Senin, 21 Juni 2021

Anak Susah Makan tapi Suka Ngemil? Coba Tips & Trik Ini!

  Menghadapi situasi anak susah makan atau bahkan menolak untuk makan memang bukan hal mudah bagi orang tua. Susah makan pada umumnya normal terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti tidak mood mengunyah makanan atau memfavoritkan makanan tertentu.

Melansir Healthline, ketertarikan anak terhadap dunia sekitar juga dapat berdampak pada berkurangnya nafsu makan. Bahkan, pertumbuhan yang sangat cepat di tahun pertama anak membuat penambahan berat badan lebih lambat dan membuatnya cenderung makan dalam porsi lebih kecil.

https://trimay98.com/movies/the-wind-and-the-water/


Jika hal ini terjadi, jangan dulu khawatir ya Anda. Dilansir dari Healthline, Anda bisa sontek cara untuk mengatasi anak susah yang makan seperti berikut ini.


1. Ajak Anak Menyiapkan Makanan


Anak-anak umumnya senang melakukan eksplorasi terhadap hal baru di sekitarnya. Agar anak mau dan semangat makan, Anda bisa mengajaknya bereksplorasi untuk menyiapkan makanannya sendiri.


Bawalah anak ke dapur dan ajak ia mengaduk, menuang hingga memilih makanannya sendiri. Tawarkan beberapa pilihan kepada anak seperti, 'mau stroberi atau pisang?' atau 'mau pakai piring biru atau hijau?' Ini tentunya akan meningkatkan mood anak untuk makan.


2. Perkenalkan Makanan Baru


Memperkenalkan makanan baru bisa jadi cara lain mengatasi anak yang sulit makan. Pasalnya, usia anak-anak akan suka dengan hal-hal baru, termasuk makanan. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak mungkin membutuhkan sebanyak 15 makanan baru sebelum bisa menerima makanan tersebut. Inilah sebabnya Anda tidak boleh menyerah, bahkan jika anak berulang kali menolak makanan tertentu.


Namun, pastikan Anda selalu berikan makanan sehat untuk anak seperti sayur atau buah-buahan yang belum pernah ia makan. Selain itu, Anda juga bisa olah makanan tersebut menjadi makanan yang digemari anak-anak. Adapun untuk anak usia 6 bulan, Anda dapat kreasikan berbagai jenis puree buah atau sayur. Sementara untuk usia 8 bulan, Anda dapat beri Anak aneka finger foods berupa sayur atau buah yang dipotong kecil-kecil. Jika Anak sudah memasuki usia 1 tahun, cobalah untuk buat kreasi nasi tim, omelette, pancake atau pudding.


3. Buat Makanan Lebih Menarik


Beberapa anak mungkin terganggu dengan tekstur atau penampilan makanan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menyulapnya menjadi terlihat menarik sehingga anak mau mencobanya. Misalnya, Anda bisa menambahkan beberapa daun bayam atau kangkung ke smoothie favoritnya, atau cincang paprika dan wortel untuk ditambahkan sup.


Cara lain untuk membuat makanan terlihat lebih menggugah selera anak adalah dengan menyajikannya dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Salah satunya dengan memotong sayuran dengan pemotong berbentuk boneka, bintang atau bunga. Ini tentunya akan membuat anak lebih bersemangat untuk makan.


4. Beri Hadiah


Memberikan anak hadiah bisa jadi solusi lain agar ia mau makan. Namun, sebaiknya Anda jangan menjanjikannya hadiah berupa camilan tidak sehat seperti es krim, soda, coklat dan lainnya.


Para ahli menyarankan bahwa menggunakan hadiah non-makanan untuk mendorong penerimaan makanan adalah yang terbaik. Anda bisa coba dengan memberi anak hadiah berupa pujian, stiker, pensil atau waktu bermain ekstra. Anda juga bisa membiarkan anak memilih permainan favoritnya setelah ia makan.

https://trimay98.com/movies/dark-watchers-the-women-in-black/

Benarkah Efek Vaskin COVID-19 Bikin Siklus Menstruasi Berantakan? Cek di Sini

  Beberapa wanita mengeluhkan perubahan siklus menstruasi pasca penyuntikan vaksin COVID-19. Namun sejauh ini, keluhan terkait siklus menstruasi hampir tidak pernah ada dalam daftar risiko efek samping vaksinasi COVID-19.

Baru-baru ini, sebuah penelitian di Inggris menunjukkan sekitar 4.000 wanita mengalami perubahan siklus mens dengan gejala lebih berat pasca vaksinasi COVID-19.


Lebih dari 2.700 wanita di antaranya mengaku mengalami pendarahan lebih banyak dibanding menstruasi biasanya setelah divaksin.


"Banyak orang telah menghubungi saya untuk melaporkan, mereka telah mengalami perubahan siklus menstruasi setelah divaksin COVID-19," kata

Victoria Male, ahli imunologi reproduksi di Imperial College London, dikutip dari Daily Record, Senin (21/6/2021).


"Hal-hal yang mereka laporkan pada saya kebanyakan berupa menstruasi yang lebih berat, atau datang lebih lambat daripada biasanya," lanjutnya.


Salah satunya, wanita berusia 39 tahun asal London, Katie Khan. Ia mengaku, siklus menstruasinya menjadi tidak teratur setelah disuntik dosis pertama vaksin Corona AstraZeneca.


"Itu berlangsung lebih dari seminggu dan jauh, jauh lebih berat. Seperti banjir menstruasi, dan jauh lebih menyakitkan, bukan seperti siklus biasanya yang saya tahu," jelasnya.


Dikutip dari BBC, dr Male menduga, perubahan siklus menstruasi pasca vaksinasi COVID-19 ini disebabkan banyaknya sel kimia masuk yang berpotensi mempengaruhi peredaran sel kekebalan di seluruh tubuh.


Sel-sel kekebalan berperan membangun, memelihara dan menghancurkan lapisan rahim yang menebal untuk mempersiapkan kehamilan. Jika tidak dibuahi, sebagaimana menstruasi pada umumnya, sel-sel ini akan meluruhkan lapisan rahim dan menyebabkan bercak atau menstruasi lebih banyak.


Hingga kini, belum ada kesimpulan yang pasti soal kaitan antara perubahan siklus menstruasi dengan efek samping vaksin COVID-19 pada wanita. Berbagai teori yang mengemuka umumnya baru sebatas dugaan, belum ada pengujian yang cukup meyakinkan.


Apakah Anda mengalami perubahan siklus menstruasi setelah menerima vaksin COVID-19? Atau mengalami menstruasi dengan gejala lebih berat? Yuk bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

https://trimay98.com/movies/the-real-da-vinci-code/


Anak Susah Makan tapi Suka Ngemil? Coba Tips & Trik Ini!


 Menghadapi situasi anak susah makan atau bahkan menolak untuk makan memang bukan hal mudah bagi orang tua. Susah makan pada umumnya normal terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti tidak mood mengunyah makanan atau memfavoritkan makanan tertentu.

Melansir Healthline, ketertarikan anak terhadap dunia sekitar juga dapat berdampak pada berkurangnya nafsu makan. Bahkan, pertumbuhan yang sangat cepat di tahun pertama anak membuat penambahan berat badan lebih lambat dan membuatnya cenderung makan dalam porsi lebih kecil.


Jika hal ini terjadi, jangan dulu khawatir ya Anda. Dilansir dari Healthline, Anda bisa sontek cara untuk mengatasi anak susah yang makan seperti berikut ini.


1. Ajak Anak Menyiapkan Makanan


Anak-anak umumnya senang melakukan eksplorasi terhadap hal baru di sekitarnya. Agar anak mau dan semangat makan, Anda bisa mengajaknya bereksplorasi untuk menyiapkan makanannya sendiri.


Bawalah anak ke dapur dan ajak ia mengaduk, menuang hingga memilih makanannya sendiri. Tawarkan beberapa pilihan kepada anak seperti, 'mau stroberi atau pisang?' atau 'mau pakai piring biru atau hijau?' Ini tentunya akan meningkatkan mood anak untuk makan.

https://trimay98.com/movies/the-da-vinci-code/