Kamis, 18 Februari 2021

Jangan Beli Invitation! Gabung Clubhouse Itu Gratis

  Lantaran banyak tokoh dan influencer Tanah Air ramai bergabung di Clubhouse, banyak netizen yang ingin join di media sosial (medsos) berbasis audio chat ini. Hanya saja saat ini cara bergabung Clubhouse tidak semudah Instagram ataupun medsos lainnya.

Seseorang harus punya teman yang sudah menjadi pengguna Clubhouse. Nantinya dia bisa mengirimkan invitation atau memperbolehkan masuk ke dalam media sosial ini.


Sayangnya eksklusivitas ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menjual invitation Clubhouse di e-commerce, salah satunya Tokopedia. Pantauan detikINET, Senin (15/2/2021), undangan tersebut ditawarkan seharga Rp 150 ribu. Konsultan kreatif sekaligus CEO Riuh Renjana Creative, Dwika Putra, menyarankan untuk tidak membelinya.


"Menurut saya tidak perlu (dibeli), karena sebenarnya bisa diperoleh gratis, selama kita bisa mendapat jalur yang tepat. Apalagi, ada beberapa 'gerakan' yang dibuat untuk memerangi penjualan tersebut, dengan cara membagi-bagi invitation gratis," kata Dwika saat dihubungi detikINET.

https://movieon28.com/movies/the-grasshopper/


Saat ini Clubhouse memang tengah menjadi fenomena. Sejak Elon Musk membuat sesi obrolan, membuat medsos besutan Paul Davison dan Rohan Seth itu mendadak populer. Semua orang pun ingin bergabung untuk menjajalnya, termasuk di Indonesia.


Dalam beberapa dua pekan terakhir, banyak netizen di Tanah Air bergabung. Ini bisa dilihat makin beragamnya topik obrolan, serta bertambahnya jumlah speaker maupun listener di setiap room. Rasanya tren ini akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.


"Menurut saya sih orang Indonesia saat ini sedang masuk fase sangat antusias terhadap Clubhouse. Ketertarikan terhadap hal baru, ditambah promosi dari berbagai publik figur, pastinya akan semakin menumbuhkan rasa FOMO atau takut tertinggal. Hal ini akan menyebabkan makin banyak orang tertarik untuk masuk Clubhouse," ujar Dwika menanggapi fenomena Clubhouse di Indonesia.


Hanya saja Dwika enggan menebak-nebak sejauh mana kehebohan Clubhouse di Indonesia ini akan terus berlangsung. Tapi menurutnya media sosial yang didirikan Maret 2020 bisa menjadi platform yang bisa diperhitungkan.


"Saya tidak mau menebak-nebak, tetapi melihat perkembangan yang ada saat ini, sepertinya Clubhouse akan jadi sebuah alternatif untuk platform konten yang cukup bisa diperhitungkan. Sifatnya yang dapat dijadikan background noise, karena dapat didengar sambil melakukan hal lain, akan menjadi faktor pembeda yang cukup signifikan," ujarnya.


Dalam kesempatan ini, Dwika memberikan saran penting bagi kamu yang ingin bergabung ke Clubhouse. Kendati bentuknya media sosial, baiknya untuk berkomunikasi dan interaksi di Clubhouse selayaknya di dunia nyata.


"Perlakukanlah komunikasi dan interaksi di Clubhouse sebagaimana komunikasi dan interaksi di dunia nyata. Apa yang menyakitkan untuk disampaikan di dunia nyata, juga akan menyakitkan jika disampaikan di Clubhouse, sebagaimana dengan social media lainnya," tuturnya


"Selalu ingat bahwa di balik avatar sekecil jari kamu, ada orang yang sungguh nyata yang mendengar dan merasakan apa yang kamu katakan," tegas Dwika.


Untuk mengetahui Clubhouse lebih jauh, kamu bisa mendengarkan podcast Obat Gaptek berikut ini:

https://movieon28.com/movies/grasshoppers/

Ingat! Vaksin Mandiri buat Karyawan Gratis, yang Bayar Pengusaha

  Pemerintah menyambut baik usulan dari para pengusaha terkait vaksin gotong royong (vaksin mandiri COVID-19). Hal itu bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi sehingga bisa segera terbangun herd immunity.

Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Arya Sinulingga mengatakan pihaknya sudah meminta pendapat dan rekomendasi dari sejumlah pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaksanakan vaksin mandiri COVID-19.


"Perlu pertimbangan mendalam dalam penyusunan regulasinya, untuk memastikan tidak adanya tumpang tindih dengan program vaksinasi yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah, baik dalam hal pengadaan, distribusi, maupun pelaksanaan," ujar Arya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).


Arya memastikan tidak ada perbedaan antara vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi gotong royong dalam hal biaya, yaitu sama-sama diberikan secara gratis. Bedanya vaksin mandiri COVID-19 akan diberikan untuk pekerja/buruh dengan biaya dari pengusaha.


"Sehingga tidak ada istilah vaksin berbayar atau komersialisasi vaksinasi COVID-19. Yang membedakan adalah vaksinasi gotong royong khusus diperuntukkan bagi pekerja/buruh dengan anggaran atau biaya dari para pengusaha," tuturnya.


Selain itu, merek vaksin yang digunakan untuk vaksin mandiri COVID-19 tidak akan sama dengan pengadaan vaksin yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu untuk memastikan bahwa selama pelaksanaannya tidak akan mengambil jatah kuota vaksin pemerintah untuk program vaksinasi gratis.


"Kemenkes akan bertindak sebagai regulator, baik dalam hal pengadaan, distribusi, dan pelaksanaannya. Kendali data tetap ada di Kemenkes. Proses pengadaan diatur secara detail dan transparan," tuturnya.


Pelaksanaan vaksin mandiri COVID-19 sendiri disebut tidak akan dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Waktunya akan dilakukan setelah vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua selesai.


"Penyuntikan vaksin gotong royong tidak dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk vaksinatornya. Pelaksanaan proses dilakukan setelah vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan selesai dan juga setelah vaksinasi tahap kedua untuk petugas publik berjalan," imbuhnya.

https://movieon28.com/movies/grasshopper/


Jangan Beli Invitation! Gabung Clubhouse Itu Gratis


 Lantaran banyak tokoh dan influencer Tanah Air ramai bergabung di Clubhouse, banyak netizen yang ingin join di media sosial (medsos) berbasis audio chat ini. Hanya saja saat ini cara bergabung Clubhouse tidak semudah Instagram ataupun medsos lainnya.

Seseorang harus punya teman yang sudah menjadi pengguna Clubhouse. Nantinya dia bisa mengirimkan invitation atau memperbolehkan masuk ke dalam media sosial ini.


Sayangnya eksklusivitas ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk menjual invitation Clubhouse di e-commerce, salah satunya Tokopedia. Pantauan detikINET, Senin (15/2/2021), undangan tersebut ditawarkan seharga Rp 150 ribu. Konsultan kreatif sekaligus CEO Riuh Renjana Creative, Dwika Putra, menyarankan untuk tidak membelinya.


"Menurut saya tidak perlu (dibeli), karena sebenarnya bisa diperoleh gratis, selama kita bisa mendapat jalur yang tepat. Apalagi, ada beberapa 'gerakan' yang dibuat untuk memerangi penjualan tersebut, dengan cara membagi-bagi invitation gratis," kata Dwika saat dihubungi detikINET.


Saat ini Clubhouse memang tengah menjadi fenomena. Sejak Elon Musk membuat sesi obrolan, membuat medsos besutan Paul Davison dan Rohan Seth itu mendadak populer. Semua orang pun ingin bergabung untuk menjajalnya, termasuk di Indonesia.


Dalam beberapa dua pekan terakhir, banyak netizen di Tanah Air bergabung. Ini bisa dilihat makin beragamnya topik obrolan, serta bertambahnya jumlah speaker maupun listener di setiap room. Rasanya tren ini akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

https://movieon28.com/movies/hidden/