Sabtu, 23 November 2019

Suami Sandrina Minta Tak Lagi Dikaitkan TOUS les JOURS: Hentikan Hoax Ini!

 Eep Saefulloh Fatah meminta agar dia dan istri, Sandrina Malakiano, tak lagi dikaitkan dengan viralnya aturan penulisan ucapan cake yang sempat terpasang di salah satu cabang toko kue TOUS les JOURS. Dia menyatakan tak punya kaitan sama sekali dengan TOUS les JOURS.

"Mohon untuk tidak asal bicara tanpa dasar! Berhentilah memfitnah kami dengan membabi buta! Hentikan hoax yang brutal ini! (1) Semua informasi yang mengaitkan kami berdua -- Sandrina Malakiano @smalakiano dan Eep Saefulloh Fatah @eepsfatah -- dengan Tous les Jours (TLJ) @touslesjoursid, tidak benar sama sekali. Itu sepenuhnya hoax," demikian tulis Eep di akun Instagram-nya, @eepsfatah, Sabtu (23/11/2019).

"Kami bukan pemilik TLJ dan/atau direktur dan/atau pemilik franchise salah satu gerainya. Kami tidak punya kaitan apapun dengan @touslesjoursid. Bahkan, sekadar pelanggan pun bukan. Apapun yang dilakukan TLJ tak ada urusannya dengan kami," sambungnya.

Eep juga meminta manajemen TOUS les JOURS memberi klarifikasi bahwa dia dan Sandrina tak punya keterkaitan. Dia mengatakan tak sependapat dengan sikap intoleran.

"Kami berdua pun tidak sependapat dengan sikap-sikap intoleran semacam itu. Hingga saat ini, kami hidup, berteman, bersahabat, bahkan berkerabat/berkeluarga dengan pemeluk agama yang beragam dengan terus memegang prinsip saling hormat, saling percaya dan saling menjaga hak dan kewajiban masing-masing. Sudah seharusnya @touslesjoursid menghentikan kebijakan semacam itu -- apapun alasannya," tuturnya. https://bit.ly/2ODDz2X

Dia menyerahkan kepada tim hukum untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan terkait penyebaran hoax ini.

"Kami beri kepercayaan tim hukum kami untuk mengambil langkah hukum terhadap siapapun yang -- berdasarkan jejak digital yang tersedia -- terlibat dalam penyebaran hoax dan fitnah ini. Sekali lagi, mohon tidak asal bicara dan memfitnah kami -- dan siapapun -- tanpa dasar," ungkapnya.

Sebelumnya, Sandrina juga sudah memberikan klarifikasi bahwa dia dan suaminya, Eep, sama sekali tidak ada keterkaitan apa pun dengan TOUS les JOURS. Sekadar sebagai pelanggan TLJ pun bukan. Sandrina melalui akun Instagram-nya, @smalakiano, mengunggah tangkapan layar percakapan netizen di media sosial. Di situ, dia disebut-sebut menjabat direktur di TOUS les JOURS. Mantan news anchor ini pun membantah isu tersebut.

"Saya korban hoax," tulis Sandrina melalui akun Instagramnya seperti dilihat detikcom, Jumat (22/11).

Klarifikasi TOUS les JOURS

TOUS les JOURS menegaskan hal itu bukan peraturan resmi dari manajemen. Pihaknya juga meminta maaf atas hal ini.

Berikut ini pernyataan lengkap dari TOUS les JOURS:

Pengumuman Klarifikasi

Jakarta, 22 November 2019

Sehubungan dengan beredarnya video, foto dan/atau informasi lainnya tentang "Peraturan Penulisan Ucapan Cake" yang terjadi di salah satu outlet kami, dengan ini manajemen TOUS les JOURS Indonesia menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa terkait peraturan penulisan ucapan cake sebagaimana yang terlihat pada video, foto dan/atau informasi lainnya yang sedang ramai beredar, bukan merupakan peraturan resmi yang dikeluarkan oleh manajemen kami;

2. Bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha kami di Indonesia, kami sangat mengedepankan toleransi keberagaman suku, agama, ras, budaya dan/atau antar golongan;

3. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami sangat berterima kasih atas dukungan serta kepercayaan semua pihak kepada TOUS les JOURS selama ini

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama semua pihak, kami ucapkan terima kasih

Hormat kami,
Manajemen TOUS les JOURS Indonesia https://bit.ly/2Oaj4fc

Jelang Kongres, Sekjen PAN Sebut Zulkifli Hasan Kembali Didorong Jadi Ketum

PAN akan menggelar Kongres untuk memilih Ketua Umum baru pada awal 2020 mendatang. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengungkapkan adanya dinamika di internal partai terkait nama-nama yang akan mencalonkan diri untuk menggantikan posisi Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum.

"Jadi kami bersyukur bahwa ada dinamika, yang penting itu dinamika tersebut sehat. Dinamika itu produktif, politik yang kita jalankan adalah politik yang saling membesarkan hati satu sama lain. Yang memiliki kans, kesempatan untuk bisa maju menjadi calon ketum, tentu kami buka pintu selebar-lebarnya," kata Eddy di Sekretariat PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Saat dimintai konfirmasi apakah nama-nama yang menguat untuk mengisi kursi PAN-1 adalah Hanafi Rais dan Dradjad Wibowo, Eddy menyebut banyak tokoh partai yang berjuang memperebutkan kursi tersebut. Menurutnya, semua kader memiliki hak dan kesempatan yang sama.

"Memang kita dengar banyak sekali bakal kandidat yang akan bertarung memperjuangkan di Kongres nanti untuk mendapatkan kursi ketum, ya tokoh-tokoh partai inilah. Dan tanpa menyebut nama satu persatu, semua adalah pejuang partai, semua punya hak dan kesempatan yang sama," ucap Eddy.

Eddy mengatakan semua kandidat itu memiliki tujuan membesarkan partai dan mengembalikan PAN ke jati dirinya. Eddy juga menyebut ada usulan dari kader-kader PAN di wilayah agar Zulkifli Hasan maju kembali untuk menjadi Ketua Umum PAN.

"Kami juga mendengarkan masukan yang cukup signifikan dari arus bawah, dari wilayah, bahwa mereka menghendaki Pak Zulkifli Hasan untuk kembali maju sebagai ketum di periode kedua. Tidak ada larangan di dalam AD/ART. Memang selama ini konvensinya adalah bahwa ketum hanya menjabat satu kali, tapi itu adalah sebuah konvensi, kebiasaan, dan tradisi, tapi tidak pernah ada larangan untuk hal tersebut," ujar Eddy.

Menurut Eddy, Zulkifli ataupun kandidat lain memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Ketum PAN yang baru. Hal itu, kata Eddy, adalah bagian dari demokrasi di lingkup internal PAN.

"Pak Zul dan nama-nama yang lain tentu memiliki hak dan peluang yang sama. Dan saya kira ini adalah bagian dari demokrasi di PAN, di mana kita justru saling membesarkan hati satu dengan yang lain untuk masing-masing maju dalam kontestasi pimpinan parpol ini," pungkasnya. https://bit.ly/2XGqx95

Bamsoet: PAN Setuju Dilakukan Amandemen Terbatas UUD 1945

 Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut PAN termasuk partai politik yang setuju dilakukan amandemen terbatas UUD 1945. Sementara itu, partai politik seperti Golkar hingga PKS disebut Bamsoet belum menentukan sikap.

"PAN masuk dalam barisan, tadi juga dipertegas kembali oleh PAN bahwa PAN tetap berada dalam posisi yang mendorong dilakukannya amandemen terbatas dan perlunya dihadirkannya kembali GBHN (Garis Besar Haluan Negara) dalam sistem konstitusi kita," kata Bamsoet di Sekretariat PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

"Sementara yang masih belum mengambil sikap yang sama antara lain partai saya sendiri, Partai Golkar, yang masih mendorong GBHN bisa di dalam undang-undang, begitu juga dengan Demokrat dan PKS," imbuhnya.

Bamsoet mengatakan pihaknya akan terbuka untuk mendengar aspirasi publik terkait arah konstitusi ke depan. Bamsoet menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan terkait amandemen UUD 1945.

"Sekarang kita lemparkan seluruhnya, dan kita buka seluas-luasnya kepada publik atau masyarakat untuk menyampaikan kepada kami di MPR, kira-kira arah konstitusi kita ke depan ini akan kita bawa ke mana. Tentu kami di MPR tidak akan gegabah dan akan cermat betul dan akan sangat mendalami betul aspirasi yang berkembang di masyarakat, karena kami tahu dampaknya apabila keputusan ini salah diambil," jelas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, kunjungan pimpinan MPR ke Sekretariat PAN dilakukan dalam rangka menjaring aspirasi yang berkembang terkait rekomendasi amandemen terbatas UUD 1945 dan dihadirkannya kembali GBHN. Keputusan soal itu, kata Bamsoet, akan menunggu aspirasi dari masyarakat.

"Jadi sekali lagi kami ucapkan terima kasih pada DPP PAN. Bahwa apakah nanti amandemen ini akan dilakukan secara terbatas, menyeluruh, disempurnakan, atau kembali ke UUD 1945 yang asli, atau tidak perlu sama sekali, itu nanti kita serahkan pada perkembangan waktu dalam rangka kita menjaring aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. https://bit.ly/2savI5v