Jumat, 19 Maret 2021

Deretan Negara Eropa yang Lanjutkan Lagi Vaksin AstraZeneca

 Otoritas pengawas obat di Uni Eropa menyatakan belum lama ini menyatakan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca membawa manfaat yang lebih besar daripada risikonya.

Kesimpulan ini diambil oleh European Medicines Agency (EMA) setelah penyelidikan terhadap 30 kasus pembekuan darah setelah vaksinasi yang tidak biasa. Meski demikian, pihaknya mengataknakan keterkaitan vaksin dan pembekuan darah tidak bisa dikesampingkan.


"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif. Jika itu saya, saya akan divaksinasi besok," kata direktur EMA Emer Cooke dalam sebuah pengarahan.


Selang beberapa jam setelah pengumuman tersebut, negara-negara Eropa mulai menghentikan penangguhan dan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Berikut 4 di antaranya.


1. Jerman

Menteri Kesehatan Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca mulai Jumat. Prancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca, dengan Perdana Menteri Jean Castex yang akan menerima suntikan itu sendiri pada Jumat sore.


2. Italia

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan Italia akan melakukan hal yang sama, dan prioritas pemerintahnya tetap untuk memvaksinasi sebanyak mungkin orang secepat mungkin.


3. Spanyol

Otoritas Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali penggunaan vaksin AstraZeneca, sementara Siprus, Latvia dan Lithuania mengatakan mereka akan memulai kembali pemberian vaksin.


4. Belanda

Menteri Kesehatan Belanda juga mengatakan negara tersebut akan melanjutkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca minggu depan.

https://indomovie28.net/movies/swandown/


3 Hal Simpel Ini Bisa Buat Kulit Sehat dan Glowing dengan Murah


Kulit sehat dan glowing adalah dambaan setiap orang, terutama kaum hawa. Banyak orang rela menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk melakukan perawatan kulit atau wajah.

Tapi ada kabar baik dari dokter spesialis kulit Arthur Simon yang menjelaskan glowing tidak harus selalu bikin dompet jebol. " Minimalisnya adalah cuci muka, sunscreen, dan pelembab," tuturnya dalam e-Life.


Arthur menjelaskan tentang sabun pembersih muka yang mengandung scrub. Dia mewanti-wanti scrub bisa menyebabkan iritasi jika digunakan berlebihan.


"Jika digunakan dengan tepat bisa mengangkat sel kulit mati. Jadi seperti amplas ya," katanya.


Arthur menyarankan penggunaan krim pelembab mengandung AHA. Kandungan AHA ini bisa membantu melunturkan lem yang biasanya membuat kulit mati menempel.


"Dengan penggunaan krim mengandung AHA, dia akan membuat lem lebih mudah luntur akhirnya kulit matinya lebih mudah copot," paparnya.


DKI-Jabar Nihil, Ini Daftar Terbaru 12 Zona Merah COVID-19 di Indonesia


Satgas Penanganan COVID-19 secara berkala memperbarui perkembangan peta zona risiko penularan COVID-19 di Indonesia. Zona risiko tinggi atau zona merah di Indonesia mengalami penurunan yang cukup tinggi di pekan ini.

Dalam data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, total kasus COVID-19 di Indonesia per Kamis sore, 18 Maret 2021 mencapai 1.443.853 orang. Sebanyak 1.272.958 di antaranya sembuh dan 39.142 lainnya meninggal dunia.


Jika sebelumnya DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi provinsi 'langganan' zona merah, kini tak ada satupun di wilayah tersebut yang terdampak. Meski demikian, per Kamis, wilayah DKI dan Jabar masih menjadi provinsi yang mencatatkan kasus Corona tertinggi yakni 1.719 kasus di DKI dan 1.261 di Jabar.


Pengkodean atau pemberian warna zona di berbagai wilayah ini dimaksudkan untuk mengelompokkan daerah yang terkena dampak pandemi Corona. Meski hanya sebagai simbol, warna zona ini juga berguna sebagai pengkodean khusus untuk menentukan jumlah kasus infeksi di berbagai wilayah.


Berikut ini data zona merah per 19 Maret 2021:

Nusa Tenggara Timur

- Kupang

- Kota Kupang


Jawa Tengah

- Cilacap

- Banyumas

- Wonosobo

- Wonogiri

- Rembang

- Kota Surakarta

https://indomovie28.net/movies/the-late-bloomer/

Kabar Baik! Reinfeksi Corona Jarang Terjadi, Antibodi Bertahan Berbulan-bulan

 Para ahli mengungkap mayoritas orang yang pernah terjangkit COVID-19 membentuk antibodi setidaknya selama enam bulan setelah dinyatakan pulih. Penelitian tersebut juga menyebut kasus reinfeksi COVID-19 jarang terjadi.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis bergengsi The Lancet menemukan hanya 0,65 persen pasien COVID-19 yang dinyatakan reinfeksi atau positif Corona dua kali. Dalam penelitian yang dilakukan pada populasi Denmark ini memperlihatkan kasus reinfeksi COVID-19 jarang terjadi pada kaum muda.


Hanya saja, orang yang berusia 65 tahun ke atas hanya memiliki perlindungan sebanyak 47 persen terhadap reinfeksi, sangat rendah dibandingkan kelompok muda yakni 80 persen.


"Infeksi ulang COVID-19 jarang terjadi pada orang yang lebih muda dan sehat, tetapi orang tua berisiko lebih besar untuk tertular lagi," kata Steen Ethelberg dari Statens Serum Institut Denmark, dikutip dari Reuters.


"Karena orang tua juga lebih mungkin mengalami gejala penyakit parah, dan sayangnya meninggal, temuan kami menjelaskan betapa pentingnya menerapkan kebijakan untuk melindungi orang tua selama pandemi," lanjutnya.


Para penulis penelitian tidak menemukan bukti bahwa perlindungan terhadap infeksi ulang menurun selama enam bulan, tetapi mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk menilai perlindungan terhadap infeksi ulang dari varian virus Corona.


Temuan ini juga menunjukkan bahwa orang yang telah pulih dari COVID-19 harus mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin virus corona untuk meningkatkan tingkat perlindungannya.


Data yang dianalisis dikumpulkan melalui strategi pengujian nasional Denmark, di mana 69 persen populasi, atau 4 juta orang, diuji selama tahun 2020.


Para ahli mengingatkan bahwa reinfeksi COVID-19 belum tentu merupakan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Infeksi kedua bisa jadi jauh lebih tidak berbahaya dibandingkan yang pertama.

https://indomovie28.net/movies/puberty-blues/


Deretan Negara Eropa yang Lanjutkan Lagi Vaksin AstraZeneca


Otoritas pengawas obat di Uni Eropa menyatakan belum lama ini menyatakan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca membawa manfaat yang lebih besar daripada risikonya.

Kesimpulan ini diambil oleh European Medicines Agency (EMA) setelah penyelidikan terhadap 30 kasus pembekuan darah setelah vaksinasi yang tidak biasa. Meski demikian, pihaknya mengataknakan keterkaitan vaksin dan pembekuan darah tidak bisa dikesampingkan.


"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif. Jika itu saya, saya akan divaksinasi besok," kata direktur EMA Emer Cooke dalam sebuah pengarahan.


Selang beberapa jam setelah pengumuman tersebut, negara-negara Eropa mulai menghentikan penangguhan dan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Berikut 4 di antaranya.


1. Jerman

Menteri Kesehatan Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca mulai Jumat. Prancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca, dengan Perdana Menteri Jean Castex yang akan menerima suntikan itu sendiri pada Jumat sore.


2. Italia

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan Italia akan melakukan hal yang sama, dan prioritas pemerintahnya tetap untuk memvaksinasi sebanyak mungkin orang secepat mungkin.


3. Spanyol

Otoritas Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali penggunaan vaksin AstraZeneca, sementara Siprus, Latvia dan Lithuania mengatakan mereka akan memulai kembali pemberian vaksin.


4. Belanda

Menteri Kesehatan Belanda juga mengatakan negara tersebut akan melanjutkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca minggu depan.

https://indomovie28.net/movies/the-party-2/