Jumat, 05 Maret 2021

Gadis Ini Ceritakan Alami Kelainan Jantung Saat Kena Corona, Kok Bisa?

 Seorang gadis asal Pennsylvania, Amerika Serikat, Madeline Neville, mengalami kondisi yang cukup berat saat terinfeksi virus Corona. Gadis berusia 21 tahun ini bercerita infeksi Corona yang ia alami membuatnya mengalami gagal jantung. Kok bisa?

Madeline baru tahu dirinya memiliki risiko tertular Corona saat tahu teman sekamarnya di asrama universitas telah terpapar. Kala itu, ia tengah mengunjungi orang tuanya dan akhirnya memutuskan menjalani isolasi mandiri.


"Saya paling khawatir menularkan orang tua saya, "katanya, dikutip dari Medical Xpress.


Madeline mengalami batuk kering dan kehilangan indera perasa dan penciumannya. Selang beberapa lama, ia kembali ke Philadelphia, kampusnya, dan dites positif COVID-19. Dia memilikinya.


Madeline sepertinya beruntung. Dia bahkan tidak pernah demam.


"Itu tidak lebih buruk dari flu," katanya. "Pada saat karantina saya selesai, gejala saya hilang dan bahkan indera perasa dan penciuman saya kembali."


Tiga minggu kemudian, dia kembali ke rumah merayakan Thanksgiving dan sedang berjalan-jalan dengan anjingnya, Sadie, ketika dia mendapati dirinya mengalami sesak napas yang luar biasa.


Ketika keadaan memburuk dalam semalam, dia pergi ke klinik perawatan darurat, takut dia bisa mengembangkan pneumonia pasca-COVID-19. Dia dinyatakan negatif untuk flu dan COVID-19 dan diberi obat untuk pneumonia.


Namun gejalanya tak kunjung membaik. Ia kemudian pergi ke rumah sakit dan pengujian awal menunjukkan adanya cairan di paru-paru Madeline. Seorang dokter memberi tahu Madeline bahwa itu bisa jadi pneumonia, tetapi "tampak aneh".


Dokter memberi tahu Madeline bahwa dia menderita miokarditis, peradangan pada lapisan tengah dinding jantung yang disebabkan oleh COVID-19. Mereka menjelaskan itu adalah salah satu kasus langka di mana virus menyebabkan sistem kekebalan bereaksi berlebihan.


"Sistem kekebalan tubuh panik dan itu seperti semua 'kode merah' di dalam tubuh Anda," katanya.


Saat ini Madeline masih dalam tahap pemulihan. Dia berjalan sekitar 30 menit beberapa kali seminggu untuk membangun kembali staminanya.


"Pada awalnya, hanya dengan naik tangga berarti saya perlu tidur siang selama satu jam," katanya.


Madeline tetap berkonsultasi dengan ahli jantungnya dan mendapat obat untuk membantu memulihkan jantungnya. Dia mencoba menghindari natrium dan makan makanan sehat dan berhati-hati untuk banyak istirahat. Dokternya tidak yakin apa efek jangka panjangnya dan merekomendasikan dia untuk tidak hamil setidaknya selama lima tahun.


Meskipun reaksinya jarang, Madeline, yang kini berusia 21 tahun, mengatakan dia berharap orang lain menganggap serius risiko COVID-19.


"Lakukan tindakan pencegahan ekstra dan dengarkan dokter Anda," katanya. "Saya berusia 20 tahun yang hampir mati karena Covid," katanya.

https://nonton08.com/movies/three-5/


Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K


Para peneliti Inggris telah menemukan adanya 16 kasus baru dari mutasi varian Corona yang mirip dengan varian yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil. Saat ini, varian baru Corona dengan mutasi E484K itu tengah dalam pengawasan Public Health England (PHE) dan diidentifikasi sebagai variant under investigation (VUI).

Dikutip dari BBC, kasus varian baru ini pertama kali ditemukan di Inggris pada 15 Februari lalu. Menurut para ahli, mutasi E484K dapat membantu virus menghindari imunitas yang didapat dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya.


Sementara itu, 16 orang yang positif terpapar varian baru ini dan semua orang yang pernah berhubungan langsung dengan ke-16 orang tersebut sedang menjalani isolasi. Lebih lanjut, PHE mengatakan bahwa kasus dari varian mutasi E484K telah menyebar di Inggris dan pemeriksaan massal untuk mengidentifikasi varian ini tidak diperlukan.


Dengan adanya varian baru dengan mutasi E484K ini, Inggris saat ini memiliki total delapan varian yang berada dalam pengawasan, yakni empat variant under investigation (VUI) dan empat variant of concern (VOC).


Baru-baru ini, pemerintah Inggris sedang dalam pencarian orang yang diketahui terinfeksi dengan varian asal Brasil. Menurut laporan, sebanyak 379 rumah di bagian tenggara Inggris telah diperiksa dan lima area di South Gloucestershire akan menjalani pemeriksaan COVID-19, termasuk orang-orang yang tidak mengalami gejala.


Di sisi lain, terdapat orang yang terinfeksi varian asal Brasil tersebut dan menjalani pemeriksaan mandiri, namun tidak melengkapi rincian kontaknya. Menurut Sekretaris Kesehatan Matt Hancock, kejadian seperti ini hanya terjadi pada sekitar 0,1 persen pemeriksaan.

https://nonton08.com/movies/three-4/

Daftar Negara Asia yang Laporkan Varian Baru Corona B117

  Virus Corona COVID-19 diketahui sudah bermutasi dan melahirkan beberapa varian baru. Salah satu varian virus Corona baru adalah B117, yang pertama kali terdeteksi di Inggris pada November 2020 lalu.

Mutasi varian baru B117 dikonfirmasi terdeteksi di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono mengumumkan dua kasus varian Corona dari Inggris, Selasa (2/3/2021).


"Saya mendapatkan informasi bahwa tepat dalam setahun ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers setahun pandemi Corona RI.


Indonesia bukan negara pertama di Asia yang melaporkan adanya mutasi baru virus Corona B117.


1. Malaysia

Malaysia pertama kali laporkan kasus varian baru virus Corona B117 pada 9 Januari 2021. Dikutip dari laman Malay Mail, kasus varian baru tersebut terdeteksi pada pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Inggris.


Selain itu, kasus kedua dari varian yang sama juga ditemukan pada 5 Februari 2021 pada seorang pendatang yang baru sama kembali ke Malaysia dari Timur Tengah.


Hal ini diungkap oleh Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah.

https://nonton08.com/movies/three-3/


2. Singapura

Singapura melaporkan kasus pertama varian baru Corona B117 pada 23 Desember 2020. Pasien yang tidak disebutkan identitasnya tiba di Singapura pada 6 Desember 2020 dan melakukan karantina selama dua minggu sesuai protokol.


Dikutip dari laman CNA, pada 29 Januari 2021, Singapura mencatat 25 kasus COVID-19 dari varian tersebut. Departemen Kesehatan setempat menyebutkan, 5 dari 20 kasus merupakan kasus yang ditemukan di kelompok.


Sementara, 20 kasus lainnya ditemukan pada warga negara asing yang datang dari Eropa.


3. Vietnam

Vietnam melaporkan adanya varian baru virus Corona COVID-19 pada 28 Januari 2021. Dikutip dari laman CNA, Kementerian Kesehatan setempat mengkonfirmasi dua kasus yang ditularkan secara lokal.


Salah satunya terpapar pada seseorang yang telah dites positif di Jepang untuk varian B117 yang lebih menular.


4. Filipina

Filipina pertama mengkonfirmasi adanya mutasi virus Corona B117 dari Inggris pada Januari 2021 lalu.


Dikutip dari laman CNN Philippines, total kasus varian B117 di Filipina menjadi 62 kasus. Berdasarkan laporan dari Departemen Kesehatan Filipina, 13 kasus berasal dari orang Filipina yang kembali dari luar negeri di antara 3 hingga 27 Januari.


5. Thailand

Thailand juga melaporkan kasus pertama varian virus Corona B117 pada 3 Januari 2021. Dikutip dari laman Reuters, varian tersebut ditemukan dalam satu keluarga beranggotakan empat orang yang berada di karantina setelah tiba di Thailand dari Inggris.


Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Opas Karnkawinpong mengatakan, Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan pemerintah untuk memperlambat semua penerbangan dari Inggris.


6. India

Sekitar 38 orang yang telah dites positif terinfeksi virus Corona dengan mutasi B117 pada 5 Januari 2021 lalu.


Dikutip dari laman Hindustan Times, saat itu semua orang yang terinfeksi langsung diisolasi di faskes yang sudah ditunjuk pemerintah.

https://nonton08.com/movies/three-2/