Minggu, 24 November 2019

Warga Dilarang Kamping, BKSDA Sebar Tim Pantau Harimau di Gunung Dempo

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara melarang warga kamping di Taman Wisata Gunung Dempo karena aktivitas harimau. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan sepakat.

"Kami setuju ada larangan itu, karena itu sudah kami sampaikan juga tadi malam sama Pak Walikota dan jajaran. Memang itu adalah bentuk pencegahan," ujar Kasi Konservasi wilayah II BKSDA Sumsel, Tito saat dikonfirmasi, Kamis (21/11/2019).

Dikatakan Tito, saat ini BKSDA membagi sebanyak tiga tim untuk memantau jejak dan laporan masyarakat. Jika dalam 7-10 hari ke depan harimau tidak terpantau, artinya aktivitas bisa kembali normal lagi. https://bit.ly/2OFTga0

"Sekarang kami terbagi jadi 3 tim untuk memastikan kalau 7-10 hari ke depan ini tidak ada terlihat, artinya harimau udah menjauh. Kami pun diskusikan ini sama Pak Walikota Pagaralam," kata Tito.

Diakui Tito, meskipun aktivitas di taman wisata terganggu harimau, namun warga dapat berkunjung ke Kawasan Gunung Dempo di siang hari. Kawasan itu dinilai aman dikunjungi dengan catatan saat beraktivitas harus tetap waspada dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Bahkan disarankan untuk tidak beraktivitas sendirian.

"Itu kawasan wisata harus tetap jalan, tetapi harus ada alasan-alasan jelas, keamanan yang jelas. Terkait wisata nggak boleh lama vakum, karena ini ada efek domino dan harus ada jalan keluar," kata Tito.

"Kamera trap untuk memastikan apakah ada pergerakan harimau lagi atau tidak sudah dipasang. Kami sudah diskusikan ini kepada semua pihak dan pemangku kepentingan agar ini tidak berlarut," kata Tito.

Berdasarkan pantauan tim BKSDA di lapangan, Harimau Sumatera terakhir terlihat pada Senin 18 November. Namun ada pula laporan warga yang menemukan jejak diduga harimau di Lahat.

"Terakhir terlihat itu 18 November makan ternak warga, anak kambing. Hari ini kita dapat laporan ada jejak, tapi ini akan kita pastikan dulu apakah jejak harimau atau bukan," tutup Tito.

Wisatawan Diserang Harimau, BKSDA Sumsel Minta Warga Waspada

Seekor harimau menerkam wisatawan saat berlibur di kawasan wisata Tugu Rimau, Gunung Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sumatera Selatan meminta warga waspada.

"Dengan adanya kejadian kemarin kami harap warga menghindari lokasi kejadian untuk sementara waktu. Kalaupun tetap beraktifitas harus hati-hati," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan saat dikonfirmasi, Minggu (17/11/2019).

Dikatakan Genman, pihaknya juga saat ini tengah meminta petugas berjaga di lokasi. Salah satunya untuk menghindari terjadi konflik dan perburuan liar.

"Saya sudah minta petugas turun untuk memantau lokasi dan berjaga-jaga. Kita harus tetap waspada dari perburuan liar dan agar tidak ada konflik," katanya. https://bit.ly/2s7PTAU

Pengemudi Mobil yang Tabrak PKL di Kota Tua Jadi Tersangka dan Ditahan

Pengemudi mobil Totyota Land Cruiser bernopol B-778-AF, Arif Siswanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan seorang PKL di Kota Tua, Tamansari, Jakbar. Arif saat ini masih diperiksa polisi.

"Sopir mobil sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Lantas Polres Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko kepada detikcom, Jumat (22/11/2019).

Hari mengatakan tersangka Arif juga mengalami luka-luka akibat insiden kecelakaan itu, namun Arif sudah diobati di rumah sakit. Arif juga sudah ditahan oleh polisi.

"Betul tersangka sudah ditahan. Untuk tersangka mengalami luka pada bagian muka. Setelah berobat kembali kita bawa ke rumah tahanan Satwil Jakbar," ungkap Hari.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 310 junto Pasal 283 Undang-Undang Lalu Lintas No 22 Tahun 2009. Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut.

Diketahui, insiden kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Kamis (21/11) malam di Jalan Pintu Besar Utara, Tamansari, Jakarta Barat. Pengemudi mobil itu lalai saat mengendarai mobilnya karena diduga mengantuk.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar sebelumnya mengatakan sebanyak 2 PKL menjadi korban kecelakaan itu. Korban atas nama Muhammad Mustofa mengalami luka di kepala dan tewas di TKP. Korban lainnya bernama Ripin mengalami patah tulang dan dirawat di rumah sakit.

"MM mengalami Luka bagian kepala memar mengeluarkan darah dan tangan lecet berakibat meninggal di TKP selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit," kata Fahri. https://bit.ly/34moCcs

Pengendara Paksa Melintas di Tol Palembang-Kayu Agung yang Belum Dibuka Umum

Banyak pengendara nekat melintas di Tol Palembang-Kayu Agung, Sumatera Selatan membuat kontraktor resah. Sebab Tol sepanjang 33,5 KM itu belum dibuka untuk umum.

Pengendara memaksa tetap melintasi proyek tol karena mengaku lebih cepat. Berbagai alasan pun disebut agar para pengendara dapat melintas meskipun sangat berbahaya.

"Banyak saja alasannya, ada juga yang sebut nama pejabat ini itu. Ada juga ya alasan lebih cepat hingga mereka nekat nerobos," ujar Kepala Proyek Seksi 1 Tol Palembang-Kayu Agung, Gunawan Joko saat dikonfirmasi, Jumat (22/11/2019).

Padahal, lanjut Gunawan, ruas jalan Tol Palembang-Kayu Agung sampai saat ini belum dibuka untuk umum. Bahkan dia khawatir akan terjadi kecelakaan di area proyek.

"Itu di dalam masih banyak pengerjaan, banyak material proyek dan berserakan. Ini membahayakan untuk pengendara," kata Gunawan.

Sebagai antisipasi, Gunawan mengaku sudah menutup akses masuk dari Kota Kayu Agung dan Jakabaring Palembang. Namun warga tetap saja nekat masuk lewat jalur-jalur tikus.

"Setelah peresmian Tol Terbanggi Besar kemarin memang udah berkurang, tapi masih ada. Jadi pengendara ini masuk lewat jalur logistik dan bukan dari jalur utama," katanya. https://bit.ly/2XI3oTz