Rabu, 19 Mei 2021

Perubahan Tubuh Ini Terjadi di Masa Nifas, Apa yang Perlu Diwaspadai?

  Setiap ibu pasti akan mengalami masa nifas yang terjadi selama 40 hari atau 6 minggu setelah bayi lahir. Setelah ibu mengalami banyak perubahan selama mengandung hingga bayi lahir, masa nifas akan mengembalikan organ di dalam kandungan seperti sebelum hamil.

Proses mengembalikan organ seperti sebelumnya akan memberikan banyak perubahan pada tubuh ibu. Hal itu diawali dengan keluarnya darah yang disebut lochia yang selama beberapa hari akan berwarna merah atau disebut lochia rubra.


Disampaikan oleh Dr dr Suskhan Djusad, Sp.OG (K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, setelah, darah akan berubah menjadi berwarna putih atau disebut dengan lochia albia. Berakhirnya masa nifas akan ditandai dengan darah atau lochia yang berhenti keluar dari rahim.


Volume lochia yang keluar dari rahim ibu tidak menentu setiap harinya. Lochia biasanya keluar saat ibu mengalami kontraksi ketika menyusui. Hal itu yang membuat waktu dan volume darah masa nifas tidak menentu.


Suskhan mengatakan, darah yang keluar selama masa nifas juga berbeda dengan darah menstruasi. Darah menstruasi memiliki volume yang lebih banyak, sementara darah nifas tidak banyak. Itu sebabnya, darah nifas seringkali hanya terlihat seperti flek kecoklatan.


Siklus menstruasi akan berakhir setelah masa nifas berakhir. Meski kemungkinannya kecil jika ibu masih dalam proses menyusui.


Penyebab Masa Nifas Lama

Suskhan menyampaikan, meski masa nifas pada tiap perempuan berbeda-beda tapi jika masa nifas berlangsung di atas 40 hari, hal itu perlu diwaspadai.


Dikarenakan, kondisi tersebut bisa terjadi karena perdarahan postpartum lambat yang disebabkan infeksi atau masih adanya sisa-sisa plasenta di rahim.


Bila masa nifas berlangsung lama lebih dari 40 hari, segera konsultasikan ke dokter. Bila itu disebabkan infeksi, dokter akan memberikan antibiotik.


Perubahan yang Terjadi Selama Masa Nifas

1. Payudara bengkak

Suskhan mengatakan, payudara memang dapat membengkak selama masa nifas terjadi karena adanya proses menyusui. Tetapi, kondisi ini lebih umum ditemukan pada ibu yang tidak menyusui.


Proses menyusui justru dapat mencegah bengkak dan rasa sakit karena payudara dikosongkan untuk kembali memproduksi ASI.


2. Sulit buang air kecil

Retensi urine atau sulit buang air kecil dapat terjadi pada masa nifas. Hal ini dapat diperiksa dengan cara skoring. Setelah melahirkan, skor akan ditentukan mulai dari persalinan, jalan lahir, usia, dan paritas.


Suskhan menjelaskan bahwa pada kondisi retensi urine yang serius, ibu perlu mendapatkan penanganan media dan diawasi dokter.


Dua perubahan yang terjadi pada ibu selama masa nifas seperti di atas merupakan hal yang normal dan umum ditemukan, tapi terdapat dua kondisi yang perlu diwaspadai saat masa nifas karena dapat berbahaya bagi ibu, berikut ini penjelasan Suskhan.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://movieon28.com/movies/disorderlies/


5 Pantangan Makan-Minum Kalau Sedang Ingin 'Membakar' Gairah Seks


 Libido memiliki pengaruh besar terhadap performa pasangan di ranjang saat sesi bercinta. Namun, berbagai faktor kerap mempengaruhi tingkat libido seseorang. Apabila libido turun, maka sesi bercinta tak lagi menyenangkan.

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi libido seseorang adalah stres, olahraga, dan masalah pada pekerjaan. Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi juga bisa menjadi salah satu pemicu turunnya libido, lho.


Oleh sebab itu, ada baiknya kamu dan pasangan menghindari sejumlah jenis makanan dan minuman jika sudah memiliki rencana untuk bercinta di malam hari. Dikutip dari laman Shape, berikut 5 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebelum bercinta.


Baca juga: 10 Obat Kuat Alami, Bikin Pria Tahan Lama di Ranjang

1. Susu

Menurut Tami Meraglia, MD, penulis buku The Hormone Secret, susu atau produk susu lainnya sebaiknya dihindari oleh pasangan yang telah merencanakan untuk berhubungan intim. Pasalnya, protein dalam susu yang dicerna oleh tubuh bisa menyebabkan tubuh melalui proses inflamasi ringan. Akibatnya, perut akan terasa mudah mulas, timbul gas dalam tubuh, dan masalah pencernaan lainnya.


2. Soda

Meminum soda sebelum sesi bercinta akan membuat perut kamu terasa tak nyaman saat bercinta. Sebab, soda akan menyebabkan perut menjadi kembung. Selain itu, soda juga bisa menjadi pemicu timbulnya sendawa di tengah-tengah sesi bercinta.


3. Snack asin

Makanan ringan atau snack asin memang nikmat untuk dikonsumsi sembari menuntaskan pekerjaan sebelum memulai sesi bercinta. Namun, kadar natrium tinggi pada makanan ringan tersebut bisa menarik air dalam tubuh, lho. Akibatnya, perut terasa kembung dan terasa tidak nyaman.

https://movieon28.com/movies/the-happening/


Tak Perlu Obat Kuat, Ini 6 Tips Simpel yang Bisa Perbaiki Performa Bercinta

  Sebagian pasangan mungkin pernah merasa adanya penurunan kualitas seks baik dari segi frekuensi hingga durasi. Bahkan, libido atau keinginan untuk melakukan hubungan seks juga bisa menurun.

Kondisi ini sering ditemukan pada pasangan yang sudah bersama-sama dalam waktu yang lama. Kesibukan bisa menimbulkan stres yang berkepanjangan. Terlebih jika stres tersebut dipicu adanya masalah dalam hubungan.

https://movieon28.com/movies/the-gruesome-twosome/


Terlebih jika kondisi fisik dan mental tidak dalam keadaan yang prima sehingga harus mengonsumsi obat-obatan hal tersebut dapat menurunkan nafsu seks.


Saat ada masalah pada kesehatan fisik dan mental, kadar libido dalam tubuh akan berkurang sehingga berpengaruh pada kehidupan seksual.


Untuk dapat mengembalikan kehidupan seks seperti sedia kala, ada enam tips yang patut dicoba demi menciptakan kehidupan seks yang bergairah bersama pasangan.


1. Komunikasi yang baik

"Ketika pasangan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesukaan dan ketidaksukaan seksual satu sama lain, mereka dapat membuat seks lebih baik untuk satu sama lain," kata Allen Mallory, PhD, pakar kesehatan dan kesejahteraan kelompok minoritas seksual dan gender, dikutip dari Health.


Saling memberi tahu apa yang tubuh butuhkan saat bercinta dapat menjadi petunjuk penting bagi pasangan di ranjang. Terlebih, zona sensitif seksual perempuan dan laki-laki berbeda.


2. Mengenang momen favorit berdua

Mengenang momen favorit saat seks di masa lalu dapat meningkatkan nafsu seksual pasangan. Menceritakan momen seks yang sudah dilakukan bersama dan meminta pasanganmelakukan hal tersebut kembali.


3. Realisasikan fantasi seks

Begitu Anda memiliki fantasi seksual dengan pasangan, sampaikanlah hal itu padanya dan buatlah jadwal untuk merealisasikannya.


"Menemukan hal-hal yang Anda berdua ingin coba adalah cara yang bagus untuk memperluas repertoar seksual Anda," kata Mallory.


4. Olahraga bersama

"Olahraga meningkatkan kepercayaan diri tubuh, yang dapat membantu meningkatkan libido," kata Leah Millheiser, MD, direktur Program Pengobatan Seksual Wanita di Stanford Hospital & Clinics.

Pada penelitian tentang gaya hidup dan seksualitas pada 2020, ditemukan bahwa olahraga meningkatkan gejala menopause dan dapat mencegah atau memperbaiki disfungsi ereksi.


5. Gunakan pelumas

Pelumas atau lubricant dapat menghindari rasa sakit saat bercinta. Meski tubuh memproduksi pelumas secara alami, kadang hal itu tidaklah cukup sehingga perlu menggunakan pelumas buatan.


"Jika kekeringan vagina menyebabkan rasa sakit saat berhubungan, coba gunakan pelumas seksual berbasis silikon atau pelembab vagina," saran Dr. Millheiser.


6. Ganti alat kontrasepsi

Perubahan hormonal yang dipengaruhi oleh alat kontrasepsi dapat berpengaruh pada gairah seks. Pil KB dapat menjadi salah satu penyebab turunnya libido.


Hal itu terjadi karena pil tersebut dapat mengurangi produksi testosteron pada tubuh sehingga penting untuk mempertimbangkan jenis alat kontrasepsi lainnya.

https://movieon28.com/movies/starry-eyes/