Jumat, 22 November 2019

Imbang Lawan Madura United, Pertahanan PSS Sedikit Kacau

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, menyebut menyoroti sisi pertahanan timnya usai bermain seri dengan Madura United. Pertahanan Laskar Sembada dinilai kacau.

Di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/9/2019), PSS vs Madura United di lanjutan Liga 1 selesai 2-2. Sape Kerrap dua ali unggul via sepasang gol Alberto Goncalves. PSS menyamakan kedudukan via Haris Tuharea dan Brian Ferreira.

"Hasil 2-2 ini bagaimanapun secara pribadi saya syukuri, artinya 1 poin juga penting. Tapi di tuan rumah jangan berlanjut, harapan saya seperti itu," ucap Seto saat jumpa pers di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Minggu (29/9/2019).

Seto menyebut, belum berhasilnya meraih poin penuh dari Madura United karena kualitas pemainnya masih kalah dari pemain Madura United. Selain itu, ia menyebut 2 gol yang lahir karena sisi pertahanan timnya mengalami sedikit masalah.

"Pertandingan cukup seru walaupun kami memang kalah kualitas, dari sisi permainan dan sisi pemain. Kalau kita lihat cadangannya, dari Madura (United) mungkin tim intinya di atas tim intinya kami, tapi ini kami syukuri," ucapnya.

"Lalu di babak pertama kami sedikit kacau untuk pertahanan, karena memberi kelonggaran, mereka bermain sangat terorganisasi dan dewasa, ini menjadi pembelajaran. Dan babak kedua kami coba perbaiki sisi pertahanan, sambil kita cari peluang untuk kemenangan," imbuh Seto.

Karena itu, Seto menyebut akan melakukan perbaikan khususnya di lini belakang tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut. Selain itu, ia meminta maaf karena belum bisa mempersembahkan kemenangan untuk para supporter.

"Pertandingan ini kami banyak belajar, dari sisi cara bermain akan diperbaiki. Tapi bagaimanapun ini (hasil) saya syukuri, terimakasih untuk kerja kerasnya para pemain," katanya.

"Dan maaf untuk supporter belum bisa mempersembahkan kemenangan di tuan rumah (kandang), di putaran kedua," sambung Seto.

Sementara itu, pemain PSS Sleman, Irkham Zahrul Milla mengatakan, bahwa ia kecewa dengan hasil imbang tersebut. Kendati demikian, hasil pertandingan hari ini akan dijadikan pembelajaran untuk menatap laga selanjutnya.

"Dengan hasil 2-2 ini saya pribadi mungkin sedikit kecewa, tapi mungkin ini hasil terbaik untuk kedua tim. Itu (hasil imbang di kandang) membuat kita untuk belajar lagi dan menatap pertandingan ke depan, dan minta maaf untuk supporter karena belum bisa mempersembahkan kemenangan," ucap Milla. https://bit.ly/37tufr1

Takluk dari PSS, Akhir Pahit Weliansyah Jadi Pelatih Kepala Semen Padang

 Semen Padang menelan kekalahan dari PSS Sleman di lanjutan Liga 1 2019. Hasil itu menjadi akhir pahit Weliansyah sebagai pelatih kepala Kabau Sirah.

Di Stadion H. Agus Salim, Jumat (13/9/2019), Semen Padang menelan kekalahan 0-1 dari Super Elang Jawa. Sidik Saimima yang menjadi penyebab kekalahan Semen Padang.

Kekalahan ini juga menjadi catatan negatif bagi Weliansyah yang akan segera menanggalkan posisi sebagaipPelatih kepala Kabau Sirah, karena manajemen Semen Padang FC sudah mendatangkan pelatih baru asal Portugal bernama Eduardo Almeida.

"Hasilnya sangat tidak menyenangkan. Tapi saya apresiasi pemain yang bisa menciptakan peluang, namun tidak menghasilkan gol. Inilah sepakbola," kata Weli usai pertandingan.

Ia menyatakan, kekalahan itu akan menjadi bahan evaluasi. "Sudah ada pelatih baru yang akan mengevaluasi kerja ini, termasuk soal pemain asing. Ada pelatih baru, dia lebih tahu. saya tidak bisa memutuskan. Nanti kita bicara dengan pelatih baru," kata Weli.

Ia berharap kehadiran pelatih baru nantinya bisa mengangkat prestasi tim. "Ayo support bersama-sama. Saya balik lagi ke manajemen. Saya karyawan dan ditempatkan dimana saja, semuanya dari Semen Padang. Apapun nanti, saya siap ditempatkan dimanapun," jelas dia.

Terkait kekalahan, ia mengakui sulitnya mengembangkan permainan karena ketiadaan stok pemain, apalagi striker. Satu-satunya stiker yang dimiliki tim, Karl Max masih belum bergabung karena sedang membela negaranya, Timnas Chad.

"Tidak ada pemain lagi. stoknya cuma itu yang bisa kita mainkan, sehingga sulit mengembangkan permainan. Kita butuh pemain. Irsyad bukan striker, Boaz bukan winger tapi kita paksakan.
Ini ke depannya yang akan kita bahas," kata Weli.

"Sulit mencari pemain lokal. Sangat sulit sekali. semuanya kita lakukan. Mutunya, apalagi untuk striker. Sulit sekali untuk saat ini," katanya lagi.

Bek Semen Padang, Muhammad Rifqi juga menganggap persoalan striker menjadi hal krusial di tim kebanggaan urang awak itu.

"Tanpa dukungan striker, sulit mengembangkan permainan. Jadi walaupun ada pelatih baru, tetap saja akan kesulitan," jelas Rifqi. https://bit.ly/35rnSTn

Kemenangan PSS Sleman Tidak Lepas dari Tangan Tuhan

 Target PSS Sleman untuk mengakhiri puasa kemenangan dalam tiga laga terakhir Liga 1 tercapai. Hasil bagus ini disebut tak lepas dari tangan Tuhan.

Bertanding di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019) pukul 15.30 WIB, PSS memetik kemenangan 2-0 atas Bhayangkara FC meski tak tampil full team.

Sejumlah pemain Laskar Elang Jawa tak bisa bermain. Muhammad Sidik Saimima, Samuel Christianson, dan Irkham Zahrul Milan dipanggi Tim Nasional U-23, Brian Ferreira juga menepi. Meski begitu, PSS tetao bermain ngotot.

Laskar Sembada sukses menang berkat gol yang diciptakan Yehven Bokhashvili di menit ke-59, menyusul gol kedua saat injury time.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro, bersyukur atas hasil yang ditorehkan timnya, Menurutnya, ini tak lepas dari kerja keras timnya dan tangan Tuhan.

"Yang pertama jelas kami bersyukur bisa menang dan kemenangan ini tak lepas dri tangan Tuhan. Itu yang perlu kami syukuri dan kerja keras serta kemauan pemain. Meksi kami kehilangan beberapa pemain tapi bisa melakukan yang terbaik," kata Seto usai laga.

Lebih jauh, Seto mengungkapkan sejatinya di babak pertama startegi yang dia terapkan kepada pemain belum lah berjalan baik, terutama dari sisi menyerang.

"Maka kami coba mengubah dengan menyeimbangkan antara menyerang dan bertahan. Kemudian, di babak kedua kami coba main terbuka untuk memenangkan pertandingan ini," ujar dia.

"Bhayangkara juga tampil lumayan dan pertandingan hari ini cukup berimbang dan saling menyerang. Walau memang masih banyak kekurangan dari tim kami, terutama secara indivudu banyak yang perlu diperbaiki. Ke depan saya harap bisa lebih enjoy dalam pertandingan," Seto menjelaskan.

Melalui hasil ini, PSS kini berada di peringkat tujuh klasemen sementara Liga 1 2019. Rinciannya, delapan kali menang, delapan seri, dan enam kalah. https://bit.ly/2Oz6F3E

"Alhamdullilah hari ini diberi poin penuh. Kami bersyukur atas hasil ini. Ke depan kami akan kerja keras lagi," kata Ocvian Chanigio.

Misi PSS Sleman Curi Poin dari Kandang Bhayangkara FC

 PSS Sleman sudah pertandingan puasa kemenangan dalam tiga laga terakhir di Liga 1. Bertandang ke markas Bhayangkara FC, Super Elja mempunyai misi mencuri poin.

Di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (4/10/2019) sore WIB, Bhayangkara FC vs PSS digelar. PSS menyambangi kandang The Guardian tidak dengan kekuatan penuh.

Muhammad Sidik Saimima, Samuel Christianson dan Irkham Zahrul Milan merupakan pemain Laskar Sembada yang dilirik oleh Indra Sjafri.

"Ada 6-7 pemain kami yang tak bisa bermain. Ada yang terkena akumulasi kartu, ada juga yang ikut pemusatan latihan Timnas U-23. Kami sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi itu," kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, saat dihubungi detikSport.

Dalam lawatan terakhir ke markas Arema FC, PSS menelan kekalahan telak 0-4. Hasil itu merupakan kekalahan dengan margin terbesar yang ditelan PSS di Liga 1 musim ini. PSS juga tak maksimal dalam dua laga tandang dengan bermain imbang dengan Madura United dan Persipura Jayapura.

"Hasil evaluasi dari pertandingan dengan Arema, kami ada masalah dengan transisi-transisi dan defend. Hal itu sudah diperbaiki," kata Seto lai.

"Materi pemain Bhayangkara merata. Jadi tak bisa mewaspadai satu pemain saja," dia menambahkan.

Untuk pertandingan ini, Seto juga menjelaskan target yang ingin dia capai bersama PSS. "Kami hanya berusaha untuk mencuri poin," kata pelatih yang juga pernah menangani PSIM Yogyakarta itu. https://bit.ly/2OaRSgE