Jumat, 22 November 2019

Jack Ma Butuh 10 Tahun Persiapan Pensiun

Ternyata butuh waktu lama bagi Jack Ma untuk mempersiapkan pensiun. Pendiri Alibaba yang lengser bulan lalu ini sudah mempersiapkannya selama 10 tahun.

Berbicara di ajang Forbes Global CEO Conference di Singapura, Jack Ma menyebut ide pensiun sudah muncul pada tahun 2004. Namun baru pada tahun 2009 ketika Alibaba menginjak usia 10 tahun, rencana pensiun dan suksesi mulai dirancang.

"Pada hari itu saya mulai berpikir bahwa saya harus bersiap untuk pensiun," tutur Ma yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Pada hari itu saya memutuskan bahwa perayaan 20 tahun, pada tahun 2019, 10 September, akan menjadi hari di mana saya pergi," katanya.

Ma kadang mengatakan Alibaba yang ia dirikan pada tahun 1999 harus bertahan sampai seratus tahun. Untuk merealisasikan visi itu, Ma menyatakan ia dan tim mengembangkan sistem kepemimpinan yang menghargai cara baru.

"Kalian jangan pernah meniru Jack Ma. Satu Jack Ma sudah terlalu banyak untuk perusahaan ini," cetus Ma.

"Jadi dalam 10 tahun terakhir, kami mencoba untuk membangun sistem, sistem yang memiliki kepemimpinan tepat, sebuah sistem yang dapat menciptakan, bisa menemukan, bisa melatih banyak pemimpin," tambahnya.

Meski Pensiun Jack Ma Tetap Jadi Orang Paling Tajir di China

Jack Ma, pendiri sekaligus mantan CEO Alibaba telah resmi pensiun. Pada 10 September kemarin, Jack Ma memperingati hari pensiunnya dan hari ulang tahunnya sekaligus perayaan 20 tahun berdirinya Alibaba.

Meski sudah pensiun, Jack Ma yang kini telah berusia 55 tahun, telah dua tahun berturut-turut mempertahankan posisi teratas sebagai orang paling kaya di China dengan US$ 39 miliar (Rp 546 triliun).

"Jack Ma, 55, untuk tahun kedua berjalan mempertahankan posisi teratas dengan US $ 39 miliar, meskipun secara resmi pensiun sebagai ketua Alibaba bulan lalu," tulis Hurun China Rich List, Senin (14/10/2019) dikutip detikcom pada Senin (14/10/2019) https://bit.ly/37udAnp

Meski telah pensiun, Jack Ma terbukti tetap bisa mempertahankan posisinya. Tidak hanya mempertahankan, berdasarkan laporan Hurun, Jumlah kekayaan Jack Ma meningkat 2% sejak tahun kemarin.

Mengikuti Jack Ma di belakang, posisi kedua orang terkaya China juga berasal dari sektor industri teknologi. Pony Ma Huateng dengan Tencent berada di posisi kedua dengan harta US$ 37 miliar (Rp 518 triliun).

Berikut ini daftar 10 orang terkaya China dalam Hurun Report's China Rich List:

1. Jack Ma Yun (55 tahun) & Keluarga. Harta US$ 39 miliar/Rp 546 triliun. (naik 2%). Perusahaan: Alibaba.

2. Pony Ma Huateng (48 tahun). Harta US$ 37 miliar/Rp 518 triliun (naik 8%). Perusahaan: Tencent

3. Xu Jiayin (61 tahun). Harta US$ 30 miliar/Rp 420 triliun (turun 16%). Perusahaan: Evergrande.

4. He Xiangjian (ayah, 77 tahun) & He Jianfeng (anak, 52 tahun). Harta US$ 26 miliar/Rp 364 triliun (naik 38%). Perusahaan: Midea.

5. sun Piaoyang (suami, 61 tahun) & Zhong Huijuan (istri, 58 tahun). Harta US$ 25 miliar/Rp 350 triliun (naik 112%). Perusahaan: Hengrui, Hansoh.

6. Elizabeth Yang Huiyan (38 tahun) & keluarga. Harta US$ 25 miliar/Rp 350 triliun (naik 17%). Perusahaan: Country Garden.

7. Colin Huang Zheng (39 tahun). Harta US$ 19 miliar/Rp 266 triliun (naik 42%). Perusahaan: Pinduoduo.

8. William Ding Lei (48 tahun). Harta US$ 18 miliar/Rp 252 triliun (naik 39%). Perusahaan: Netease.

9. Wang Jianlin (65 tahun) & keluarga. Harta US$ 17 miliar/Rp 238 triliun (turun 14%). Perusahaan: Wanda.

10. Yan Hao (33 tahun). Harta US$ 17 miliar/Rp 238 triliun (stagnan 0%). Perusahaan: China Pacific Construction. https://bit.ly/2qCZxuV

Jack Ma: 996 Bikin China Maju

Karena "996" atau "997" ini, Tiongkok mampu meraih berbagai pencapaian dan mengapa dunia mengagumi Tiongkok dan pencapaiannya dalam 40 tahun terakhir. Dan inilah mengapa kita memiliki misi luar angkasa Shenzhou V dan Shenzhou VI. Semua ini membangun kepercayaan diri kita untuk masa depan.

Setiap orang memiliki "titik kebahagiaan" sendiri. Orang-orang yang menganggap semua "pejuang" hanya bekerja untuk mengejar keuntungan, ketenaran dan kekayaan adalah orang-orang yang belum menemukan apa yang membuat mereka bahagia. Ada yang mengatakan "apa yang menyebabkan kelelahan bukanlah cinta, sebb apa yang Anda cinta tidak menyebabkan kelelahan."

Setiap orang memiliki definisi kebahagiaan dan kesuksesan yang berbeda. Banyak yang mengatakan mereka hanya pekerja paruh waktu, bekerja untuk menghidupi keluarga mereka. Tetapi Anda harus memiliki martabat bahkan jika itu hanya pekerjaan kecil. Tidak peduli Anda memiliki karier besar atau pekerjaan kecil, selama Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda adalah orang yang bermartabat dan memiliki harga diri.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, saya tidak membela "996." Saya salut pada semua pejuang (mereka yang bekerja keras). Setiap orang memiliki hak untuk memilih cara hidup mereka. Jika Anda lebih suka memiliki pekerjaan yang lebih santai dan Anda tidak ingin mengerahkan "upaya manusia super", itu juga boleh-boleh saja.

Namun, Anda tidak akan merasakan kebahagiaan dan pencapaian yang berasal dari jenis usaha itu. Pada kenyataannya, memang ada orang-orang yang telah berusaha sangat keras namun tetap tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal. Kenyataan hidup seringkali menguji dan menyusahkan kita. Kerja keras memang tidak selalu menghasilkan kesuksesan, tetapi kesuksesan tidak akan pernah menjadi pilihan jika Anda tidak bekerja keras.

Perusahaan tidak boleh serta merta merasa harus mewajibkan karyawan mereka bekerja "996." Pemimpin perusahaan harus merenungkan, apakah kesuksesan saya sama dengan kesuksesan karyawan saya? Bagaimana saya membantu karyawan saya menemukan kebahagiaan mereka sendiri? Atau apakah saya hanya memaksa mereka untuk bekerja 996? https://bit.ly/2XAL0Mk

Jika Anda berpikir karyawan Anda tidak memiliki mimpi dan aspirasi, mereka semua malas, maka Anda adalah akar masalahnya. Karena Anda memaksakan impian dan cita-cita Anda padanya, dan bukan sebaliknya.

"996" yang sebenarnya bukanlah sekedar bekerja lembur dan melakukan pekerjaan yang lebih berat secara fisik. Itu tidak terkait dengan eksploitasi. Karena pada zaman sekarang ini, orang tidak bodoh dan memiliki banyak pilihan.

Saya merasa "996" yang sebenarnya harus dihabiskan untuk belajar, berpikir, dan menemukan cara untuk meningkatkan diri sendiri. Mereka yang bersikeras bekerja "996" adalah orang-orang yang tidak hanya menemukan hasrat dan kebahagiaan yang tidak terkait dengan uang, tetapi mereka menghabiskan waktu di luar periode 8 jam reguler untuk belajar, menjelajahi, dan merenung.

Saya sering bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya miliki? Apa yang saya inginkan? Dan apa yang mau saya berikan." Hidup ini tidak adil. Beberapa dilahirkan dengan kemudahan akses, beberapa dilahirkan dengan bakat untuk akademisi. Tetapi ada satu hal yang tetap tidak memihak dan adil - kita semua hanya memiliki 24 jam dalam sehari.

Siapa kita ditentukan oleh bagaimana kita memilih untuk menghabiskan 24 jam tersebut. Upaya jangka panjang untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja dan keadilan dalam hal-hal kecil akan membuat hidup terasa sangat tidak adil. Namun ketidakadilan hidup bisa menjadi peluang!

Terakhir, saya ingin mengulangi spirit karyawan Alibaba: work happily, live seriously - bekerja dengan bahagia, hidup serius," https://bit.ly/2O8wvfC