Minggu, 21 Maret 2021

Beragam Prediksi Herd Immunity, Jadinya Kapan Indonesia Bebas Corona?

 Salah satu upaya yang tengah dijalankan oleh pemerintah untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity adalah melalui vaksinasi COVID-19. Pasalnya, ketika sebanyak 70 persen atau sekitar 180 juta masyarakat di Indonesia telah divaksin dan memiliki antibodi terhadap COVID-19, virus Corona di Indonesia dipercaya dapat segera diatasi.

Terkait hal tersebut, muncul beragam prediksi atau perhitungan mengenai kapan herd immunity di Indonesia akan tercapai. Berikut berbagai perhitungannya.


1. Perhitungan Eijkman

Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, herd immunity bisa terjadi kapan saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kapan herd immunity dapat segera tercapai di Indonesia, salah satunya adalah terkait efikasi vaksin Corona serta berapa lama proteksi yang didapat pasca vaksinasi.


Prof Amin memperkirakan herd immunity di Indonesia belum bisa terbentuk di tahun 2022, mengingat saat ini ketersediaan vaksin dan pemberiannya dianggap cukup lambat. Target 1 juta vaksinasi COVID-19 per harinya pun masih belum bisa tercapai.


2. Perhitungan Kepala Bappenas

Berbeda dengan perhitungan Eijkman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memprediksi bahwa Indonesia akan segera mencapai herd immunity sebesar 70 persen pada Maret 2022, yakni terhitung 15 bulan usai vaksinasi COVID-19. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, menurutnya, hal tersebut mungkin tercapai lantaran Indonesia telah memulai vaksinasi virus Corona sejak Januari 2021 lalu.

https://tendabiru21.net/movies/zharfa/


3. Perhitungan Katadata

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Nazmi Haddyat Tamara, research and data analyst dari Katadata Insight Center, target 70 persen vaksinasi di Indonesia akan tercapai pada Mei 2025. Hal tersebut dihitung dari kecepatan vaksinasi yang saat ini sedang berjalan.


Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengatakan bahwa jika Indonesia ingin mencapai herd immunity di tahun 2022, maka dosis vaksin yang diberikan minimal harus 1 juta dosis setiap harinya. Menurut Laura, vaksinasi yang saat ini berlangsung masih jauh dari target pemerintah untuk dapat merampungkan vaksinasi selama 1 tahun.


4. Perhitungan Menteri Kesehatan

Sama dengan Bappenas, Menteri Kesehatan Budi Gunandi Sadikin, mengatakan Indonesia diharapkan dapat mencapai kekebalan kelompok pada Maret 2022. Hanya saja, ia juga menyebut bahwa target tersebut akan tercapai tergantung dengan ketersediaan vaksin yang ada hingga saat ini. Budi turut mengungkap bahwa penentuan kelompok masyarakat dalam vaksinasi tahap 1 dan 2 tentunya bertujuan untuk mencapai herd immunity dengan harapan bisa segera dipercepat hingga 2021.


5. Perhitungan FKM UI

Tim riset Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyebut wabah COVID-19 di Indonesia dapat segera terkendali pada September 2021. Menurut perhitungan TIM FKM UI, cakupan vaksinasi yang diperlukan harus mencapai 70.980.000 orang, dengan jumlah vaksinasi 930 ribu suntikan per hari.


Lebih lanjut, FKM UI memberikan perkiraan wabah Corona di Indonesia bisa dikendalikan lebih cepat dari September 2021 jika pemerintah menggunakan tambahan vaksin seperti Pfizer, AstraZeneca, hingga Novanax dengan efikasi vaksin lebih tinggi.


6. Perhitungan Bloomberg

Dalam perhitungan yang dilakukan oleh Bloomberg, Indonesia membutuhkan waktu selama 10 tahun untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, yakni saat 75 persen dari populasi sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19. Perkiraan tersebut berdasarkan rata-rata vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang hanya sebanyak 64.187 dosis per hari.

https://tendabiru21.net/movies/susi-susanti-love-all/


Imbas Gelombang Baru dan 'Varian Raja', Corona Ngegas Lagi di Negara Ini

 Usai sempat mereda, sejumlah negara di Asia harus kembali menghadapi lonjakan hingga gelombang baru COVID-19. Ada yang harus berjuang melawan 'varian raja' B1351 asal Afrika Selatan yang memicu penularan lebih cepat.

Negara-negara ini terpaksa kembali lockdown imbas gelombang baru COVID-19. Mana saja? Berikut daftar negaranya di Asia.


1. India

India sempat mengalami penurunan kasus selama berminggu-minggu. Namun, lonjakan COVID-19 kembali terjadi, per Sabtu (20/3/2021), ada 40.593 kasus COVID-19 yang tercatat, tertinggi sejak empat bulan lalu.


Angka kasus kematian Corona di India bertambah 188, sehingga totalnya menjadi 159.404 orang. Catatan ini menunjukkan India menjadi salah satu negara paling terdampak COVID-19 di dunia selain Amerika Serikat dan Brasil.


Beberapa wilayah di India kembali lockdown, sejumlah restoran kembali ditutup. Dokter di India menyebut gelombang baru COVID-19 muncul akibat banyak dari mereka sudah tak lagi menerapkan protokol kesehatan.


Negara dengan populasi 112 juta orang telah memberlakukan lockdown di beberapa distrik dan membatasi bioskop, hotel, dan restoran hingga akhir bulan.


Kepala Menteri Uddhav Thackeray memperingatkan bahwa penguncian yang lebih luas adalah sebuah opsi, menurut media lokal.

Peningkatan kasus COVID-19 India mencapai puncaknya hampir 100.000 per hari pada bulan September, dan terus menurun hingga akhir bulan lalu, demikian lapor Reuters.


2. Filipina

Masuknya varian Corona 'raja' ke Filipina membuat negara mereka kembali menghadapi gelombang baru COVID-19. Filipina, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 dan kematian tertinggi kedua di Asia Tenggara, menghadapi gelombang infeksi baru, dengan hampir 20.000 kasus baru dilaporkan dalam empat hari terakhir.


Pejabat kesehatan Filipina mendeteksi 46 kasus varian COVID-19 Inggris baru (B117), dan 62 lebih banyak kasus varian Afrika Selatan 'varian raja B1351', dan 6 kasus varian baru yang ditemukan di Filipina.


"Kasus tambahan ini ada di antara 150 sampel yang sebagian besar terdiri dari sampel laboratorium Wilayah Ibu Kota Nasional. Informasi kasus dengan varian ini sedang diselidiki dan diverifikasi," kata departemen kesehatan Filipina (DOH), dikutip dari Arab News.

https://tendabiru21.net/movies/ku-tak-percaya-kamu-mati/


Beragam Prediksi Herd Immunity, Jadinya Kapan Indonesia Bebas Corona?


Salah satu upaya yang tengah dijalankan oleh pemerintah untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity adalah melalui vaksinasi COVID-19. Pasalnya, ketika sebanyak 70 persen atau sekitar 180 juta masyarakat di Indonesia telah divaksin dan memiliki antibodi terhadap COVID-19, virus Corona di Indonesia dipercaya dapat segera diatasi.

Terkait hal tersebut, muncul beragam prediksi atau perhitungan mengenai kapan herd immunity di Indonesia akan tercapai. Berikut berbagai perhitungannya.


1. Perhitungan Eijkman

Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, herd immunity bisa terjadi kapan saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kapan herd immunity dapat segera tercapai di Indonesia, salah satunya adalah terkait efikasi vaksin Corona serta berapa lama proteksi yang didapat pasca vaksinasi.


Prof Amin memperkirakan herd immunity di Indonesia belum bisa terbentuk di tahun 2022, mengingat saat ini ketersediaan vaksin dan pemberiannya dianggap cukup lambat. Target 1 juta vaksinasi COVID-19 per harinya pun masih belum bisa tercapai.


2. Perhitungan Kepala Bappenas

Berbeda dengan perhitungan Eijkman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memprediksi bahwa Indonesia akan segera mencapai herd immunity sebesar 70 persen pada Maret 2022, yakni terhitung 15 bulan usai vaksinasi COVID-19. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, menurutnya, hal tersebut mungkin tercapai lantaran Indonesia telah memulai vaksinasi virus Corona sejak Januari 2021 lalu.

https://tendabiru21.net/movies/ticket-coffee-shop-2/