Jumat, 12 Maret 2021

e-Life Sore Nanti: 'Wajah Glowing, Dompet Aman'

 Punya penampilan atau wajah yang glowing merupakan keinginan banyak orang. Namun biasanya, perawatan tubuh melibatkan biaya yang tidak sedikit alias menguras kantung. Benar begitu?

e-Life kali ini akan mengangkat tema 'Wajah Glowing, Dompet Aman' untuk mencari tahu apakah glowing hanya bisa dimiliki orang-orang berduit. Apakah orang yang punya budget ngepas bisa untuk tampil glowing?


Murah itu baik, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan dengan skincare yang abal-abal. Skincare yang digunakan harus sudah punya izin dari BPOM


Bersama Dokter Spesialis Kulit dr. Arthur S. Simon, Sp. KK, e-Life akan membahas hal ini secara livestreaming nanti sore, Jumat (12/3/2021), pukul 16.30 WIB. Kamu bisa bertanya-tanya lewat zoom yang id-nya akan dishare saat live nanti.


Di Tengah Isu Pembekuan Darah, Inggris-Kanada Lanjutkan Vaksin AstraZeneca


Pada Kamis (11/3/2021), pihak regulator obat Inggris menegaskan warga di Inggris harus tetap mendapatkan vaksin COVID-19, termasuk suntikan vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Oxford University.

Pernyataan tersebut diungkapkan setelah beberapa negara seperti Denmark dan Norwegia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Penangguhan tersebut terkait laporan yang menyebut beberapa orang yang telah divaksinasi mengalami pembekuan darah, dan satu orang meninggal dunia.


Sementara itu, Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) mengatakan belum bisa dipastikan apakah kasus pembekuan darah yang dilaporkan di Denmark berkaitan dengan vaksin. Ia juga menambahkan, penangguhan penggunaan vaksin di Denmark dilakukan sebagai upaya pencegahan.


"Pembekuan darah bisa terjadi secara alami dan tidak jarang," kata Kepala Keamanan Vaksin MHRA Phil Bryan, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (12/3/2021).


"Kasus ini masih kami simpan dan sedang dalam peninjauan ketat. Tetapi, bukti yang tersedia tidak mengkonfirmasi bahwa vaksin adalah penyebabnya. Orang-orang masih harus pergi dan mendapatkan vaksin COVID-19," lanjutnya.


Sikap serupa juga disampaikan oleh direktur kesehatan masyarakat Kanada, Horacio Arruda. Ia terus memantau perkembangan kasus di Eropa namun memastikan vaksinasi dengan produk tersebut tetap akan dilanjutkan.


"Pada saat ini, kami tidak memiliki informasi yang menunjukkan bahwa vaksin ini memiliki lebih banyak risiko dibanding yang lain," katanya, dikutip dari The Guardian.

https://indomovie28.net/movies/level-up/


Bisakah Hujan Ekstrem Dini Hari Dicegah Pakai Modifikasi Cuaca?


Banjir besar yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi (Jadetabek) pada 20 Februari 2021 lalu dipicu hujan ekstrem dengan intensitas hingga 226 mm yang terjadi pada dini hari.

Mekanisme yang menyebabkan hujan dini hari ekstrem ini berkaitan dengan fenomena Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS), yaitu berupa penguatan angin permukaan dari utara yang memanjang dari Selat Karimata hingga utara Jakarta.


Menggunakan Satelit Early Disaster Warning System (SADEWA), Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK), Pusat Sains dan Teknologi Antariksa (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah memprediksi akan terjadinya fenomena tersebut.


Pada kasus yang terjadi 20 Februari tersebut, fenomena CENS memicu hujan ekstrem melalui dua cara. Pertama, menggeser sel konveksi yang terbentuk di tengah laut Jawa pada tengah malam menuju ke kawasan pesisir Jakarta pada dinihari melalui proses propagasi hujan.


Kedua, menimbulkan konvergensi dengan angin baratan dari Selat Sunda sehingga konveksi darat yang terjadi di Lampung pada sore hari sebelumnya mengalami perpanjangan ke arah Selat Sunda dan menuju Jakarta pada dinihari.


"Berdasarkan pantauan terhadap data awan, hujan ekstrem dini hari tersebut tidak dibangkitkan oleh awan skala meso yang telah terbentuk sebelumnya di atas darat, melainkan oleh percepatan pertumbuhan awan yang terjadi di kawasan pesisir pada tengah malam-dinihari, seiring dengan kejadian hujan yang dimulai sejak tengah malam di kawasan Jakarta," kata peneliti PSTA LAPAN Erma Yulihastin dalam keterangan persnya, Senin (8/3/2021).

https://indomovie28.net/movies/the-giver/

3 Negara Eropa Tangguhkan Vaksin Corona AstraZeneca, Ada Apa?

 Otoritas kesehatan Denmark, Norwegia, dan Islandia menangguhkan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca. Alasannya, terkait dengan laporan pembekuan darah di beberapa orang pasca divaksin.

Sebelumnya, Austria juga menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca saat menyelidiki kasus kematian akibat gangguan koagulasi dan penyakit emboli paru. Namun, regulator obat Eropa (EMA) menyebut vaksin AstraZeneca memiliki lebih besar manfaat daripada risikonya, sehingga vaksinasi perlu terus dilanjutkan.


Dikutip dari Reuters, Eropa tengah berjuang mempercepat kedatangan vaksin usai ada penundaan pengiriman dari Pfizer dan AstraZeneca di tengah lonjakan kasus akibat varian baru Corona yang lebih menular. Beberapa negara seperti Italia dan Prancis bahkan terpaksa kembali lockdown.


Sementara Denmark menunda pemberian vaksin AstraZeneca selama dua minggu usai laporan pembekuan darah dialami wanita berusia 60 tahun.


"Denmark menangguhkan pemberian vaksin selama dua minggu setelah seorang wanita berusia 60 tahun, yang diberi suntikan AstraZeneca dari kelompok yang sama yang digunakan di Austria, mengalami pembekuan darah dan meninggal," kata otoritas kesehatan Denmark.


Penundaan pemberian vaksin AstraZeneca juga dilakukan usai melihat efek samping serius dari negara-negara Eropa lainnya. Menkes Denmark menyebut, penundaan vaksinasi AstraZeneca yang rencananya berlangsung dua minggu adalah bentuk kehati-hatian.

https://indomovie28.net/movies/a-good-day-to-die-hard/


"Saat ini tidak mungkin untuk menyimpulkan apakah ada kaitannya. Kami bertindak lebih awal, itu perlu diselidiki secara menyeluruh," kata Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke di Twitter.


Islandia, pada Kamis, juga menangguhkan pemberian vaksin AstraZeneca karena menunggu hasil penyelidikan oleh EMA. Italia, juga pada hari Kamis, mengatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca, meski batch pengiriman vaksin berbeda dengan yang digunakan di Austria.


Penjelasan AstraZeneca

Menurut pihak AstraZeneca, tidak ada bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam data keamanan yang dihimpun dari 10 juta orang dalam studi sebelumnya. Bahkan, ketika melibatkan sub kelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, kelompok produksi, hingga penggunaan masing-masing negara.


"Faktanya, jumlah yang diamati dari jenis kejadian ini secara signifikan lebih rendah pada mereka yang divaksinasi daripada yang diestimasi terjadi di antara populasi umum," tambahnya.


AstraZeneca kembali menegaskan pada Minggu kemarin, tak ada efek samping serius terkait vaksin mereka. Dikatakan, mereka sudah berbicara dengan otoritas Austria, dan akan mendukung penuh penyelidikan mereka.


Tak ada bukti kuat

Regulator obat Uni Eropa, EMA, mengatakan pada hari Rabu bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang menghubungkan AstraZeneca dengan dua kasus pembekuan darah di Austria.


Begitu juga dengan otoritas Swedia yang meyakini tidak menemukan cukup bukti untuk akhirnya menghentikan vaksinasi Corona dengan vaksin AstraZeneca.


"Tidak ada indikasi bahwa vaksin menyebabkan jenis pembekuan darah ini," kata Veronica Arthurson, kepala keamanan obat di Badan Produk Medis Swedia, dalam konferensi pers.

https://indomovie28.net/movies/groundhog-day/