Selasa, 23 Maret 2021

Apple Dituding Eksploitasi Developer Kecil

 Developer aplikasi FlickType menuding Apple mengeksploitasi developer kecil dengan membiarkan banyak aplikasi tiruan berkeliaran.

FlickType adalah aplikasi keyboard QWERTY untuk Apple Watch, dan menurut Kosta Eleftheriou -- developer-nya, Apple membiarkan aplikasi tiruan FlickType beredar di App Store.


Aplikasi tiruan tersebut menurut Eleftheriou fungsinya tidak sebaik FlickType, bahkan di beberapa kasus, sama sekali tidak berfungsi. Namun aplikasi tiruannya dibiarkan berkeliaran, bahkan popularitasnya meroket karena memanfaatkan iklan dan ulasan palsu.


Alhasil pemasukan FlickType, menurut Eleftheriou, malah menurun, juga peringkatnya di App Store yang kalah dibanding aplikasi tiruan. Menurutnya Apple memang sudah mulai merazia aplikasi palsu, namun usaha tersebut dianggap masih kurang.


Kini Eleftheriou pun bergabung dengan sejumlah politisi, konsumen, perusahaan teknologi, dan pihak lain, yang menuding Apple melakukan monopoli lewat App Store, yang didesain untuk 'memeras' konsumen agar membayar lebih mahal untuk aplikasi.

https://movieon28.com/movies/hello-my-dolly-girlfriend/


Eleftheriou pun mengaku pernah didekati Randy Marsden, Head of Mobile Keyboard Technology di Apple, yang mau mengakuisisi FlickType, agar bisa dimasukkan dalam QWERTY native untuk Apple Watch.


Namun tawaran tersebut ditolak oleh Eleftheriou, dan Marsden kemudian membuat Swype. Tak cuma itu, Apple pun kemudian menolak untuk menghapus aplikasi tiruan dan penipuan dari App Store.


Dalam gugatannya, Eleftheriou menuding Apple menganggap ia bakal menyerah dan menjual FlickType dengan harga murah jika aplikasi tiruannya dibiarkan berkeliaran. Bahkan Apple pun sempat ditendang dari App Store dan menolak varian lain dari FlickType yang punya fitur tambahan.


Dalam nota penolakan Apple, FlickType dianggap mengubah Apple Watch menjadi sebuah keyboard, sesuatu yang bukan menjadi tujuan awal dibuatnya Apple Watch, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Jumat (19/3/2021).


Pada waktu bersamaan, Apple mengizinkan aplikasi bernama Shift Keyboard dirilis di App Store. Akhirnya setelah beberapa bulan bernegosiasi, FlickType diizinkan kembali hadir di App Store. Namun dalam rentang waktu tersebut Apple dianggap merugikan FlickType.


FlickType sendiri sebenarnya sempat menjadi aplikasi berbayar paling populer di App Store, dengan pemasukan mencapai USD 130 ribu pada bulan pertamanya. Namun popularitasnya terus merosot karena banyak aplikasi tiruannya di App Store, dan aplikasi-aplikasi tersebut menggunakan cara curang untuk mengalahkan popularitas FlickType.


"Apple tidak melakukan apa pun mengenai hal ini selain membuat peraturan yang melarang kompetisi tidak adil seperti ini," tulis Eleftheriou dalam gugatannya.


Eleftheriou adalah developer veteran untuk aplikasi keyboard. Sebelumnya ia terlibat dalam pembuatan keyboard Fleyksy, yang tercatat sebagai keyboard untuk pengetikan tercepat di layar sentuh.


Tim pengembang Fleksy kemudian dijual ke Pinterest, namun Eleftheriou tak ikut di dalamnya. Ia menolak untuk pindah dan tak mendapat kompensasi senilai jutaan dolar, dan memilih untuk mengembangkan keyboard Apple Watch yang pertama.

https://movieon28.com/movies/getting-naked-a-burlesque-story/

Dor! Tim Esports Telkomsel Juarai Call of Duty Mobile

 Tim esports Telkomsel, DG Esports yang dinaungi Dunia Games mencatatkan hasil gemilang usai menjadi juara di kompetisi Call of Duty Mobile (CODM) Major Series 4 yang digelar Garena Indonesia.

DG Esports mampu jadi nomor wahid secara dua tahun berturut-turut. Kesuksesan tim esports tersebut menjadi momentum Telkomsel dalam memajukan ekosistem olahraga elektronik ini di Indonesia lewat Dunia Games.


Sebagai informasi, melalui Dunia Games, Telkomsel mengembangkan industri esports dengan menyelenggarakan kompetisi sampai merilis game, seperti Rise of Nowlin, Lord of Estera, ShellFire, Kolak Games Express, dan yang terbaru adalah Three Kingdoms: Quest of Infinity.


Di CODM Major Series 4, DG Esports tampil dominan sepanjang kompetisi dengan menyapu bersih tiap pertandingan dengan kemenangan, hingga akhirnya berhasil mengalahkan Rimo Sadewa di partai puncak dengan skor 3-0. Sebelumnya, pada tahun lalu, DG Esports sukses menjadi kampiun dalam CODM Major Series 3 yang diikuti oleh lebih dari 800 tim dari berbagai daerah di Indonesia.

https://movieon28.com/movies/for-a-few-bullets/


Keberhasilan DG Esports menjuarai CODM Major Series dua musim berturut-turut mengantarkan tim tersebut untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi CODM tingkat regional yang diselenggarakan oleh Garena di 2020 dan 2021.


Di tahun ini, dengan kemenangan di CODM Master Series 4, tim DG Esports menjadi delegasi Indonesia dalam ajang CODM Garena Invitational (CGI) 2021 yang diselenggarakan pada 19-21 Maret dan 26-28 Maret untuk Group Stage dan 3-4 April untuk Grand Final.


Tim DG Esports yang mewakili Indonesia akan bersaing ketat dengan perwakilan tim dari negara lain seperti Filipina, Thailand, Singapura, Malaysia dan Taiwan untuk menjadi tim yang terbaik dan memenangkan CODM Garena Invitational (CGI) 2021


Prestasi yang direngkuh DG Esports tidak terlepas dari kemampuan tim tersebut. Tim DG Esports untuk divisi CODM terdiri dari DG Zeze, DG Venom, DG Jetsky, DG Clove, DG Zen, dan DG Ehann. Menariknya, sejumlah personel masih aktif sebagai pelajar dan mahasiswa.


DG Venom dan DG Clove saat ini berstatus sebagai siswa SMA, sedangkan DG Ehann dan DG Zeze tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Fakta tersebut seakan menunjukkan aktivitas mereka sebagai atlet esports profesional dapat berjalan seiringan dengan kegiatan pendidikan.


VP Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana menuturkan industri kreatif seperti mobile gaming adalah hal yang saat ini berkaitan erat dengan generasi muda, Telkomsel melalui Dunia Games berkomitmen untuk terus mengutamakan pengembangan industri kreatif yang positif di berbagai inisiatifnya.


"Dalam hal ini dimulai dari menaungi dan membina DG Esports hingga menjalankan berbagai kompetisi esports secara nasional maupun internasional," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.


Ke depannya, disampaikan Nirwan, Telkomsel membuka lebih banyak peluang bagi para pegiat esports di Indonesia untuk bersama-sama memajukan ekosistem esports dengan tetap mengedepankan hak dan kewajiban setiap insan untuk dapat terus mengembangkan potensi diri melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna.


"Hal tersebut pun sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital dengan menjadikan esports sebagai bagian dari gaya hidup digital yang dapat mengakselerasikan prestasi generasi muda," ungkap Nirwan.

https://movieon28.com/movies/the-devil-all-the-time/