Jumat, 12 Maret 2021

Luhut: Ekosistem Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

 Pandemi COVID-19 memberikan tantangan bagi banyak sektor perekonomian. Tapi sektor ekonomi digital justru bisa bertumbuh akibat tatanan hidup masyarakat yang berubah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Pandjaitan mengatakan ekonomi digital di Asia Tenggara masih bisa berkembang di tengah pandemi dengan gross merchandise value (GMV) USD 105 miliar.


"Khusus Indonesia, ekonomi digital kita masih dapat berkembang hingga dua digit di atas negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura," kata Luhut saat membuka acara Belajar Digital Bareng yang diadakan secara virtual, Senin (8/3/2021).


Luhut mengatakan pertumbuhan ini tidak lepas dari investasi yang masuk ke sektor digital Indonesia. Tapi untuk mengembangkan sektor ekonomi digital di Indonesia, investasi saja tidak cukup.


Menurut Luhut, ekosistem yang tepat juga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi digital, terutama startup di Indonesia. Ia merujuk pada laporan Global Startup Ecosystem Report yang menyebutkan Indonesia berada di posisi pertama berdasarkan nilai ekosistem dengan nilai USD 26,3 miliar.


"Terlebih lagi report tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedua dari top 100 emerging ecosystem," jelas Luhut.


Ke depannya, Luhut berharap hubungan yang harmonis antara pemerintah, swasta dan akademisi bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan menggandeng lebih banyak UMKM agar go digital.


"Saya berharap kolaborasi yang nantinya tercipta antara semua pihak terus menciptakan multiplayer effect positif yang akan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia di era ekonomi digital," ucap Luhut.


"Saya yakin setelah kita melewati pandemi nanti transformasi perekonomian ke arah ekonomi digital akan terus berjalan karena hidup masyarakat sudah menjadi kebiasaan," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/the-war-of-loong/


Viral Rekening Bank Bobol dengan Panggilan Telepon, Ini Faktanya


- Viral di WhatsApp maupun media sosial bahwa dengan penipuan SIM swap cukup dengan panggilan telepon, rekening korban dapat dikuras. Apakah benar?

Berikut bunyi pesan yang beredar dan belum jelas sumbernya ini:


REKENING BANK ANDA DAPAT DIKOSONGKAN TANPA PERINGATAN.


Dear all, tolong berhati-hatilah.

Ada PENIPUAN TECHNIK TINGGI baru di kota yang disebut PENIPUAN SIM SWAP, dan ratusan orang sudah KORBAN. Bagaimana cara kerjanya ?


1. Penipuan baru bernama SIM SWAP telah dimulai. Jaringan telepon Anda akan sesaat menjadi buta/nol (tidak ada sinyal/bilah nol) dan setelah bbrp saat panggilan akan datang.

2. Orang di ujung telepon akan memberi tahu Anda bahwa dia menelepon dari (perusahaan ponsel Anda), tergantung pada jaringan Anda dan bahwa ada masalah di jaringan seluler Anda.

3. Dia akan menginstruksikan Anda untuk tekan 1 pada telepon Anda untuk mendapatkan jaringan kembali.

4. Tolong pada tahap ini jangan tekan apa pun, cukup hentikan atau AKHIRI panggilan.


Jika Anda menekan 1, jaringan akan muncul tiba-tiba dan segera menjadi buta lagi (Zero Bars) dan dgn tindakan itu, ponsel Anda sdh ter- HACKED.

Dalam detik berikutnya mereka akan mengosongkan rekening Bank Anda, shg menyebabkan Anda alami kerugiaan yang tak terhitung.

Apa yang akan Anda alami ini akan tampak seolah-olah saluran telpon Anda tanpa Jaringan, sementara SIM Anda telah DIAMBIL ALIH.

Bahayanya disini adalah bahwa, Anda tidak akan mendapatkan peringatan transaksi apa pun, jadi tolong kami yang melakukan USSD Banking dan Mobile Banking, WASPADALAH.


Mari kita berhati-hati. Tolong, teruskan ke kontak Anda, orang-orang terkasih dan teman-teman. Penipuan meningkat dari hari ke hari.

https://indomovie28.net/movies/story-machine/

Bisakah Hujan Ekstrem Dini Hari Dicegah Pakai Modifikasi Cuaca?

 Banjir besar yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) pada 20 Februari 2021 lalu dipicu hujan ekstrem dengan intensitas hingga 226 mm yang terjadi pada dini hari.

Mekanisme yang menyebabkan hujan dini hari ekstrem ini berkaitan dengan fenomena Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS), yaitu berupa penguatan angin permukaan dari utara yang memanjang dari Selat Karimata hingga utara Jakarta.


Menggunakan Satelit Early Disaster Warning System (SADEWA), Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK), Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah memprediksi akan terjadinya fenomena tersebut.


Pada kasus yang terjadi 20 Februari tersebut, fenomena CENS memicu hujan ekstrem melalui dua cara. Pertama, menggeser sel konveksi yang terbentuk di tengah laut Jawa pada tengah malam menuju ke kawasan pesisir Jakarta pada dinihari melalui proses propagasi hujan.


Kedua, menimbulkan konvergensi dengan angin baratan dari Selat Sunda sehingga konveksi darat yang terjadi di Lampung pada sore hari sebelumnya mengalami perpanjangan ke arah Selat Sunda dan menuju Jakarta pada dinihari.

https://indomovie28.net/movies/kung-fu-boys/


"Berdasarkan pantauan terhadap data awan, hujan ekstrem dini hari tersebut tidak dibangkitkan oleh awan skala meso yang telah terbentuk sebelumnya di atas darat, melainkan oleh percepatan pertumbuhan awan yang terjadi di kawasan pesisir pada tengah malam-dinihari, seiring dengan kejadian hujan yang dimulai sejak tengah malam di kawasan Jakarta," kata peneliti PSTA LAPAN Erma Yulihastin dalam keterangan persnya, Senin (8/3/2021).


Artinya, terdapat mekanisme yang mempercepat proses induksi pembentukan awan-awan baru dari hujan yang telah terjadi sebelumnya sehingga menghasilkan awan skala meso yang meliputi Jawa bagian barat. Proses ini dinamakan dengan cold pool.


Bisakah proses yang berkaitan dengan cold pool ini dicegah dengan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada sore hari sebelumnya di Lampung dan Selat Sunda untuk menghentikan perpanjangan hujan menuju Jakarta? Jawabnya adalah tidak bisa dan bahkan berbahaya, dengan beberapa alasan berikut.


(1) Proses di atmosfer sangat acak dan menganut hukum chaos. Gangguan kecil di atmosfer pada suatu lokasi dapat menyebabkan perubahan fatal kondisi atmosfer di lokasi lain karena atmosfer saling terhubung melalui sirkulasi yang bersifat regional bahkan global.


(2) Percepatan hujan dari awan konvektif justru dapat membangkitkan cold pool yang gerakannya acak ke segala arah dan dapat memicu aktivitas konvektif yang bersifat lebih meso atau meluas.


(3) Operasi TMC yang dilakukan pada saat angin mengalami penguatan atau konvergensi dapat memicu pembentukan rainband (pita hujan) yang terjadi lebih cepat atau bahkan dapat memicu pembentukan garis badai (squall line) yang efeknya dapat menjangkau wilayah yang jauh hingga ratusan kilometer dari lokasi TMC.


Pada 21-22 Februari, pelemahan konveksi di barat Indonesia dipengaruhi oleh vorteks Borneo. Pada 23-26 Februari, siklon tropis secara dominan mengontrol konveksi skala meso yang tidak menimbulkan konvergensi skala luas dan persisten di darat melainkan di laut. Pertumbuhan awan di sekitar Lampung, Selat Sunda, dan Jakarta pada periode ini lebih banyak dikontrol oleh sistem skala besar yang berasal dari aktivitas siklon tropis. Dengan demikian, operasi TMC yang dilakukan selama periode tersebut menjadi tidak efektif.


Melihat hal tersebut, penting dilakukan kajian kembali terkait penggunaan TMC. Utamanya dikarenakan belum adanya bukti saintifik bahwa teknologi tersebut aman dan efektif. Selain itu dampak terhadap lingkungan belum diketahui dengan jelas, sehingga sebaiknya perlu dilakukan verifikasi komposisi kimia air hujan hasil operasi TMC.

https://indomovie28.net/movies/bloodsucking-bastards/