Sabtu, 23 November 2019

Seorang Istri di Probolinggo Bunuh Suami dengan Kayu Penumbuk Padi

Seorang istri di Probolinggo tega membunuh suaminya sendiri. Sang suami dibunuh saat tidur dengan balok kayu penumbuk padi.

Sang istri adalah Sukantri (44), warga Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Sementara sang suami adalah Toyaman (55). Korban merupakan suami keempat pelaku.

Balok kayu sepanjang 1,5 meter itu dihantamkan ke kepala korban sebanyak 23 kali. Usai dihabisi, Sukantri lantas meninggalkan suaminya begitu saja bersimbah darah.

Kakak korban, Sodik mengaku kaget atas meninggalnya adiknya, Toyaman. Menurut Sodik, antara adiknya dan pelaku hidup seperti biasa, tanpa terlihat adanya pertengkaran.

Menurut Sodik, akibat penganiayaan oleh pelaku korban mengalami luka parah di bagian kepalanya. Yakni pecah tulang kepala dan rahang.

"Gak menyangka saja bisa tega seperti itu, apalagi sampai meninggal," ujar Sodik kepada detikcom, Senin (2/9/2019).

Sementara itu, polisi yang langsung melakukan olah tempat kejadian peristiwa, masih mengumpulkan bukti dan memintai keterangan para saksi atas terjadinya pembunuhan tersebut.

Aksi pembunuhan ini terjadi Minggu (1/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Pembunuhan ditengarai dipicu cek cok, yang sempat terjadi di antara keduanya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut sembari memperkuat penyebab pasti pemicu pelaku melakukan pembunuhan kepada suaminya.

"Kami masih selidiki kasus ini, yang jelas untuk pelaku sudah kami amankan berikut barang buktinya," terang Riyanto. https://bit.ly/37y8tST

Seorang Guru di Probolinggo Ditemukan Tewas dengan Bekas Cekikan

Seorang guru Bimbingan dan Konseling (BK) di Kota Probolinggo ditemukan tewas di rumahnya. Guru bernama Endang Sukeni (59) itu ditemukan dengan kondisi hidung mengeluarkan darah.

Endang merupakan guru BK di SMA N 1 Leces. Ia tinggal di Jalan Anggur RT 01 RW 01, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Mayat Endang pertama kali ditemukan di kamar rumahnya siang tadi oleh Tomi Ramadani (25) warga setempat. "Saat awal saya melihat, korban berdarah di hidung. Sedang wajahnya terdapat lebam," kata Tomi, Senin (17/6/2019).

Tomi menyampaikan, sebelumnya ia mendapat telepon dari Hendra (28), anak kedua korban. Pria yang bekerja di SMA N 1 Dringu itu menelepon dan meminta Tomi mencari ibunya.

Saat itulah Tomi mendatangi rumah korban. "Saya panggil-panggil ga ada jawaban. Saya lalu mengintip kamar Bu Endang. Di situ baru saya tahu dia meninggal," paparnya.

Terpisah, Hendra menyampaikan alasan mengapa ia akhirnya meminta Tomi untuk mengecek keadaan sang ibu. Menurutnya, sebelumnya ia mendapat telepon dari rekan kerja Endang di sekolah yang mengabarkan jika yang bersangkutan belum tiba di tempat kerja padahal sudah pukul 09.00 WIB.

"Saya di kantor. Makanya saya hubungi Tomi, melihat dan biar cari ibu di rumah," katanya.

Polisi menduga korban dibunuh. Sedang motif pembunuhan masih didalami.

"Sabar dulu. Kita masih dalami kasus ini," kata Kapolsek Wonoasih, Kompol Sukatno di lokasi kejadian.

Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, tas dan ponsel milik korban hilang. Untuk mendalami kasus tersebut, sejumlah orang termasuk kerabat korban dimintai keterangan.

"Ya tas berisi uang dan HP milik korban hilang. Ada tanda bekas cekikan memang. Tapi sekali lagi untuk mendalami apakah itu benar cekikan atau bukan, masih kita lakukan visum et repertum," pungkasnya. https://bit.ly/35uOPp0

Pembacok Bapak di Depan Putrinya Ditangkap Kurang dari 6 Jam

Suham (33) yang telah membacok hingga tewas Sukamto (38) telah ditangkap. Suham mengaku tak menyesali perbuatannya, meski perbuatan itu dilakukan di depan putri korban.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban. Kepada polisi, pelaku tidak menyesali sedikitpun perbuatannya setelah membantai korban di depan anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.

"Saya tak menyesal. Saya bunuh dia (korban) karena telah berselingkuh dengan istri saya. Saya bacok dia sebanyak 3 kali di bagian tengkuknya dan leher, hingga tewas," kata Suham di Mapolres Probolinggo, Senin (28/10/2019).

Pelaku mengatakan korban telah lama berselingkuh dengan istrinya saat dia bekerja di Malaysia.

"Saya tahu karena sempat saya pergoki saat dia tidur dengan istri saya. Tapi saat itu dia kabur ke Papua, hingga akhirnya saya bertemu lagi dengannya," jelas Suham.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurnianto mengatakan pelaku dapat ditangkap petugas kurang dari 6 jam setelah kejadian. Pelaku menurut Eddwi sudah lama mengincar korban. Meski beberapa kali telah dilakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.

"Kejadian pembacokan Kamis (24/10) pukul 11.00 WIB, dan ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB setelah kejadian," jelas Eddwi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kata Eddwi, pelaku akan dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Jadi untuk motif pelaku ini karena cemburu istrinya diselingkuhi. Maka dari itu, pelaku kemudian nekat membunuh korban," kata Eddwi.

Diberitakan sebelumnya, Sukamto dibunuh di depan anak perempuannya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD. Korban tewas di area kebun kopi dengan luka bacok di tengkuk atau leher belakangnya. https://bit.ly/37pIZY5

Seorang Bapak Dibacok Hingga Tewas di Depan Putrinya

Seorang pria dibacok hingga tewas berlumuran darah di Probolinggo. Ironisnya, ia dibacok di depan putrinya.

Korban adalah Sukamto (32), warga Desa Rambaan Kecamatan Sumber. Ia tewas dibacok orang tak dikenal usai menjemput putrinya di separuh perjalanan pulang.

Kapolsek Sumber Iptu Sono menyampaikan pihaknya datang ke lokasi usai mendapat laporan dari warga setempat. Pihaknya pun segera melakukan evakuasi dan olah TKP atas kejadian itu.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Motifnya masih belum bisa dipastikan," ujar Sono, Kamis (24/10/2019).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban menjemput putrinya pulang sekolah. Di separuh perjalanan, korban dihadang orang tak dikenal.

Tiba-tiba saja pelaku menaburkan tanah ke muka Sukamto, hingga ia terjatuh dari sepeda motornya. Begitu pula putrinya. Saat jatuh itulah, pelaku mengeluarkan celurit dan membacokkannya pada tubuh korban.

Sabetan itu dilakukan berkali-kali pada tubuh Sukamto. Hingga korban tewas berlumuran darah. Pelaku lalu segera malarikan diri. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh putri korban yang masih duduk di kelas 3 SD.

Mengetahui itu, warga pun segera berdatangan dan melakukan pertolongan. Namun korban ternyata telah tewas di lokasi. Jasad korban segera dibawa ke Kamar Mayar RSUD dr Saleh Probolinggo. https://bit.ly/34i2i3u