Rabu, 10 Maret 2021

YouTube Blokir 5 Akun YouTube Militer Myanmar

  YouTube akhirnya mengambil langkah terkait kudeta militer di Myanmar, yaitu dengan memblokir lima akun milik militer Myanmar.

Akun yang diblokir dan dihapus itu antara lain adalah kanal YouTube Myanma Radio and Television (MRTV) milik pemerintah dan Myawaddy Media, akun milik militer Myandar yang dipakai untuk menyebarkan propaganda militer.


Ini adalah langkah intervensi pertama YouTube terkait kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar yang terjadi pada Februari lalu, yang berbuntut pada rentetan aksi demonstrasi di negara tersebut. Hingga kini jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi tersebut mencapai 38 korban jiwa.


"Kami sudah menghapus sejumlah kanal dan video di YouTube yang melanggar aturan komunitas," ujar juru bicara YouTube.


Sebelumnya, YouTube juga pernah menghapus 34 kanal yang dipakai sebagai aksi propaganda selama Pemilu di Myanmar pada 2020 lalu, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (7/3/2021).


Pemblokiran yang dilakukan YouTube ini memang hanya dilakukan pada sebagian kecil akun propaganda militer Myanmar, namun setidaknya mereka sudah menunjukkan posisinya sebagai pro demokrasi dalam aksi kudeta tersebut.


Langkah serupa sebelumnya dilakukan oleh Facebook, yang memblokir dan menghapus semua laman militer di platformnya itu. Facebook pun mematikan akses militer ke sistem iklan miliknya.


Facebook sendiri sebelumnya menuai kritikan karena dianggap membiarkan militer Myanmar menggunakan platform media sosial tersebut. Termauk yang memicu kebencian terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.


Sejak kudeta yang menggulingkan Aung San Suu Kyi di awal Februari, Myanmar kembali ke pemerintahan militer secara penuh. Militer Myanmar pun telah berulang kali mematikan akses internet dan memutus akses ke sejumlah situs media sosial.


Tetapi meski ketika para jenderal mengambil tindakan untuk memblokir Facebook, mereka terus menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan propaganda.


Dikutip dari The New York Times, Facebook kemudian menghapus sejumlah halaman milik pihak militer dan jaringan TV negara. Platform milik Mark Zuckerberg itu juga menghapus akun resmi para pemimpin militer senior Myanmar yang terkait dengan kekerasan terhadap Rohingya.

https://cinemamovie28.com/movies/my-love-my-bride/


Alamanda Shantika, Tinggalkan Gojek & Cetak Talenta Digital Kelas Dunia


Ketika menyebut nama Alamanda Shantika, pastilah tidak asing di telinga. Dialah salah satu srikandi teknologi Indonesia yang pernah berkiprah sebagai 'emak' programer Gojek, namun kemudian ditanggalkannya demi mencetak talenta digital Indonesia berkelas dunia.

Sederet penghargaan pun telah banyak diraih perempuan kelahiran Jakarta ini. Salah satu yang bergengsi adalah Women in Tech dari Habibie Festival.


Sekarang dia tidak saja mengurusi Binar Academy, startup bidang edukasi digital yang didirikannya 2017. Ala disibukkan dengan kegiatannya sebagai Komisaris Independen Mandiri Capital dan anggota komite Rumah Sakit Hermina.


Namun bukan Ala, demikian sapaan akrabnya, kalau tidak punya kejutan baru saat detikINET menghubunginya.


Ala mengungkapkan lantaran pandemi, Binar Academy belum memiliki rencana membuka cabang baru. Mereka memilih untuk beralih ke online.


"Dulu kan ada kendala orang Jakarta bila harus ke BSD cukup jauh. Ditambah lagi sekarang pandemi, jadi kami ingin fokus online," ujarnya.


Belum lama ini Binar Academy merilis aplikasinya yang dapat didownload di iOS dan Android. Di sana dapat dibaca materi dan bisa dapat feedback dari mentor secara langsung.

https://cinemamovie28.com/movies/operation-chromite/

Akhir Dunia Menurut Sains: Matahari Tamat dan Oksigen Lenyap

  Bukan cuma makhluk hidup yang punya usia, planet juga. Meski bisa bertahan dalam waktu yang lama, tak mungkin mereka bisa hidup selamanya seperti Planet Bumi. Jadi, bagaimana skenario akhir dunia menurut sains?

Dalam riset terbaru, kekayaan oksigen di Bumi menurut ilmuwan tidak bersifat selamanya atau abadi. Pernah terjadi di masa silam dan diprediksi terjadi lagi di masa depan. Kabar baiknya, salah satu pertanda kiamat menurut sains ini takkan terjadi dalam waktu miliaran tahun lagi. Akan tetapi jika fenomenanya sudah muncul, penurunan kadar oksigen akan berlangsung cepat.


Pada sekitar 2,4 miliar tahun silam, peristiwa serupa disebut pernah terjadi dengan sebutan Great Oxidation Event (GOE). Oksigen di atmosfer bukanlah 'fasilitas' abadi di dunia yang bisa ditinggali seperti Bumi.


Dalam penelitiannya yang telah dipublikasikan di jurnal Nature, dibuat simulasi dengan berbagai variabel termasuk proses geologi dan biologis di Bumi serta yang paling penting, aktivitas Matahari.


Pada saat Matahari semakin panas sinarnya pada 1 miliar tahun dari sekarang, level karbondioksida mulai anjlok karena rusak menyerap panas. Lapisan ozon pun terbakar. Akibatnya, tanaman yang mengandalkan CO2 akan menderita dan oksigen yang mereka hasilkan pun jadi merosot.


Dalam waktu 10 ribu tahun sesudahnya, level CO2 di Bumi akan turun drastis sehingga tanaman punah. Akibatnya, oksigen pun perlahan habis dan makhluk hidup lenyap. Simulasi itu juga menunjukkan level metana meningkat. Planet Bumi pun hanya akan ditinggali oleh bakteri.


"Penurunan oksigen akan sangat-sangat ekstrim. Kita berbicara soal sejuta kali kandungan oksigen yang lebih rendah daripada saat ini," ujar Chris Reinhard, salah satu peneliti dari Georgia Institute of Technology.


Matahari sendiri diprediksi akan mulai memanggang Bumi pada 2 miliar tahun lagi. Tapi penurunan oksigen itu yang diramal akan lebih dulu membuat makhluk hidup menderita. Nah, bagaimana skenario tamatnya Matahari?


Dalam sekitar enam miliar tahun, Matahari akan mengembang hingga sekitar dua ratus kali ukurannya saat ini. Dalam fase ini, bintang terbesar kita ini akan dikenal sebagai Raksasa Merah.

https://cinemamovie28.com/movies/challenge-game/


YouTube Blokir 5 Akun YouTube Militer Myanmar


 YouTube akhirnya mengambil langkah terkait kudeta militer di Myanmar, yaitu dengan memblokir lima akun milik militer Myanmar.

Akun yang diblokir dan dihapus itu antara lain adalah kanal YouTube Myanma Radio and Television (MRTV) milik pemerintah dan Myawaddy Media, akun milik militer Myandar yang dipakai untuk menyebarkan propaganda militer.


Ini adalah langkah intervensi pertama YouTube terkait kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar yang terjadi pada Februari lalu, yang berbuntut pada rentetan aksi demonstrasi di negara tersebut. Hingga kini jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi tersebut mencapai 38 korban jiwa.


"Kami sudah menghapus sejumlah kanal dan video di YouTube yang melanggar aturan komunitas," ujar juru bicara YouTube.


Sebelumnya, YouTube juga pernah menghapus 34 kanal yang dipakai sebagai aksi propaganda selama Pemilu di Myanmar pada 2020 lalu, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (7/3/2021).

https://cinemamovie28.com/movies/my-students-mom/