Selasa, 16 Maret 2021

Main Medsos Harus Tahu Etika Dong!

 Sama seperti di dunia nyata, bertemu dengan orang yang tidak sopan di media sosial (medsos) memang sangat menyebalkan. Karenanya, sopan santun di dunia nyata juga berlaku di medsos.

Pengamat medsos dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, tidak bertemu langsung bahkan bisa menjadi anonim di medsos, bukan lantas membuat netizen bisa seenaknya berperilaku.


"Online dan offline sama (etikanya). Kadang pengguna akun anonim bisa hilang kesadaran bahwa ia mewakili dirinya. Mereka tidak merasa mewakili dirinya sendiri saat menggunakan medsos, apalagi akun anonim," kata Hariqo saat dihubungi detikINET, Sabtu (13/3/2021).


Disebutkannya, ada banyak penyebab netizen berperilaku negatif di medsos. Misalnya, menyebar hoax karena ingin menunjukkan posisinya di atas orang lain, baik secara kecerdasan, kekayaan, pendidikan, dan lain-lain.


"Ada juga yang termotivasi untuk mendapatkan perhatian dengan membuat konten yang tidak beretika dan mempostingnya di medsos, atau merasa diri lebih atau merasa paling, ini juga sering saya lihat di medsos, sehingga memunculkan bullying, kebencian, fanatisme, doxing, dan perilaku negatif lainnya," jelas Hariqo.


Tentu kita diberikan kebebasan untuk bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Namun bebas bukan berarti tanpa etika. Alangkah baiknya apabila kita mengetahui etika apa saja yang harus diperhatikan pada saat menggunakan medsos.


"Etika sangat penting dan berlaku universal di seluruh dunia. Hal kecil misalnya, menutup kamera saat guru memberikan pelajaran secara online bukanlah etika yang baik, dalam webinar internasional itu berlaku juga, demikian pula penggunaan email pribadi untuk bermacam urusan, menggunakan emoji dalam suasana duka, dan lain-lain," terang Hariqo.

https://tendabiru21.net/movies/emma-8/


Dia menambahkan, etika secara umum sebenarnya sudah dijelaskan dalam aturan penggunaan medsos (term of use) saat kita membuat sebuah akun. Namun kebanyakan orang tidak membacanya dan langsung klik "Setuju" (agree).


Hariqo mengatakan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di medsos bisa semakin bertambah seiring perkembangan etik di media sosial. Namun setidaknya, empat hal di bawah ini wajib menjadi pegangan:


1. Etika Berkomunikasi

Alangkah baiknya apabila sedang berkomunikasi secara online pun menggunakan bahasa yang sopan dengan siapapun pada saat kita berinteraksi.


Hindari penyebaran hoax dan konten negatif lainnya


Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya.


2. Menghargai karya orang lain

Saat menyebarkan konten baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain, biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi.


3. Selalu kroscek

Sering kita menemukan berita yang menjelekkan salah satu pihak di medsos, atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Karenanya, pengguna medsos dituntut lebih cerdas saat menangkap sebuah informasi. Selalu kroscek kembali apakah berita atau informasi tersebut valid atau tidak.


4. Jangan umbar informasi pribadi

Tidak perlu mengumbar informasi pribadi, terlebih lagi jika informasi tersebut rentan disalahgunakan, misalnya nomor telepon, alamat rumah, memamerkan paspor, dan lain-lain.

https://tendabiru21.net/movies/emma-7/

Senin, 15 Maret 2021

Agartha, Legenda Kota di Dalam Bumi Berisi Makhluk Asing

 Pembahasan mengenai kehidupan di luar Bumi sudah bukan topik yang asing lagi. Tapi bagaimana kalau kehidupan di dalam perut Bumi?

Agartha dipercaya merupakan sebuah kota atau kerajaan di dalam Bumi yang ditinggali oleh makhluk asing dengan peradaban maju. Legenda ini muncul karena pada zaman dulu, orang-orang percaya bahwa Bumi ini kopong dan berisi orang-orang dengan ras berbeda.


Penduduk Agartha dipercaya memiliki wujud yang sama dengan orang-orang di permukaan pada umumnya, namun mereka sudah menjadi manusia dengan kecerdasan sempurna. Kehidupan mereka pun lebih harmonis.


Agartha sendiri disebut-sebut kerap disinggung dalam beberapa ajaran agama, segelintir orang juga mempercayai adanya tempat tersembunyi yang berisi makhluk-makhluk. Ada yang percaya bangsa Agartha adalah Yakjuj Makjuj atau Gog Magog dalam ajaran Islam, Kristen dan Yahudi.


Nah dalam sains, kepercayaan ini seolah didukung oleh teori yang disebut 'hollow earth' atau Bumi yang kopong. Edmond Halley, seorang astronomer dan ahli geofisika, pada 1962 mencetuskan bahwa Bumi kemungkinan memiliki kedalaman 800 km dan terdiri dari dua cangkang bulat dan sebuah inti. Di antara lempeng tersebut terdapat ruang hampa, seperti ditulis New York Post, Jumat (12/3/2021).


Teori ini didukung oleh John Cleves Symmes Jr di abad ke-19. Symmes meyakini bahwa kutub utara dan selatan memiliki masing-masing lubang yang bisa mengantarkan manusia ke dalam Bumi, seperti disebut dalam artikel yang diulas Atlas Obscura.


Meski begitu, ajaran sains mementahkan teori tersebut. Peneliti geologi berdasarkan riset menyebut bahwa permukaan Bumi hingga ke inti berjarak 6.371 km. Bumi pun tidak serta merta kosong.


Walaupun penggalian Bumi tidak begitu dalam untuk bisa membuktikan secara detail mengenai isi di bawah permukaan Bumi, pada tahun 2013, peneliti geologi menemukan informasi yakni inti Bumi memiliki temperatur 6.000 derajat Celsius atau 1.000 derajat lebih panas dari permukaan Matahari.


Yang jadi pertanyaan, jika memang ada manusia yang bisa bertahan di inti Bumi yang super panas itu, pastinya kemampuan bertahan hidup mereka sangat luar biasa ya, detikers? Bagaimana menurutmu?

https://cinemamovie28.com/movies/love-nest/


Heboh Wanita Tampak Mengemudi di Atas Awan


 Seorang wanita menjadi viral di TikTok setelah ia tampak mengemudi mobil yang terbang melalui awan-awan. Bagaimana bisa?

Dalam videonya di TikTok, Hannah Colby yang berusia 22 tahun asal San Diego, California terlihat duduk menyetir di mobil Jeep-nya dengan latar belakang awan yang berak-arak.


Netizen menyebutnya mirip dengan salah satu adegan dari film Harry Potter and the Chamber of Secrets saat Harry dan Ron Weasley mengemudikan mobil terbang menuju Hogwarts. Adapun Hannah tentu tidak benar-benar melayang di atas awan.


Pada kenyataannya, awan yang terlihat di luar mobilnya sungguh ada, karena Hannah mengemudi di gunung Haleakala, Maui, Hawaii. Jalanan di sana memang bersanding dengan pemandangan awan sehingga terciptalah ilusi optik tersebut.


Seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Jumat (12/3/2021), video ilusi ini laris dilihat pemirsa di TikTok, di mana telah disaksikan lebih dari 7 juta kali. "Bagaimana bisa mobil ini terbang?" tulis sebuah komentar.

https://cinemamovie28.com/movies/hangman-3/