Sabtu, 23 November 2019

Warga Benarkan Aksi Pria Onani dalam ATM yang Viral Terjadi di Banyuwangi

Warga Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi membenarkan bahwa aksi pria onani dalam ATM yang viral terjadi di sana. ATM tersebut berada di sekitar Pasar Sumberayu.

Video viral berdurasi 30 detik itu menyebar cepat di media sosial. Warga setempat menyayangkan aksi tak senonoh itu terjadi di wilayah mereka.

"Kalau lihat tempatnya memang ada di sini (Sumberayu). Ada dua tiang listrik di depan ATM," ujar Bagus Drajat Gumelar, salah seorang warga kepada detikcom, Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, ATM bank tersebut berada di sekitar Pasar Sumberayu. Tidak ada lagi ATM bank tersebut dan itu merupakan satu-satunya.

Bagus juga menerangkan, video pria onani itu baru ramai beredar hari ini. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti kapan aksi tak senonoh itu terjadi.

"Ya baru sehari ini viral. Sudah menyebar di medsos. Paling banyak di grup WA (WhatsApp)," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, video seorang pria onani dalam ATM menggegerkan warga Banyuwangi. Tampak seorang pria sedang memainkan alat kelaminnya di dalam ATM. Pria itu terlihat telanjang. Baju, celana dan sandal orang tersebut tergeletak di lantai.

Viral Video Pria Onani dalam ATM yang Diduga di Banyuwangi

Video seorang pria onani dalam ruang ATM menggegerkan warga Banyuwangi. Video berdurasi 30 detik itu menyebar atau sudah viral di media sosial dan grup-grup WhatsApp warga.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria sedang memainkan alat kelaminnya di dalam ATM. Pria terlihat telanjang. Baju, celana dan sandal orang tersebut tergeletak di lantai.

Tanpa merasa malu, pria itu melakukan aktivitas tak senonoh itu direkam oleh warga. https://bit.ly/2QUwq1d

"Onani Bung, onani di ATM Bung. Orang apa ini. Wuh lezat Bung. Mantap jiwa," ujar orang yang diduga merekam aksi onani tersebut, seperti dalam video yang dilihat detikcom, Sabtu (23/11/2019).

Orang tersebut juga menyebutkan lokasi kejadian. Ia menerangkan bahwa ATM tersebut berada di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi

Pelaku Onani di Depan Anak Kecil Dituntut 5 Tahun Penjara

Sofi Asfandi, pelaku ekshibisionis di Surabaya, dituntut 5 tahun penjara. Sidang pembacaan vonis yang digelar di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri Surabaya digelar tertutup untuk umum.

"Terdakwa kami tuntut 5 tahun penjara," kata jaksa penuntut umum (JPU) Duta Amalia seusai sidang kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Menurut Duta, setelah mendengar tuntutan yang dijatuhkan, terdakwa akan mengajukan pembelaan. Agenda pembelaan terdakwa akan dilakukan pada sidang pekan depan.

"Terdakwa ajukan pembelaan. Satu minggu lagi baru dibacakan," terang Amalia.

Sebelumnya diberitakan, pelaku ekshibisionis di Surabaya Sofi Asfandi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan JPU.

Sidang tertutup itu dipimpin oleh ketua majelis hakim Rochmad. Sedangkan JPU yang membacakan dakwaan berasal dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

"Terdakwa melakukan aksi pornografi di depan anak-anak dengan cara membuka ritsleting celana dan melakukan onani," kata Duta Amalia kepada detikcom seusai persidangan di ruang Sari 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/11/2019).

Saat kejadian, ada tiga anak yang melihat aksi Sofi. Karena takut, mereka lari dan melaporkan kepada orang tua masing-masing.

"Dari laporan salah satu orang tua, polisi kemudian mengamankan terdakwa," ujar Amalia. https://bit.ly/2qupH3d

CT ARSA Siap Kerjasama Tanggap Bencana dengan BNPB

Ketua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung menyambut tawaran kerjasama tanggap bencana yang ditawarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). MoU akan segera ditandatangani dalam waktu dekat.

"Nanti kita akan kerja sama dengan BNPB akan melaksanakan MoU dalam waktu dekat ini," kata Anita Ratnasari di sela-sela acara gathering CT ARSA Foundation di Menara Mega Syariah di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Anita memaparkan, gempa semakin sering terjadi. Indonesia berada di ring of fire, sehingga harus tahu bagaimana upaya menghadapi bencana.

"Kita juga harus tahu bagaimana kita mengajari anak sekolah, dan ini perlu sekali dididik," kata Anita.

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho juga sempat meminta CT ARSA membuat buku saku tanggap bencana. Anita merespons positif masukan tersebut. https://bit.ly/2rfIe3g


"Ya pasti, insyaAllah dalam waktu dekat kami akan selain melakukan MoU dan juga akan merealisasikan buku saku tersebut. Kami juga sudah banyak membangun sekolah sampai remote area, dan juga kami sudah seperti ini sekarang kita mengumpulkan guru, murid, semua. Nanti kita ajarkan semua agar mereka dapat mengajarkannya lagi. Dan setiap kami remote area kami akan bawa buku itu dan juga akan mensosialisasikan kepada gurunya, agar gurunya mengajarkan anak didik mereka," pungkasnya.

CT Arsa Bangun Madrasah Rusak Terdampak Tsunami di Lampung Selatan

Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu turut merusak gedung madrasah di Lampung Selatan. Padahal, gedung madrasah-madrasah ini menjadi tempat belajar para siswa sejak pertama berdiri 29 tahun silam.

Dilansir dari siaran pers CT Arsa Foundation, Kamis (24/10/2019), madrasah itu adalah Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Nurul Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Darussalam. Semuanya berada di Jalan Pesisir, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Agar anak-anak setempat tak kehilangan tempat belajar demi mengejar cita-cita, CT Arsa Foundation membangun sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan itu. Proses pembangunan dimulai pada Maret lalu, lewat peletakan batu pertama yang dilakukan oleh penasihat CT Arsa Foundation, Muhammad Nuh.

Rangkaian pembangunan terus berjalan. Akhirnya pada Selasa (22/10) kemarin, CT Arsa meresmikan dan menyerahterimakan seluruh fasilitas pendidikan kepada pihak sekolah.

Setelah melalui rangkaian proses pembangunan, 22 Oktober 2019 lalu, CT Arsa Foundation meresmikan dan menyerahterimakan seluruh fasilitas pendidikan kepada pihak sekolah.

Pendiri dan Ketua CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung hadir dalam acara tersebut. Pihak yayasan, sekolah, serta pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Anita berpesan agar fasilitas sekolah yang telah dibangun ini dirawat dengan baik. Kebersihan, kerapihan, dan keindahannya harus diperhatikan sebagai bentuk syukur kepada Allah. Tak lupa, ia menitipkan semangat belajar kepada anak-anak, agar kelak kesuksesan bisa diraih. https://bit.ly/2DfPkqV