Sabtu, 23 November 2019

Jelang Kongres, Sekjen PAN Sebut Zulkifli Hasan Kembali Didorong Jadi Ketum

PAN akan menggelar Kongres untuk memilih Ketua Umum baru pada awal 2020 mendatang. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengungkapkan adanya dinamika di internal partai terkait nama-nama yang akan mencalonkan diri untuk menggantikan posisi Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum.

"Jadi kami bersyukur bahwa ada dinamika, yang penting itu dinamika tersebut sehat. Dinamika itu produktif, politik yang kita jalankan adalah politik yang saling membesarkan hati satu sama lain. Yang memiliki kans, kesempatan untuk bisa maju menjadi calon ketum, tentu kami buka pintu selebar-lebarnya," kata Eddy di Sekretariat PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Saat dimintai konfirmasi apakah nama-nama yang menguat untuk mengisi kursi PAN-1 adalah Hanafi Rais dan Dradjad Wibowo, Eddy menyebut banyak tokoh partai yang berjuang memperebutkan kursi tersebut. Menurutnya, semua kader memiliki hak dan kesempatan yang sama.

"Memang kita dengar banyak sekali bakal kandidat yang akan bertarung memperjuangkan di Kongres nanti untuk mendapatkan kursi ketum, ya tokoh-tokoh partai inilah. Dan tanpa menyebut nama satu persatu, semua adalah pejuang partai, semua punya hak dan kesempatan yang sama," ucap Eddy.

Eddy mengatakan semua kandidat itu memiliki tujuan membesarkan partai dan mengembalikan PAN ke jati dirinya. Eddy juga menyebut ada usulan dari kader-kader PAN di wilayah agar Zulkifli Hasan maju kembali untuk menjadi Ketua Umum PAN.

"Kami juga mendengarkan masukan yang cukup signifikan dari arus bawah, dari wilayah, bahwa mereka menghendaki Pak Zulkifli Hasan untuk kembali maju sebagai ketum di periode kedua. Tidak ada larangan di dalam AD/ART. Memang selama ini konvensinya adalah bahwa ketum hanya menjabat satu kali, tapi itu adalah sebuah konvensi, kebiasaan, dan tradisi, tapi tidak pernah ada larangan untuk hal tersebut," ujar Eddy.

Menurut Eddy, Zulkifli ataupun kandidat lain memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Ketum PAN yang baru. Hal itu, kata Eddy, adalah bagian dari demokrasi di lingkup internal PAN.

"Pak Zul dan nama-nama yang lain tentu memiliki hak dan peluang yang sama. Dan saya kira ini adalah bagian dari demokrasi di PAN, di mana kita justru saling membesarkan hati satu dengan yang lain untuk masing-masing maju dalam kontestasi pimpinan parpol ini," pungkasnya. https://bit.ly/2XGqx95

Bamsoet: PAN Setuju Dilakukan Amandemen Terbatas UUD 1945

 Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut PAN termasuk partai politik yang setuju dilakukan amandemen terbatas UUD 1945. Sementara itu, partai politik seperti Golkar hingga PKS disebut Bamsoet belum menentukan sikap.

"PAN masuk dalam barisan, tadi juga dipertegas kembali oleh PAN bahwa PAN tetap berada dalam posisi yang mendorong dilakukannya amandemen terbatas dan perlunya dihadirkannya kembali GBHN (Garis Besar Haluan Negara) dalam sistem konstitusi kita," kata Bamsoet di Sekretariat PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

"Sementara yang masih belum mengambil sikap yang sama antara lain partai saya sendiri, Partai Golkar, yang masih mendorong GBHN bisa di dalam undang-undang, begitu juga dengan Demokrat dan PKS," imbuhnya.

Bamsoet mengatakan pihaknya akan terbuka untuk mendengar aspirasi publik terkait arah konstitusi ke depan. Bamsoet menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan terkait amandemen UUD 1945.

"Sekarang kita lemparkan seluruhnya, dan kita buka seluas-luasnya kepada publik atau masyarakat untuk menyampaikan kepada kami di MPR, kira-kira arah konstitusi kita ke depan ini akan kita bawa ke mana. Tentu kami di MPR tidak akan gegabah dan akan cermat betul dan akan sangat mendalami betul aspirasi yang berkembang di masyarakat, karena kami tahu dampaknya apabila keputusan ini salah diambil," jelas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, kunjungan pimpinan MPR ke Sekretariat PAN dilakukan dalam rangka menjaring aspirasi yang berkembang terkait rekomendasi amandemen terbatas UUD 1945 dan dihadirkannya kembali GBHN. Keputusan soal itu, kata Bamsoet, akan menunggu aspirasi dari masyarakat.

"Jadi sekali lagi kami ucapkan terima kasih pada DPP PAN. Bahwa apakah nanti amandemen ini akan dilakukan secara terbatas, menyeluruh, disempurnakan, atau kembali ke UUD 1945 yang asli, atau tidak perlu sama sekali, itu nanti kita serahkan pada perkembangan waktu dalam rangka kita menjaring aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. https://bit.ly/2savI5v

Zulhas Maju Lagi, Putra Amien Rais Jadi Penantang

Putra Amien Rais, Hanafi Rais, ikut meramaikan bursa calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN). Hanafi akan menjadi penantang Zulkifli Hasan yang mengaku siap kembali menduduki kursi nomor satu di partai berlambang matahari putih itu.

Pemilihan ketua umum PAN akan digelar di kongres pada Maret 2020. Sebelum kongres, PAN akan menggelar rakernas pada bulan depan.

"Jadi kami akan rakernas dulu nanti tanggal 6 Desember, rakernas PAN untuk memutuskan kapan kongres, nah diperkirakan bulan Maret. Rakernasnya tanggal 6 Desember memutuskan kongres kira-kira akan dilaksanakan bulan Maret (2020)," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Selain Zulkifli dan Hanafi, nama lain yang ikut meramaikan bursa caketum PAN yaitu eks MenPAN-RB Asman Abnur, Mulfachri Harahap dan Wali Kota Bogor PAN Bima Arya.

Zulkifli sendiri mengaku memperoleh dukungan dari sejumlah DPW PAN untuk kembali menjadi ketua umum. Dia siap mengikuti amanah DPW.

"Saya banyak DPW yang minta, nah kita patuh kepada perintah DPW saja. Ada beberapa banyak DPW yang minta. Kader itu kalau sudah diperintah tidak ada kata tidak, siap saja gitu (untuk maju lagi sebagai ketum)," ujar Zulkifli. https://bit.ly/37ye4bS

Menurut Zulkifli, PAN merupakan partai yang lahir dari rahim reformasi. Untuk itu, kata Zulkifli, semua kandidat ketum diharapkan dapat bersaing secara sehat dan positif untuk memajukan partai.

"Semua kandidat kita hormati, kita kampanyenya nanti kampanye positive campaign. Karena ini persaingan internal, semua berniat baik untuk memajukan partai, terbuka, transparan, adil, dilaksanakan sebaik-baik mungkin, secara sedemokratis mungkin. Tetapi andai kata nanti ada musyawarah mufakat, itu juga bagus gitu," ucapnya.

Sementara itu, Asman Abnur mengaku siap menjadikan PAN sebagai partai yang melahirkan pemimpin nasional. Dia menyoroti soal rekrutmen dan sistem pelatihan.

"Pertama (saya ingin PAN menjadi) partai yang menciptakan leader-leader ke depan. Jadi, mulai dari rekrutmen sampai sistem pelatihannya, sampai nanti kader itu siap menjadi tokoh," kata Asman kepada wartawan, Kamis (14/11).

Asman mengaku mendapatkan amanah dari kader-kader PAN di daerah untuk maju sebagai caketum.

"Suara dari bawah kita nggak boleh bantah. (Komunikasi) mengalir saja," terang Asman.

Sedangkan Bima Arya siap berkomunikasi dengan semua pihak mengenai niatnya maju menjadi caketum PAN. Bima siap menerima tugas baru.

"Tapikan kongresnya ini juga belum bisa dipastikan bulannya kapan, katanya awal tahun gitu. Segala sesuatu juga masih sangat cair, saya ingin berkomunikasi dululah dengan semua pihak," kata Bima di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).

Meski siap maju, Bima mengatakan belum ada persiapan untuk dirinya. Dia ingin dukungan kepada dirinya kelak sebagai caketum merupakan dukungan konkret.

"Saya tidak mau terlalu jauh dulu berbicara tentang persiapan pribadi. Karena bagi saya yang paling penting itu tadi, saya ingin kalaupun ada dukungan, dukungan itu harus nyata, harus konkret bukanya sebagai bentuk suara, tapi sebagai suatu keinginan untuk jadikan PAN tetap sebagai partai yang pro perubahan dan reformasi," ucap Bima. https://bit.ly/34fDklc