Rabu, 24 Maret 2021

Tianwen-1, Wujud Ambisi China ke Planet Merah

 China berambisi menyusul Amerika Serikat dalam misi antariksanya ke Planet Mars. Setelah menempuh perjalanan selama 7 bulan, Tianwen-1 akhirnya berhasil mencapai orbit Planet Merah tersebut.

Persaingan teknologi eksplorasi ruang angkasa semakin memuncak. Bersaing dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab, China melaksanakan ekspedisi ke Mars dengan wahana antariksa yang diberi nama Tianwen-1. Tianwen-1 berhasil mencapai orbit Planet Mars pada 11 Februari silam.


Sebagai bentuk perlombaan dominasi ruang angkasa, China tidak tanggung-tanggung. Tianwen-1 yang terdiri atas robot pengorbit (orbiter), penjelajah (rover), pendarat (lander), dan deployable camera tidak hanya sekadar berlalu-lalang di orbit, melainkan akan mendarat langsung ke permukaan Mars.


Melansir Space.com, Minggu (21/3/2021) estimasi pendaratan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang di area bernama Utopia Planitia, sebuah cekungan benturan besar Utopia Planitia, di sebelah selatan lokasi pendaratan Viking 2 NASA. Badan antariksa China mengungkapkan Tianwen-1 telah memasuki orbit di sekitar Mars dengan posisi sekitar 280km dari permukaan Planet Mars.


Saat ini Tianwen-1 sedang mempelajari lokasi target pendaratan, kemudian pada bulan Mei atau Juni 2021 akan melakukan pelepasan kapsul. Pada tahap ini, pesawat diproyeksikan masuk ke atmosfer Mars diikuti dengan fase penurunan di bawah parasut, setelah itu pendarat akan menggunakan tenaga penggeraknya untuk mendarat mulus di Mars.


Ekspedisi ini bertujuan untuk memvalidasi apakah Planet Merah berisi kehidupan. Selain itu, berangkat dari fakta bahwa sekitar empat miliar tahun yang lalu air di atmosfer Mars mengalami penguapan yang membuat Tianwen-1 juga memiliki misi untuk mencari tahu penyebabnya. Hal ini dapat dideteksi dengan mengumpulkan data air bawah tanah, serta memeriksa atmosfer Mars. Selanjutnya Tianwen-1 akan membawa kembali sampel batuan dan tanah dari permukaan Mars ke Bumi.


Apabila berhasil, peristiwa ini akan mengukir sejarah baru bagi China karena sejauh ini hanya NASA yang berhasil mendaratkan dan mengoperasikan wahana ruang angkasa di Planet Mars.

https://tendabiru21.net/movies/youth/


Galaxy A72 Vs A71, Ini Perbandingan Spesifikasi dan Harganya


- Galaxy A72 telah resmi menggantikan Galaxy A71 yang diluncurkan tahun lalu. Membawa sejumlah peningkatan, berikut ini perbandingan spesifikasi dan harga kedua ponsel tersebut.

1. Desain

Galaxy A72 membawa tampilan yang berbeda dari Galaxy A71. Meski jika dilihat tampak depan keduanya sekilas mirip.


Masih mengadopsi punch hole di tengah atas layar. Tapi ukuran lubang kamera depan di Galaxy A72 lebih kecil dari pendahulunya.


Beralih ke belakang, Galaxy A71 mengusung tampilan glossy dengan motif potongan berlian. Sementara penerusnya mengadopsi tampilan saudaranya,Galaxy S21.


Lapisan belakang Galaxy A72 berlapis matte. Tidak saja membuat nyaman saat digenggam, permukaannya pun bebas noda sidik jari.


Perubahan lainnya terlihat pada kamera belakang. Selain lebih memanjang, modul kamera Galaxy A72 dibuat menyatu dengan warna cangkang belakang.


Bobot Galaxy A71 lebih ringan. Mungkin karena Samsung meningkatkan kapasitas baterai sehingga membuat sang penerus sedikit lebih berat.


Bila Galaxy A71 hadir dalam pilihan Prism Crush Black, Prism Crush Silver, Prism Crush Blue dan Prism Crush Pink. Galaxy A72 punya opsi Awesome Black, Awesome White, Awesome Violet, Awesome Blue.


2. Layar

Diagonal layar Galaxy A72 dan A71 sama-sama 6,7 inch. Panel yang digunakan juga Super AMOLED Full HD+.


Perbedaannya hanya pada refresh rate yang ditingkatkan dari 60Hz menjadi 90 Hz. Pelindung layar pun diganti dari Gorilla Glass 3 menjadi versi 5.

https://tendabiru21.net/movies/the-youth/

NASA-SpaceX Sepakat Cegah Tabrakan Satelit Starlink

  NASA menerbitkan kesepakatan dengan SpaceX di bawah mandat Undang-Undang Antariksa. Kesepakatan tersebut memungkinkan NASA dan SpaceX bekerja sama untuk mencegah terjadinya tabrakan satelit internet Starlink.

Badan antariksa nasional AS ini memang memiliki seperangkat pedoman standar seputar apa yang disebut "Penilaian Konjungsi," yang pada dasarnya untuk menentukan risiko bahwa pendekatan antara objek di ruang angkasa mungkin terjadi, dan pada gilirannya berpotensi mengakibatkan tabrakan. Penilaian ini menentukan kapan dan di mana sesuatu terbang.


Karenanya, NASA tak akan membiarkan siapa saja meluncurkan apa pun ke luar angkasa tanpa menghubunginya, karena NASA harus mengetahui tentang potensi dampak terhadap asetnya sendiri di orbit, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


Dikutip dari Tech Crunch, kesepakatan di antara NASA dan SpaceX secara efektif menjelaskan hal tersebut, karena SpaceX mengoperasikan Starlink, yang merupakan konstelasi terbesar yang ada di orbit pesawat ruang angkasa. Perlu ada kemitraan berkelanjutan yang lebih dalam antara NASA dan SpaceX untuk menghindari terjadinya konjungsi.


Perjanjian tersebut menguraikan cara-cara berbagi informasi antara NASA dan SpaceX. Misalnya, NASA akan memberikan info rinci dan akurat tentang misi yang direncanakan sebelumnya ke SpaceX sehingga mereka dapat menggunakannya untuk memprogram tindakan penghindaran otomatis Starlink dengan benar setiap kali misi terjadi.


Mereka juga akan bekerja secara langsung dengan SpaceX dalam meningkatkan kemampuannya menilai dan menghindari insiden apa pun, dan akan memberikan dukungan teknis tentang bagaimana SpaceX dapat mengurangi "kecerahan fotometrik" atau reflektifitas pesawat luar angkasa Starlink dengan lebih baik.


Sementara itu, SpaceX akan bertanggung jawab memastikan satelit Starlink-nya bisa "mengelak" untuk mengurangi pendekatan jarak dekat dan menghindari tabrakan dengan semua aset NASA.


Poin penting lainnya dalam perjanjian tersebut adalah bahwa rencana SpaceX Starlink diluncurkan harus berada minimal 5 km di atas atau di bawah titik tertinggi dan terendah dari orbit Stasiun Luar Angkasa Internasional saat mengelilingi Bumi. Terakhir, SpaceX juga diharapkan membagikan analisisnya sendiri tentang keefektifan teknik peredupan satelitnya, sehingga NASA dapat menyesuaikan panduannya sendiri tentang subjek tersebut.


Cara NASA menyusun dokumen kesepakatan ini juga membuka kemungkinan bahwa ia dapat menggunakannya kembali untuk operator konstelasi lainnya, mengingat jumlah perusahaan yang memenuhi ruang orbit rendah Bumi nantinya akan meningkat.

https://tendabiru21.net/movies/the-last-starfighter/


Tianwen-1, Wujud Ambisi China ke Planet Merah


China berambisi menyusul Amerika Serikat dalam misi antariksanya ke Planet Mars. Setelah menempuh perjalanan selama 7 bulan, Tianwen-1 akhirnya berhasil mencapai orbit Planet Merah tersebut.

Persaingan teknologi eksplorasi ruang angkasa semakin memuncak. Bersaing dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab, China melaksanakan ekspedisi ke Mars dengan wahana antariksa yang diberi nama Tianwen-1. Tianwen-1 berhasil mencapai orbit Planet Mars pada 11 Februari silam.


Sebagai bentuk perlombaan dominasi ruang angkasa, China tidak tanggung-tanggung. Tianwen-1 yang terdiri atas robot pengorbit (orbiter), penjelajah (rover), pendarat (lander), dan deployable camera tidak hanya sekadar berlalu-lalang di orbit, melainkan akan mendarat langsung ke permukaan Mars.


Melansir Space.com, Minggu (21/3/2021) estimasi pendaratan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang di area bernama Utopia Planitia, sebuah cekungan benturan besar Utopia Planitia, di sebelah selatan lokasi pendaratan Viking 2 NASA. Badan antariksa China mengungkapkan Tianwen-1 telah memasuki orbit di sekitar Mars dengan posisi sekitar 280km dari permukaan Planet Mars.

https://tendabiru21.net/movies/fireman-sam-heroes-of-the-storm/