Kamis, 04 Maret 2021

Review Asus Zenbook Flip S UX371: Laptop dengan Paket Lengkap

 Setelah beberapa tahun, akhirnya saya kembali memegang laptop bersistem Windows. Inilah artikel review dari Asus ZenBook FLip S UX371.

Laptop ini sudah kami gunakan dalam rentang waktu satu bulan dengan penggunaan paling banyak hanya untuk mengetik artikel dan multitasking. Sesekali kami mencoba menggambar atau edit foto-video.


Perlu diingat bahwa semua kekurangan laptop Asus ZenBook Flipp S UX371 akan kami bahas di bagian kritikan ya. Dan, kami tak membahas soal benchmark sintetisnya, namun akan kami sertakan cuplikan datanya.


Apakah laptop convertible yang bisa dilipat sampai 360 derajat ini begitu bagus? Berikut ini ulasan lengkap kami mengenai Asus ZenBook Flip S UX371.


Dari bodi Asus ZenBook Flip S UX371, kami sangat menyukai warna hitam di laptop ini. Logo Asus yang ada di pinggir tengah menambah kesan elegan tanpa banyak aksen.


Laptop ini bisa dibuka dengan satu tangan. Tandanya, memang betul bahwa laptop ini ada di kelas paling atas atau premium.


Bahan metal yang digunakan pada laptop juga terbilang kokoh. Aksen potongan emas di bagian pinggir menambah kesan mewah dari Asus ZenBook Flip S UX371 ini.


Laptop ini terbilang tipis dengan ketebalan 11,9 milimeter dan berat 1,2 kilogram. Jadi, Anda bisa memasukkan dua laptop sekaligus ke dalam wadah khusus yang biasanya ada di tas ransel.

https://maymovie98.com/movies/mr-vampire-ii/


Masuk ke dalam layar utama, kami harus mendaftar Windows Hello agar keamanan lebih terjamin karena disematkan kamera infra merah. Proses scanning melalui kamera depan ini terbilang cepat.


Tak ada scan finger print, jadi Anda bisa masuk ke layar utama dengan memasukkan PIN atau password keamanan.


Meski memiliki sistem 360' Ergolift Hinge, kami tak terlalu merasakan efeknya. Tapi yang pasti, tuts dalam keyboard Asus ZenBook Flip S UX371 ini enak untuk dipakai mengetik dalam waktu lama, sungguh.


Layar OLED 4K begitu memanjakan mata di kala menonton video di YouTube atau video lain. Pengaturan awal layar laptop ini pun sudah diatur di resolusi tertinggi.


Untuk diketahui, kualitas reproduksi warna atau DCI-P3 di layar ZenBook Flip S ini sudah mencapai 100%. Laptop ini juga memiliki sertifikasi dari PANTONE.


Di kala multitasking, ada touchpad yang lebar hingga memakan begitu banyak porsi dari palm rest. Ada efek baik karena ruang sentuh jadi semakin lapang.


Kami tak pernah menggunakan aplikasi Microsoft Office meski di dalamnya sudah tersedia versi lengkap dan gratis. Jadi, ini salah satu bonus bila Anda membeli laptop ini.


Asus ZenBook Flip S UX371 sudah memiliki stiker Intel EVO yang memang bisa bekerja secara cepat dibantu oleh kartu grafis Intel Iris Xe. Waktu nyalanya pun terbilang singkat karena dipandu SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 sebesar 1 TB yang kencang dan RAM 16 GB LPDDR4X.


Aplikasi editor foto ringan seperti Lightroom maupun Photoshop mampu dijalankan dengan mudah. Namun tetap ada kekurangannya ya.


Terakhir dalam bahasan ini adalah saatnya menggunakan laptop ini sebagai kanvas. Kami menggunakan aplikasi Affynity Designer untuk menggambar menggunakan pennya.


Tak ada kendala berarti dalam penggunaannya. Karena, layar Asus ZenBook Flip S UX371 yang jernih cukup responsif dan mampu menahan tekanan hingga 4.096 level.

https://maymovie98.com/movies/scooby-doo-and-the-legend-of-the-vampire/

Rabu, 03 Maret 2021

Hari Pertama Vaksinasi di Kota Yogya Tak Penuhi Target, Ini Alasannya

 Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut hari pertama vaksinasi massal pada tanggal 1 Maret belum memenuhi target. Pasalnya, dari target 3.200 orang hanya 2.375 orang yang datang dan yang mendapatkan vaksinasi 2.294 orang.

"Jadi kemarin yang datang 2.375, dari jumlah itu yang divakinasi 2.294, ditunda 45 dan batal divaksin ada 36 orang," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat ditemui wartawan di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, Selasa (2/3/2021).


"Untuk yang ditunda biasanya karena saat diperiksa tensinya tinggi, terus untuk yang batal itu karena tidak memenuhi persyaratan," lanjutnya.


Kendati demikian, peserta vaksinasi yang belum bisa hadir kamarin masih ditunggu pihaknya untuk segera mengikuti vaksinasi massal. Semua itu agar tidak ada yang terlewat saat vaksinasi tersebut.


"Yang sudah dapat undangan untuk mendatangi (lokasi vaksinasi), karena kita berharap semua pelaku usaha di kawasan Malioboro pasar dan tempat strategis lainnya sudah tervaksinasi," ucapnya.


Diberitakan sebelumnya, Pemkot Yogyakarta menargetkan vaksinasi COVID-19 tahap kedua secara massal yang menyasar 19.980 orang selesai 6 hari ke depan. Sementara itu, Menkes menyebut vaksinasi massal di Yogya berlangsung rapi.


"Hari ini 19.980 (orang yang divaksin massal untuk tahap kedua) dan dilaksanakan secara bertahap selama 6 hari. Jadi hari ini ada sekitar 3200 di 3 titik," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat ditemui di depan Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, Senin (1/3/2021).


Selama 6 hari itu, Haryadi mengaku melibatkan kurang lebih 280 nakes yang terdiri dari dokter dan vaksinator. Jumlah nakes tersebut tersedia setiap hari selama vaksinasi massal.

"Kita juga libatkan 18 Puskesmas dan 11 Rumah Sakit di Yogya. Untuk laporan yang menolak vaksin so far (sejauh ini) tidak ada," ucapnya.


"Yang jelas untuk kesediaan vaksin untuk tahap kedua ini sudah ada 26 ribu. Karena kita kejar-kejaran minat dan ketersediaan," imbuh Haryadi.


Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal di Kota Yogyakarta kemarin berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan kerumunan. Terlebih pihaknya sudah mengatur berapa orang dalam saru jam.


"Tadi sudah jauh lebih rapi, karena biasanya terjadi kerumunan. Satu jam diatur 120 orang dan di sini (Benteng Vredeburg) diatur 140 orang," ujarnya.

https://indomovie28.net/movies/seondal-the-man-who-sells-the-river/


IDI Sebut Demam Bisa Jadi Cikal Bakal 'Long COVID'


Setahun Corona di Indonesia, 'Long COVID' alias gejala berkepanjangan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19 kian bermunculan. Namun hingga kini, belum ada kepastian soal penyebab dan gejalanya.

Dr Eka Mulyana dari Divisi Advokasi dan Hubungan Eksternal Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, long COVID baru ditemukan dalam 2 bulan terakhir.


Ia menyebut, di awal kemunculannya, COVID-19 memang disebut 1.000 face disease lantaran gejalanya amat banyak dan sulit diprediksi.


"Long COVID fenomenanya baru muncul 2 bulan terakhir ketika didapatkan fenomena, ternyata banyak orang bergejala. Punya tambahan-tambahan gejala setelah dinyatakan bebas dari COVID," dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).


Ia sebutkan, hingga kini belum ada kepastian soal gejala dan durasi kasus long COVID. Kebanyakan, gejala yang ditemukan di Inonesia berupa sesak napas berkepanjangan.


Akan tetapi, ada pula beberapa gejala long COVID berupa rasa lelah berlebihan terus-menerus. Umumnya, hal tersebut disebabkan kerja jantung melemah. Dampak berkepanjangannya, pasien sulit beraktivitas normal kembali.


"Ini masih kita lihat apa penyebabnya pada orang-orang yang alami COVID sedang sampai kritis atau sedang sampai berat. Kalau ringan, biasanya tidak ada (long COVID)," terangnya lebih lanjut pada detikcom.


Hingga kini, fenomena long COVID masih diselidiki. Biasanya, cikal bakal gejala COVID berkepanjangan adalah demam yang tidak turun-turun. Sedangkan pasien dengan gejala awal anosmia cenderung berpotensi cepat pulih kembali.


"Itu fenomena yang membutuhkan penelitian untuk bisa dibuktikan karena data itu banyak," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/scooby-doo-music-of-the-vampire/