Jumat, 12 Maret 2021

Tak Percaya Corona, Pria Ini Tertular-Divonis Butuh Bantuan Oksigen Seumur Hidup

 Tak percaya COVID-19 nyata, pria ini berakhir dirawat di rumah sakit dan divonis dokter akan membutuhkan bantuan oksigen seumur hidupnya. Adalah Paul Russell yang percaya COVID-19 hanyalah akal-akalan politik dan akan segera hilang usai pemilu di AS berakhir.

Bak kena batunya, sejak November lalu ia menghabiskan masa-masa perawatan di rumah sakit. Pria yang bekerja sebagai pengemudi truk itu kini hanya bisa berbaring di ranjang RS dan menerima kondisinya tak akan benar-benar kembali pulih.


"Saya akan menggunakan oksigen selama sisa hidup saya, menurut dokter saya," curhatnya, dikutip dari Daily Star.


Ia pun menyesal sempat begitu konyol, berpikir COVID-19 akan hilang sehari setelah pemilu AS berlangsung.


"Sebelum saya terjangkit virus, saya adalah salah satu orang bodoh yang mengira virus itu akan hilang sehari setelah pemilihan (pemilu AS). Saya adalah salah satu ahli teori konspirasi itu," sebut Paul.


Semua pikiran Paul soal COVID-19 berubah usai dirinya terinfeksi di November lalu dalam perjalanan ke Florida.


"Awalnya saya tidak tahu apakah saya terinfeksi COVID-19 atau apa. Namun, teman saya mengatakan kepada saya bahwa kondisi saya tidak terlihat sangat baik sama sekali," bebernya.


Saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dirinya mengaku sempat putus asa dan berpikir tak akan selamat melawan COVID-19. Di malam masa kritisnya, ia sampai bermimpi sudah dijemput ayahnya, yang meninggal dunia tiga tahun lalu.


"Itu adalah malam saya mendapat kunjungan dari ayah saya," tambahnya.


Mengeluhkan gejala COVID-19 tak biasa

Pemindaian paru-paru Paul menunjukkan jaringan parut yang parah. Paulus menceritakan dirinya juga mengalami rasa sakit yang terus-menerus di beberapa bagian tubuhnya yang berbeda.


Ia pun kerap pusing dan jantungnya berdebar kencang ketika bangun untuk melakukan apapun.


Bahkan, saat mandi, detak jantungnya meningkat menjadi 128 detak per menit, detak jantung seperti olahraga berat pada orang sehat berusia 63 tahun.


Dirinya juga mengeluhkan gejala COVID-19 toes. "Bagian bawah kakiku pecah-pecah, dan rasanya seperti berjalan di atas jarum."

https://indomovie28.net/movies/this-perfect-day/


3 Negara Eropa Tangguhkan Vaksin Corona AstraZeneca, Ada Apa?


Otoritas kesehatan Denmark, Norwegia, dan Islandia menangguhkan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca. Alasannya, terkait dengan laporan pembekuan darah di beberapa orang pasca divaksin.

Sebelumnya, Austria juga menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca saat menyelidiki kasus kematian akibat gangguan koagulasi dan penyakit emboli paru. Namun, regulator obat Eropa (EMA) menyebut vaksin AstraZeneca memiliki lebih besar manfaat daripada risikonya, sehingga vaksinasi perlu terus dilanjutkan.


Dikutip dari Reuters, Eropa tengah berjuang mempercepat kedatangan vaksin usai ada penundaan pengiriman dari Pfizer dan AstraZeneca di tengah lonjakan kasus akibat varian baru Corona yang lebih menular. Beberapa negara seperti Italia dan Prancis bahkan terpaksa kembali lockdown.


Sementara Denmark menunda pemberian vaksin AstraZeneca selama dua minggu usai laporan pembekuan darah dialami wanita berusia 60 tahun.


"Denmark menangguhkan pemberian vaksin selama dua minggu setelah seorang wanita berusia 60 tahun, yang diberi suntikan AstraZeneca dari kelompok yang sama yang digunakan di Austria, mengalami pembekuan darah dan meninggal," kata otoritas kesehatan Denmark.


Penundaan pemberian vaksin AstraZeneca juga dilakukan usai melihat efek samping serius dari negara-negara Eropa lainnya. Menkes Denmark menyebut, penundaan vaksinasi AstraZeneca yang rencananya berlangsung dua minggu adalah bentuk kehati-hatian.


"Saat ini tidak mungkin untuk menyimpulkan apakah ada kaitannya. Kami bertindak lebih awal, itu perlu diselidiki secara menyeluruh," kata Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke di Twitter.


Islandia, pada Kamis, juga menangguhkan pemberian vaksin AstraZeneca karena menunggu hasil penyelidikan oleh EMA. Italia, juga pada hari Kamis, mengatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca, meski batch pengiriman vaksin berbeda dengan yang digunakan di Austria.

https://indomovie28.net/movies/the-perfect-day/

Vaksin Novavax 96 Persen Efektif Tangkal Corona, 86 Persen Lawan B117

  Vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan Novavax terbukti 86 persen efektif mengatasi varian baru virus Corona Inggris. Tak hanya itu, vaksin ini juga 96 persen efektif mencegah infeksi yang disebabkan varian virus Corona yang asli.

Hasil tersebut diketahui dalam uji klinis tahap akhir yang dilakukan di Inggris.


Dikutip dari Reuters, dari data gabungan orang yang terinfeksi kedua varian virus Corona mengungkap, vaksin Novavax ini secara keseluruhan 90 persen efektif.


Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa tidak ada penyakit parah atau kasus kematian pada relawan yang menerima suntikan vaksin Novavax. Relawan yang ikut serta dalam uji coba di Inggris tersebut mencapai lebih dari 15 ribu orang, yang terdiri dari usia 18-84 tahun.


Sementara itu, dalam uji coba yang skalanya lebih kecil di Afrika Selatan, efikasi vaksin Novavax ini hanya mencapai 55 persen. Tetapi, angka tersebut masih memenuhi syarat untuk mencegah penyebaran penyakit dan kematian akibat COVID-19.


Namun, efektivitas Novavax dalam uji coba di Afrika Selatan ini menurun menjadi sekitar 49 persen, saat hasil analisis menyertakan data dari relawan yang terpapar COVID-19 dan dinyatakan positif HIV.


Dengan data efikasi ini, vaksin Novavax akan mengajukan otorisasi izin penggunaan darurat di berbagai negara. Tetapi, mungkin bisa membutuhkan waktu yang lebih lama jika regulator meminta data uji coba yang sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS), yang kemungkinan baru bisa didapat awal bulan April.


"Pada akhirnya, mereka harus memutuskan apakah data yang dapat kami bawa ke meja sudah memadai atau apakah mereka memilih menunggu data dari studi kami di Amerika Serikat," kata Kepala Petugas Medis Novavax Filip Dubovsky.

https://indomovie28.net/movies/a-perfect-day-4/


Tak Percaya Corona, Pria Ini Tertular-Divonis Butuh Bantuan Oksigen Seumur Hidup


Tak percaya COVID-19 nyata, pria ini berakhir dirawat di rumah sakit dan divonis dokter akan membutuhkan bantuan oksigen seumur hidupnya. Adalah Paul Russell yang percaya COVID-19 hanyalah akal-akalan politik dan akan segera hilang usai pemilu di AS berakhir.

Bak kena batunya, sejak November lalu ia menghabiskan masa-masa perawatan di rumah sakit. Pria yang bekerja sebagai pengemudi truk itu kini hanya bisa berbaring di ranjang RS dan menerima kondisinya tak akan benar-benar kembali pulih.


"Saya akan menggunakan oksigen selama sisa hidup saya, menurut dokter saya," curhatnya, dikutip dari Daily Star.


Ia pun menyesal sempat begitu konyol, berpikir COVID-19 akan hilang sehari setelah pemilu AS berlangsung.


"Sebelum saya terjangkit virus, saya adalah salah satu orang bodoh yang mengira virus itu akan hilang sehari setelah pemilihan (pemilu AS). Saya adalah salah satu ahli teori konspirasi itu," sebut Paul.


Semua pikiran Paul soal COVID-19 berubah usai dirinya terinfeksi di November lalu dalam perjalanan ke Florida.


"Awalnya saya tidak tahu apakah saya terinfeksi COVID-19 atau apa. Namun, teman saya mengatakan kepada saya bahwa kondisi saya tidak terlihat sangat baik sama sekali," bebernya.


Saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dirinya mengaku sempat putus asa dan berpikir tak akan selamat melawan COVID-19. Di malam masa kritisnya, ia sampai bermimpi sudah dijemput ayahnya, yang meninggal dunia tiga tahun lalu.


"Itu adalah malam saya mendapat kunjungan dari ayah saya," tambahnya.


Mengeluhkan gejala COVID-19 tak biasa

Pemindaian paru-paru Paul menunjukkan jaringan parut yang parah. Paulus menceritakan dirinya juga mengalami rasa sakit yang terus-menerus di beberapa bagian tubuhnya yang berbeda.


Ia pun kerap pusing dan jantungnya berdebar kencang ketika bangun untuk melakukan apapun.


Bahkan, saat mandi, detak jantungnya meningkat menjadi 128 detak per menit, detak jantung seperti olahraga berat pada orang sehat berusia 63 tahun.


Dirinya juga mengeluhkan gejala COVID-19 toes. "Bagian bawah kakiku pecah-pecah, dan rasanya seperti berjalan di atas jarum."

https://indomovie28.net/movies/a-perfect-day-3/