Sabtu, 23 November 2019

Pembacok Bapak di Depan Putrinya Ditangkap Kurang dari 6 Jam

Suham (33) yang telah membacok hingga tewas Sukamto (38) telah ditangkap. Suham mengaku tak menyesali perbuatannya, meski perbuatan itu dilakukan di depan putri korban.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban. Kepada polisi, pelaku tidak menyesali sedikitpun perbuatannya setelah membantai korban di depan anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.

"Saya tak menyesal. Saya bunuh dia (korban) karena telah berselingkuh dengan istri saya. Saya bacok dia sebanyak 3 kali di bagian tengkuknya dan leher, hingga tewas," kata Suham di Mapolres Probolinggo, Senin (28/10/2019).

Pelaku mengatakan korban telah lama berselingkuh dengan istrinya saat dia bekerja di Malaysia.

"Saya tahu karena sempat saya pergoki saat dia tidur dengan istri saya. Tapi saat itu dia kabur ke Papua, hingga akhirnya saya bertemu lagi dengannya," jelas Suham.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurnianto mengatakan pelaku dapat ditangkap petugas kurang dari 6 jam setelah kejadian. Pelaku menurut Eddwi sudah lama mengincar korban. Meski beberapa kali telah dilakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.

"Kejadian pembacokan Kamis (24/10) pukul 11.00 WIB, dan ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB setelah kejadian," jelas Eddwi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kata Eddwi, pelaku akan dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Jadi untuk motif pelaku ini karena cemburu istrinya diselingkuhi. Maka dari itu, pelaku kemudian nekat membunuh korban," kata Eddwi.

Diberitakan sebelumnya, Sukamto dibunuh di depan anak perempuannya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD. Korban tewas di area kebun kopi dengan luka bacok di tengkuk atau leher belakangnya. https://bit.ly/37pIZY5

Seorang Bapak Dibacok Hingga Tewas di Depan Putrinya

Seorang pria dibacok hingga tewas berlumuran darah di Probolinggo. Ironisnya, ia dibacok di depan putrinya.

Korban adalah Sukamto (32), warga Desa Rambaan Kecamatan Sumber. Ia tewas dibacok orang tak dikenal usai menjemput putrinya di separuh perjalanan pulang.

Kapolsek Sumber Iptu Sono menyampaikan pihaknya datang ke lokasi usai mendapat laporan dari warga setempat. Pihaknya pun segera melakukan evakuasi dan olah TKP atas kejadian itu.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Motifnya masih belum bisa dipastikan," ujar Sono, Kamis (24/10/2019).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban menjemput putrinya pulang sekolah. Di separuh perjalanan, korban dihadang orang tak dikenal.

Tiba-tiba saja pelaku menaburkan tanah ke muka Sukamto, hingga ia terjatuh dari sepeda motornya. Begitu pula putrinya. Saat jatuh itulah, pelaku mengeluarkan celurit dan membacokkannya pada tubuh korban.

Sabetan itu dilakukan berkali-kali pada tubuh Sukamto. Hingga korban tewas berlumuran darah. Pelaku lalu segera malarikan diri. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh putri korban yang masih duduk di kelas 3 SD.

Mengetahui itu, warga pun segera berdatangan dan melakukan pertolongan. Namun korban ternyata telah tewas di lokasi. Jasad korban segera dibawa ke Kamar Mayar RSUD dr Saleh Probolinggo. https://bit.ly/34i2i3u

Adik Korban Sebut Pembacok Ustaz di Pasuruan Sempat Injak-injak Alquran

Seorang ustaz di Kabupaten Pasuruan dibacok tetangganya saat mengaji di musala. Menurut adik korban yakni Muhaimin (65), pelaku sempat menendang dan menginjak-injak Alquran sebelum membacok korban.

"Alquran disepak-sepak. Quran diinjak-injak. Ini saksinya ada," kata Muhaimin di Musala Al Usmani, Kamis (31/10/2019).

Aksi tidak terpuji itu dilakukan pelaku pembacokan Samid (65) setelah mendatangi korban bernama Usman (70) yang tengah mengaji bersama dua jemaah lainnya. Mereka saling bertetangga di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Karena apa yang dilakukan pelaku sudah dianggap keterlaluan, korban marah dan memukul Samid dengan cambuk. Pelaku akhirnya naik pitam dan menyabetkan celurit ke arah korban.

Korban mengalami luka di telinga sebelah kiri, lengan tangan sebelah kiri dan leher sebelah kiri. Korban dibawa ke Puskesmas Nguling dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit M Saleh Kota Probolinggo.

Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri ke arah barat. Warga yang marah mengejar dan berhasil menangkap pelaku. Pelaku dihajar beramai-ramai hingga terluka.

Beruntung polisi segera datang mengamankan pelaku. Ia dibawa ke RSUD Grati untuk menjalani perawatan. Setelah itu dibawa ke Polsek Nguling untuk menjalani pemeriksaan. https://bit.ly/2rfoHzY

Seorang Ustaz di Pasuruan Dibacok Tetangganya Saat Ngaji di Musala

Seorang ustaz di Kabupaten Pasuruan dibacok tetangganya saat mengaji di musala tempat ia tinggal. Korban tersungkur bersimbah darah.

Korban pembacokan itu bernama Usman (70) warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling. Pembacokan terjadi usai korban melaksanakan salat zuhur berjamaah. Setelah salat, korban membaca Alquran bersama dua jemaah lainnya.

Tiba-tiba pelaku Samid (65) yang merupakan tetangga korban masuk ke musala dengan membawa celurit. Di dalam musala, pelaku marah - marah tak jelas.

Korban dan dua orang lainnya berusaha menenangkan pelaku tapi malah jadi korban penganiayaan. Korban menerima beberapa bacokan yang dilakukan pelaku.

Korban mengalami luka bacok di telinga sebelah kiri, lengan tangan sebelah kiri serta leher sebelah kiri. Korban dibawa ke Puskesmas Nguling dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit M Sholeh Kota Probolinggo.

Setelah membacok korban, pelaku melarikan diri ke arah barat. Warga yang marah mengejarnya dan pelaku berhasil ditangkap.

Pelaku dihajar beramai-ramai hingga terluka. Beruntung polisi segera datang mengamankan. Pelaku dibawa ke RSUD Grati untuk menjalani perawatan. Setelah itu dibawa ke Polsek Nguling.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Nguling yang masuk wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Polisi masih menyelidiki motif pelaku.

"Pelaku datang ke musala bawa celurit sambil marah-marah. Korban dan saksi berusaha menenangkan tapi korban malah mengalami penganiayaan. Terkena beberapa kali bacokan pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, Kamis (31/10/2019). https://bit.ly/37x2Pkf