Jumat, 19 Maret 2021

Lanjut! Jerman-Prancis Sudahi Penangguhan Vaksin AstraZeneca

 Sejumlah negara Eropa menangguhkan vaksin AstraZeneca menyusul beberapa laporan pembekuan darah setelah penyuntikan. Setelah memastikan vaksin asal Inggris ini aman, sebagian dari negara-negara tersebut mulai melanjutkan kembali vaksinasi.

Di antaranya adalah Jerman dan Prancis. Keputusan untuk melanjutkan ini menyusul pernyataan otoritas Inggris dan Uni Eropa bahwa manfaat vaksin lebih besar dari risikonya.


Kesimpulan ini diambil setelah badan obat Eropa EMA menyusul menginvestigasi 30 kasus gangguan pembekuan darah yang tidak biasa. Meski begitu, keterkaitan dengan penyuntikan vaksin tidak benar-benar bisa dikesampingkan.


"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif," tegas direktur EMA Emer Cooke, dikutip dari Reuters, Jumat (19/3/2021).


Dalam waktu dekat, Jerman akan memulai lagi penyuntikan vaksin AstraZeneca. Demikian juga Prancis, perdana menteri Jean Castex mengatakan akan menjadi yang pertama disuntik usai penangguhan ini dicabut.


Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan kajian terhadap vaksin AstraZeneca. Selama proses kajian, penggunaan vaksin ini tidak dianjurkan.

https://indomovie28.net/movies/actress-sex-scandal-2/


Jangan Lengah! Perhatikan 5 Hal Ini untuk Cegah Corona di Kantor


Setahun sudah pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Berbagai kebijakan pun telah dilakukan guna menekan kasus COVID-19, salah satunya melalui vaksinasi.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Hal ini mengingat penyebaran COVID-19 dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan kerja.


Nah, bagi Anda yang saat ini sudah menjalani working from office (WFO), pastikan untuk memperhatikan protokol kesehatan saat bekerja. Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut langkah-langkah menjalani WFO yang aman selama pandemi.


1. Gunakan Masker


Menggunakan masker selama WFO menjadi salah satu cara melindungi diri dan rekan kerja dari penyebaran virus COVID-19 di area kantor. Penggunaan masker akan menahan droplet, aerosol dan airbone yang dapat dikeluarkan saat berbicara, batuk, bersin dan lainnya.


Pasalnya, ketiganya dapat menjadi media penularan COVID-19. Saat menggunakan masker, pastikan Anda memilih masker yang aman dan nyaman.


2. Hindari Transportasi Umum


Saat pergi ke kantor, ada baiknya Anda menghindari naik transportasi umum. Pasalnya, transportasi umum berpotensi memunculkan kerumunan sehingga lebih berisiko adanya penyebaran virus. Anda bisa menggunakan transportasi yang meminimalkan kontak dengan orang lain seperti sepeda motor, mobil pribadi atau sepeda. Namun jika harus menggunakan transportasi umum, sebaiknya pastikan tidak dalam keadaan ramai atau padat.

https://indomovie28.net/movies/3-pilihan-hidup/

Biden: AS Capai Target 100 Juta Dosis Vaksin, Sehari 2-3 Juta Dosis

 Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa targetnya untuk memberikan 100 juta dosis vaksin Corona dalam 100 hari pertamanya akan tercapai pada hari Jumat (19/3) waktu setempat, jauh lebih cepat dari target awal yang ditetapkan.

"Saya bangga mengumumkan bahwa besok, 58 hari sejak saya menjabat, kami akan mencapai tujuan saya untuk memberikan 100 juta vaksin kepada warga Amerika," katanya dalam pidato di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (19/3/2021).


Ketika Biden menjabat pada 20 Januari lalu, program ini dilakukan untuk menghentikan pandemi virus Corona melalui vaksinasi nasional.


Biden awalnya mengatakan dia ingin 100 juta dosis diberikan dalam 100 hari tetapi setelah mencapai target itu lebih cepat, dia mengatakan akan mengumumkan target baru minggu depan.


"Delapan minggu lalu, hanya delapan persen lansia - mereka yang paling rentan terhadap COVID-19 - telah menerima vaksinasi. Saat ini, 65 persen orang berusia 65 tahun atau lebih telah menerima setidaknya satu suntikan," katanya.


"Itu kuncinya, karena ini adalah populasi yang mewakili 80 persen dari lebih dari 500.000 kematian akibat COVID-19 yang terjadi di Amerika." imbuhnya.


Meskipun awalnya ada keraguan untuk mencapai target suntikan satu juta dosis vaksin sehari, tenaga kesehatan AS kini bahkan menyuntikkan antara dua hingga tiga juta dosis vaksin setiap hari.


Peluncuran vaksin yang semakin cepat sejalan dengan penurunan tingkat infeksi, yang mengarah pada optimisme bahwa ekonomi terbesar dunia itu sedang menuju pemulihan.


"Ini adalah waktu untuk optimis, tetapi ini bukan waktunya untuk bersantai," kata Biden mengingatkan.


Sekarang bukan waktunya untuk lengah. Dalam seminggu terakhir, kita telah melihat peningkatan jumlah kasus di beberapa negara bagian. Para ilmuwan telah menjelaskan bahwa keadaan mungkin menjadi lebih buruk ketika varian baru dari virus ini menyebar," imbuh Biden.


Sementara itu, mantan presiden Donald Trump menyerukan para pendukungnya, salah satu kelompok penentang vaksin terbesar, untuk menerima suntikan vaksin dan mengatakan "ini adalah vaksin yang hebat, ini adalah vaksin yang aman."


Karena produksi vaksin yang berlebih di Amerika Serikat, pemerintahan Biden berencana akan mengirim kelebihan vaksin AstraZeneca ke negara tetangga seperti Meksiko dan Kanada.


Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan bahwa 2,5 juta dosis vaksin sedang disiapkan untuk Meksiko dan 1,5 juta dosis untuk Kanada. Sebanyak tujuh juta dosis akan distok. Namun, Psaki tidak menjelaskan kapan akan memberikan vaksin tersebut.


"Prioritas pertama kami tetap memvaksinasi penduduk AS," katanya, seraya menambahkan bahwa "kenyataannya pandemi tidak mengenal batas."

https://indomovie28.net/movies/third-person/


Lanjut! Jerman-Prancis Sudahi Penangguhan Vaksin AstraZeneca


Sejumlah negara Eropa menangguhkan vaksin AstraZeneca menyusul beberapa laporan pembekuan darah setelah penyuntikan. Setelah memastikan vaksin asal Inggris ini aman, sebagian dari negara-negara tersebut mulai melanjutkan kembali vaksinasi.

Di antaranya adalah Jerman dan Prancis. Keputusan untuk melanjutkan ini menyusul pernyataan otoritas Inggris dan Uni Eropa bahwa manfaat vaksin lebih besar dari risikonya.


Kesimpulan ini diambil setelah badan obat Eropa EMA menyusul menginvestigasi 30 kasus gangguan pembekuan darah yang tidak biasa. Meski begitu, keterkaitan dengan penyuntikan vaksin tidak benar-benar bisa dikesampingkan.


"Ini adalah vaksin yang aman dan efektif," tegas direktur EMA Emer Cooke, dikutip dari Reuters, Jumat (19/3/2021).


Dalam waktu dekat, Jerman akan memulai lagi penyuntikan vaksin AstraZeneca. Demikian juga Prancis, perdana menteri Jean Castex mengatakan akan menjadi yang pertama disuntik usai penangguhan ini dicabut.


Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan kajian terhadap vaksin AstraZeneca. Selama proses kajian, penggunaan vaksin ini tidak dianjurkan.

https://indomovie28.net/movies/forever-4/