Kamis, 18 Maret 2021

Silakan Daftar, Ada Beasiswa Buat yang Mau Jadi Back-end Developer

 Back-end developer banyak dicari bermacam perusahaan saat ini. Sedang terpikir menjadi back-end developer? Ada beasiswa buat persiapan kalian.

Berdasarkan laporan LinkedIn 2020 Emerging Jobs Report Indonesia, pekerjaan-pekerjaan baru (emerging jobs) dengan pertumbuhan permintaan tertinggi didorong oleh sektor teknologi informasi dan jasa.


Mengacu pada laporan tersebut, back-end developer menempati peringkat keenam dalam daftar top emerging jobs di Indonesia. Seorang back-end developer bertanggung jawab merancang sistem, membangun logika, dan mengelola data yang dibutuhkan oleh klien atau front-end dari sebuah aplikasi.


Karena tingginya permintaan dan dalam rangka meningkatkan jumlah dan kualifikasi back-end developer di Indonesia, Dicoding bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) meluncurkan "Back-end Developer Learning Path", yakni alur pembelajaran kurikulum back-end development yang disajikan secara komprehensif dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan akses dan pemahaman bagi developer di Indonesia.


Alur belajar ini juga dirancang untuk mempersiapkan peserta mengikuti dua sertifikasi AWS, yakni Certified Cloud Practitioner dan AWS Certified Solutions Architect-Associate.


"Kepiawaian back-end developer yang mumpuni sangat penting untuk mengawal transformasi digital di Indonesia. Kita seringkali melupakan bahwa kesiapan talenta digital di bidang back-end development adalah kunci untuk menyokong jumlah pengguna internet dan ragam kebutuhan mereka dalam perekonomian digital yang terus bertumbuh di Indonesia," ungkap CEO Dicoding Narenda Wicaksono lewat keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (15/3/2021).

https://movieon28.com/movies/tomorrow-is-forever/


Indonesia memiliki kebutuhan yang terus meningkat untuk talenta di bidang teknologi informasi guna mengakselerasi transformasi digital negeri ini. Mengacu pada laporan riset terbaru 2021 yang berjudul "Unlocking APAC's Digital Potential: Changing Digital Skill Needs and Policy Approaches", saat ini hanya 19% dari pekerja Indonesia yang memiliki keterampilan digital.


Dari angka tersebut, 59% pekerja digital Indonesia yang belum memiliki kemampuan di bidang komputasi awan (cloud computing) meyakini bahwa kemampuan tersebut akan menjadi penting untuk dikuasai pada tahun 2025.


Secara khusus, keterampilan tersebut mencakup penguasaan cloud architecture design, keamanan cyber, pemodelan data berskala besar (large-scale data modelling), pengembangan web/software/game, dan software operations support akan menjadi keahlian yang paling banyak dicari di Indonesia pada tahun 2025.


Karenanya, Country Manager Amazon Web Services Indonesia Gunawan Susanto menyambut gembira kolaborasi dengan Dicoding dalam memberikan materi pelatihan program ini. Harapannya, program ini dapat membantu talenta digital di Indonesia untuk mengembangkan keahlian mereka di bidang komputasi awan.


"Kami bekerja sama dengan Dicoding untuk membuat Back-end Developer Learning Path ini mudah diakses dan dipelajari oleh peserta dari seluruh penjuru negeri. Kurikulum ini tersedia secara penuh dalam bahasa Indonesia," sebutnya.


Back-end Developer Learning Path terdiri dari 6 kelas yaitu:


AWS Cloud Practitioner Essentials (Belajar AWS Dasar Cloud)

Belajar Dasar Pemrograman JavaScript

Belajar Membuat Aplikasi Back-End untuk Pemula

Architecting on AWS (Membangun Arsitektur AWS di Cloud)

Belajar Fundamental Aplikasi Back-End

Menjadi Back-End Developer Expert.

Alur pembelajaran ini menawarkan konten digital dengan sistem belajar mandiri untuk para developer agar mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka di bidang pengembangan back-end dan komputasi awan.

https://movieon28.com/movies/forever-3/

Impian Elon Musk Tinggal di Mars Disebut Khayalan Berbahaya

  Elon Musk telah lama bermimpi untuk membangun peradaban manusia di Planet Mars. Tapi impian Musk ini disebut sebagai khayalan yang berbahaya oleh ahli astrofisika asal Inggris Lord Martin Rees.

Seperti diketahui, Musk pertama kali menjabarkan mimpinya untuk membangun koloni di Mars pada tahun 2016. Baru-baru ini CEO SpaceX ini mengatakan kota mandiri di Mars bisa terbentuk tahun 2050 jika prosesnya dimulai lima tahun dari sekarang.


Rees, yang telah menjadi astronomer royal sejak tahun 1995, mengkritik cita-cita Musk saat berbicara dalam panel diskusi di World Government Summit di Dubai. Dalam panel tersebut ia juga berbicara dengan ahli astrofisika Amerika Serikat Neil deGrasse Tyson.


"Satu-satunya alasan manusia pergi ke luar angkasa adalah untuk petualangan. Untuk hidup di Mars tidak akan mudah. Mars memiliki lingkungan yang tidak bersahabat," kata Rees seperti dikutip dari Sky News, Senin (15/3/2021).


"Ide Elon Musk agar satu juta orang menetap di Mars adalah khayalan yang berbahaya. Hidup di Mars tidak lebih baik daripada tinggal di Kutub Selatan atau puncak Gunung Everest," sambungnya.


Tyson juga menambahkan dengan komentar senada. Menurutnya mengirimkan miliaran manusia ke Mars untuk menghindari bencana besar bukanlah sesuatu yang realistis dan lebih baik sumber dayanya digunakan untuk mencegah bencana besar terjadi di Bumi.


"Jauh lebih mudah membuat Bumi kembali menjadi Bumi daripada terraforming Mars," kata Tyson.


Terraforming adalah proses untuk mengubah atmosfer, temperatur atau topografi permukaan planet agar mirip seperti Bumi. Tapi cara ini tidak mudah dan membutuhkan sumber daya yang besar.


Analisis terbaru mengatakan terraforming Mars mungkin akan membutuhkan 3.500 hulu ledak nuklir setiap harinya agar bisa meningkatkan tekanan atmosfer Mars ke level yang ramah untuk manusia dan mencairkan es di permukaan untuk mengeluarkan karbondioksida.


Meski pesimis dengan impian Musk yang ingin tinggal di Mars, Tyson mengatakan eksplorasi luar angkasa merupakan sesuatu yang penting untuk selalu dikejar.


"Tidak ada kekuatan di Bumi sekuat eksplorasi luar angkasa yang mempengaruhi pikiran dan ambisi kita. Berpikir tentang masa depan adalah setengah dari apa yang mendorong masa depan," ucapnya.

https://movieon28.com/movies/forever-2/


Silakan Daftar, Ada Beasiswa Buat yang Mau Jadi Back-end Developer


Back-end developer banyak dicari bermacam perusahaan saat ini. Sedang terpikir menjadi back-end developer? Ada beasiswa buat persiapan kalian.

Berdasarkan laporan LinkedIn 2020 Emerging Jobs Report Indonesia, pekerjaan-pekerjaan baru (emerging jobs) dengan pertumbuhan permintaan tertinggi didorong oleh sektor teknologi informasi dan jasa.


Mengacu pada laporan tersebut, back-end developer menempati peringkat keenam dalam daftar top emerging jobs di Indonesia. Seorang back-end developer bertanggung jawab merancang sistem, membangun logika, dan mengelola data yang dibutuhkan oleh klien atau front-end dari sebuah aplikasi.


Karena tingginya permintaan dan dalam rangka meningkatkan jumlah dan kualifikasi back-end developer di Indonesia, Dicoding bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) meluncurkan "Back-end Developer Learning Path", yakni alur pembelajaran kurikulum back-end development yang disajikan secara komprehensif dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan akses dan pemahaman bagi developer di Indonesia.


Alur belajar ini juga dirancang untuk mempersiapkan peserta mengikuti dua sertifikasi AWS, yakni Certified Cloud Practitioner dan AWS Certified Solutions Architect-Associate.

https://movieon28.com/movies/live-forever-the-rise-and-fall-of-brit-pop/