Selasa, 26 Januari 2021

Kisah Engineer Tokopedia Kembangkan Aplikasi di iOS Mulai dari Nol

 Tidak mudah bagi sebuah aplikasi untuk bisa masuk ke App Store, mengingat banyak kaidah dan aturan yang harus dipatuhi. Apalagi jika kemudian aplikasi dianggap menjadi salah satu yang terbaik oleh pemilik platform, pembuat patut merasa bangga.

Inilah yang dialami oleh Tokopedia, di mana aplikasi Tokopedia untuk iOS berhasil ditampilkan di halaman depan App Store pada bulan Oktober 2020 silam. Prestasi Tokopedia tersebut tidak lepas dari peran talenta muda Indonesia, Tonito. Tonito merupakan seorang engineer di balik pengembangan aplikasi iOS Tokopedia, yang kini menjadi Head of Engineering Tokopedia.


Diakui Tonito untuk mengembangkan sebuah aplikasi iOS tidaklah mudah. Dia harus melewati banyak trial and errors serta perbaikan sebelum akhirnya aplikasi tersebut siap diluncurkan. Ditambah, Tonito sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam hal pengembangan aplikasi iOS, dan pengguna iOS di Indonesia pun belum banyak.


"Sama sekali nggak mengerti. Tapi dengan semangat #MulaiAjaDulu, saya melihat pentingnya mengambil tantangan yang ada di depan dan mewujudkannya. Saya juga bilang untuk tidak khawatir karena saya bisa belajar sambil melakukannya," ujar Tonito dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).


Setelah memakan waktu cukup lama, Tokopedia pun meluncurkan aplikasi mobile berbasis iOS pada pertengahan tahun 2015. Sejak saat itu, Tonito dan tim terus menciptakan berbagai inovasi digital guna mengikuti perkembangan inovasi Apple sebagai pemilik platform. Di tahun 2016, Tokopedia me-launching versi iPad dari aplikasi dan bekerja sama dengan menggaet Uber di tahun 2017, sehingga pengguna tak perlu mengunduh aplikasi terpisah untuk memesan layanan Uber.

https://trimay98.com/movies/the-conjuring-2/


Kemudian, Tonito beserta tim juga berkolaborasi dengan Apple Academy di tahun 2018 untuk membina talenta digital dalam hal penguasaan sistem iOS. Langkah ini diambil karena melihat sedikitnya jumlah iOS developer saat itu. Inisiatif tersebut rupanya membuahkan hasil yang membuat tim iOS Tokopedia dapat berkembang menjadi 40 orang pada tahun 2019.


Lebih lanjut, sejak akhir tahun 2020 lalu aplikasi iOS Tokopedia mulai tersedia di Apple Watch, sehingga masyarakat dapat mengakses Tokopedia dengan mudah langsung dari Apple Watch mereka, mulai dari mencari produk hingga mengecek notifikasi dan memantau status pembelian.


Selain itu, Tokopedia juga menghadirkan dukungan terhadap fitur unggulan dari iOS 14, yakni home screen widget, yang dikembangkan hanya dalam waktu 6 bulan. Kehadiran widget Tokopedia di iOS 14 ini menawarkan berbagai kemudahan bagi pengguna karena dapat memantau transaksi serta berkomunikasi dengan penjual dan pembeli tanpa harus membuka aplikasi Tokopedia.


"Kami selalu berusaha mengikuti inovasi dan perubahan yang dilakukan oleh iOS. Biasanya, kami menerima informasi dari iOS sebelum peluncuran dan mencoba menyempurnakan aplikasi kami untuk mendukung fitur baru yang akan dirilis, " jelasnya.


Di sisi lain, Tonito juga optimis terhadap perkembangan industri teknologi di Indonesia, dengan melihat banyaknya perusahaan teknologi dan startup yang berkembang pesat. Namun menurutnya, jumlah talenta digital di Indonesia masih tertinggal jauh untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut.


Tidak jarang pula ia melihat developer muda yang meragukan kemampuannya sebagai seorang iOS developer karena berbagai alasan, seperti ketidaktersediaannya perangkat untuk bereksperimen. Padahal, ia menilai bahwa hal tersebut sejatinya bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.


"Di Tokopedia, kami selalu menyediakan perangkat terbaru dan mendukung mereka dengan pelatihan dan lokakarya untuk mengembangkan keterampilan mereka. Selama mereka memiliki dasar yang kuat dalam beberapa keterampilan umum yang dibutuhkan, mereka selalu bisa belajar sambil bekerja di sini," pungkasnya.


Tonito berharap agar Indonesia dapat memiliki lebih banyak talenta digital untuk membantu mempercepat pertumbuhan industri teknologi Tanah Air.

https://trimay98.com/movies/parasite-dolls/

Amerika Ragukan Klaim Lab Wuhan Bebas Corona

 Amerika Serikat dan China sedang bersitegang di saat penyelidikan asal muasal virus Corona tengah dilakukan. Sebelum berhenti dari posisi Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo melontarkan kecurigaan tentang laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV).

Pernyataan Pompeo ini, yang kemudian menjadi pengumuman resmi Kementerian Luar Negeri AS, telah membuat China meradang. Pompeo mendorong WHO menekan China agar lebih transparan, terlebih ia menyebut ada bukti karyawan WIV sakit dengan gejala mirip COVID-19 sebelum Corona mewabah di Wuhan.


"Pemerintah AS punya alasan untuk percaya bahwa beberapa periset di dalam WIV menjadi sakit di musim gugur 2019, sebelum kasus pertama wabah teridentifikasi, dengan gejala-gejala yang konsisten baik untuk COVID-18 atau penyakit flu musiman," sebut Pompeo.


"Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang klaim publik periset senior WIV Shi Zhengli bahwa tidak ada infeksi SARS-CoV-2 dan virus SARS terkait di antara staff dan siswa WIV," imbuhnya seperti dikutip detikINET dari Newsweek, Senin (25/1/2021).


Shi Zhengli selaku Direktur Center for Emerging Infectious Diseases di Wuhan Institute of Virology (WIV) memang jadi salah satu sosok yang membantah lab Wuhan membuat atau membocorkan virus Corona karena tak ada buktinya.


Di pertengahan tahun 2020, ia pernah menyebut semua karyawan WIV dipastikan bebas virus Corona. "Tiap tahun, fasilitas dan peralatan lab harus dites oleh institusi pihak ketiga yang diizinkan pemerintah. Hanya setelah lulus tes itu laboratorium bisa terus beroperasi. Keamanan tinggi laboratorium di institut kami beroperasi dengan stabil," cetus Zhengli.


"Sampai saat ini, tidak ada kebocoran patogen atau kecelakaan yang membuat personel terinfeksi terjadi. Baru-baru ini, kami menguji semua staff di lab dan tak ada seorang pun yang terinfeksi oleh SARS-CoV atau SARS-CoV-2," paparnya.


"Sampai saat ini, semua staff dan mahasiswa di institut kami (statusnya) zero infection," tegas Zhengli pada saat itu. Pernyataan tersebut yang sepertinya sekarang dipermasalahkan Pompeo.


Pemerintah China sendiri menepis tudingan Pompeo. Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyinggung teori konspirasi bahwa virus Corona berasal dari laboratorium di Amerika Serikat.


"Saya ingin menekankan jika AS sungguh menghormati fakta, mereka harus membuka lab biologi di Fort Detrick, memberi lebih banyak transparansi pada isu seperti 200 lab biologi di luar negeri, mengundang WHO melacak asal virus Corona di AS dan menanggapi kecemasan komunitas internasional dengan aksi nyata," kata Hua.

https://trimay98.com/movies/the-parasite-2/


Kisah Engineer Tokopedia Kembangkan Aplikasi di iOS Mulai dari Nol


Tidak mudah bagi sebuah aplikasi untuk bisa masuk ke App Store, mengingat banyak kaidah dan aturan yang harus dipatuhi. Apalagi jika kemudian aplikasi dianggap menjadi salah satu yang terbaik oleh pemilik platform, pembuat patut merasa bangga.

Inilah yang dialami oleh Tokopedia, di mana aplikasi Tokopedia untuk iOS berhasil ditampilkan di halaman depan App Store pada bulan Oktober 2020 silam. Prestasi Tokopedia tersebut tidak lepas dari peran talenta muda Indonesia, Tonito. Tonito merupakan seorang engineer di balik pengembangan aplikasi iOS Tokopedia, yang kini menjadi Head of Engineering Tokopedia.


Diakui Tonito untuk mengembangkan sebuah aplikasi iOS tidaklah mudah. Dia harus melewati banyak trial and errors serta perbaikan sebelum akhirnya aplikasi tersebut siap diluncurkan. Ditambah, Tonito sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam hal pengembangan aplikasi iOS, dan pengguna iOS di Indonesia pun belum banyak.


"Sama sekali nggak mengerti. Tapi dengan semangat #MulaiAjaDulu, saya melihat pentingnya mengambil tantangan yang ada di depan dan mewujudkannya. Saya juga bilang untuk tidak khawatir karena saya bisa belajar sambil melakukannya," ujar Tonito dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

https://trimay98.com/movies/the-parasite/