksi dengan kawasan hutan lindung untuk mencegah terjadi konflik.

Tidak hanya itu saja, beberapa kamera trap juga dipasang di jalur-jalur jelajah harimau. Dengan begitu, BKSDA dapat memastikan jenis hingga usia harimau tersebut. https://bit.ly/2QSmoh3

Kemunculan Harimau di Siak Riau, BBKSDA Pasang Kamera Trap

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera trap di lokasi kemunculan harimau di Kabupaten Siak. Selain itu juga menurunkan tim untuk monitoring.

"Pesangan kamera trap ini dilakukan di kawasan Taman Nasional Zamrud di Kecamatan Dayun. Hal itu sehubungan sebelumnya sekelompok pekerja melihat kemunculan harimau sumatera dan sempat diambil gambar dan videonya," kata Kepala BBKSDA Haryono kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).

Haryono menjelaskan, pihaknya kini memasang 5 kamera trap di dalam kawasan Taman Nasional Zamrud. Pemasangan kamera intai di lokasi yang diduga tempat kemunculan harimau.

"Dua kamera trap lagi dipasang di areal perusahaan Badan Operasi Bersama bidang Migas. Lokasinya di pipa 23 Km dan 98 jalan induk perusahaan minyak tersebut," kata Haryono.

Selain kamera, pihaknya juga melakukan monitoring yang dipimpin Kepala Wilayah II BBKSDA Riau di bawah pimpinan Heru Sutmantoro.

"Tim juga diturunkan untuk memonitoring harimau. Rencananya tim monitoring ini akan bekerja selama dua pekan ke depan. Sekaligus akan melihat hasil kamera trap," kata Haryono.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya diberitakan adanya kemunculan harimau di lokasi areal pipa minyak BOB. Pekerja sempat melihat harimau di lokasi tersebut.

Pekerja sempat mengabadikan dengan foto dan video. Diperkirakan harimau tersebut masih remaja. https://bit.ly/33anKpK