Jumat, 22 Januari 2021

Layanan Telekomunikasi Tetap Aman Usai Gempa Kepulauan Talaud

 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan kondisi terkini infrastruktur dan layanan telekomunikasi pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,0 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis Malam (21/1).

Disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli bahwa hingga saat ini operator seluler menyampaikan tidak mengalami gangguan akibat gempa di Kepulauan Talaud.


"Layanan seluler tetap dapat dinikmati oleh masyarakat di wilayah tersebut. Begitu juga layanan dan infrastruktur milik PT Telkom yang dilaporkan masih aman dan terkendali," kata Ramli kepada detikINET, Jumat (22/1/2021).

Komunikasi Sulit

Kendati terpantau layanan telekomunikasi di Kepulauan Talaud aman pasca gampe, Kominfo tetap akan melakukan monitoring terhadap jaringan dan layanan di daerah tersebut.


"Kementerian Komunikasi dan Informatika tetap akan melakukan monitoring terhadap jaringan dan layanan telekomunikasi di Kepulauan Talaud dan meminta operator terus dapat meningkatkan layanan serta mengantisipasi jika terdapat gempa susulan," ungkap Ramli.


Diberitakan sebelumnya, setelah diguncang gempa Sulut, BNPB menyebutkan di Kepulauan Talaud sempat tidak ada penerangan atau lampu mati serta komunikasi juga agak sulit.


"Saat ini BPBD setempat sedang menghimpun informasi dari desa-desa yang teridentifikasi merasakan guncangan gempa. Informasi yang diterima BNPB menyebutkan kondisi di Kepulauan Talaud sekarang ini tidak ada penerangan atau lampu mati serta komunikasi juga agak sulit," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.


Data per Kamis (21/1) pukul 21.44 Wita atau waktu setempat, tercatat dampak gempa berupa kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga sedang.


Kerusakan teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo, berupa dinding belakang rumah roboh. Dua kerusakan lain berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan kerusakan di desa ini pada kategori rusak ringan.


Terkait dengan dampak korban, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud masih melakukan monitoring di lapangan.

https://maymovie98.com/movies/underdogs/


Balon Internet Dimatikan Induk Google, Nasib Internet Indonesia?


Beberapa waktu lalu, Indonesia menyatakan ketertarikanya lagi terhadap Project Loon besutan induk Google, Alphabet, untuk membantu menyebarkan internet di berbagai wilayah. Bagaimana nasib internet Indonesia, setelah balon internet tersebut dimatikan?

Project Loon adalah inovasi yang memungkinkan bisa memancarkan akses internet, meski berada di wilayah terjal dan sulit. Hal itu karena, Project Loon ibarat Base Transceiver Station (BTS), namun dalam kondisi terbang sampai ke lapisan stratosfer.


Kemampuan tersebut yang dinilai Pemerintah Indonesia cocok untuk mengatasi persoalan ketersediaan internet di pelosok. Seperti diketahui, geografis Indonesia yang terdiri dari luasnya wilayah, terdiri dari gunung-gunung, hingga laut yang membentang menjadi tantangan penggelaran internet sampai ke pelosok.


Sempat tertarik dengan balon internet tersebut, pemerintah kini lebih fokus terhadap peluncuran satelit Satria. Satelit berjenis High Throughput Satellite (HTS) itu direncanakan mengorbit pada kuartal keempat 2023.


"Project Loon adalah salah satu opsi teknologi yang pernah kami pertimbangkan. Namun, opsi lain berupa Satelit HTS Satria adalah opsi yang sudah kami eksekusi," ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Anang Latief, Jumat (22/1/2021).


Terlebih, saat ini Alphabet memutuskan menghentikan Project Loon yang sudah digarapnya selama sembilan tahun. Hal itu terpaksa setelah tidak menemukan model bisnis berkelanjutan dan mitra yang bersedia.


"Jadi, dengan terminasinya Project Loon, tidak akan mengganggu rencana pemerataan infrastruktur digital di Indonesia," ungkap Anang.


Diberitakan sebelumnya, keputusan Alphabet mematikan balon internet dinilai mengejutkan. Pasalnya baru tahun lalu, Project Loon mendapatkan persetujuan dari pemerintah Kenya untuk meluncurkan balon pertama untuk menyediakan layanan konektivitas komersial.

https://maymovie98.com/movies/the-underdog/

Kenapa Gempa Bumi Belum Bisa Diprediksi?

 Rentetan gempa Bumi mengguncang beberapa wilayah di Indonesia. Tentu langkah antisipasi bisa lebih baik seandainya bencana alam ini dapat diprediksi kapan akan terjadi. Sayangnya sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat melakukan hal itu. Kenapa?

Lembaga United States Geological Survey menyatakan belum pernah ada prediksi gempa Bumi yang berhasil. "Baik kami maupun para ilmuwan tak pernah memprediksi gempa Bumi besar. Kami tidak tahu bagaimana dan kami perkirakan demikian sampai beberapa waktu mendatang," sebut USGS.


"Ilmuwan di USGS hanya dapat mengkalkulasi probabilitas bahwa sebuah gempa Bumi besar akan muncul di area yang spesifik dalam cakupan waktu beberapa tahun," tambah mereka seperti dikutip detikINET dari situsnya, Jumat (22/1/2021).


Ya, belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan tepatnya sebuah gempa Bumi terjadi melainkan hanya potensinya. Ilmuwan memang sudah dapat memperkirakan kapan kira-kira gempa susulan terjadi, tapi hanya setelah gempa pertama muncul.


Kemungkinan tersebut dibuat ilmuwan USGS menggunakan model berdasarkan kebiasaan seismik dan data selama beberapa dekade tentang gempa susulan. Tapi prediksi yang sama tidak dapat diterapkan soal kapan gempa Bumi pertama bakal terjadi.


"Bahkan meskipun secara teori mungkin, secara praktis adalah mustahil," kata Andrew Michael, ahli Geofisika di USGS.


Hal terbaik yang dapat dilakukan seismolog adalah menggunakan data historis untuk memprediksi sebuah gempa skala tertentu akan terjadi di sebuah wilayah. Hal itu berguna misalnya untuk antisipasi dengan membangun gedung tahan gempa Bumi, tapi tak dapat memperingatkan penduduk bahwa gempa akan segera terjadi di waktu tertentu.

https://maymovie98.com/movies/the-underdogs/


"Masalahnya, Bumi adalah sesuatu yang kompleks," sebut Christopher Scholz, profesor emeritus di Columbia University's Lamont-Doherty Earth Observatory.


"Riset menunjukkan getaran gempa memiliki pola karakteristik sama. Setelah getaran pertama terjadi, terbangunlah intensitas, kemudian puncaknya, lalu getaran menurun. Gempa besar dan kecil dimulai dengan cara sama, tapi tak ada cara mengetahui kapan puncaknya, yaitu magnitude maksimal dari gempa, tercapai," sebut kolumnis sains Forbes, David Bressan.


"Gempa Bumi terjadi dari patahan tiba-tiba bebatuan di kedalaman, dipicu oleh kekuatan yang bahkan lebih dalam lagi di Bumi. Sangat sulit untuk benar-benar memahami bagaimana bebatuan 'bertingkah' dengan tekanan dan temperatur yang meningkat di sana," paparnya.


"Eksperimen di laboratorium terbatas pada sampel yang kecil dan mengebor di zona sesar adalah sesuatu yang sulit dan merupakan operasi yang sangat mahal," sebutnya lagi.


Di sisi lain sejak lama, ada teori tentang tingkah binatang yang tidak biasanya menjelang terjadinya gempa. Tapi meskipun riset modern coba menganalisis soal ini, secara umum hal itu tidak dapat diandalkan untuk melakukan prediksi yang pasti.


"Pada beberapa kasus, gempa Bumi diawali oleh satu atau beberapa perubahan. Di kasus lain, tidak ada tanda apapun yang bisa diobservasi, meskipun terjadi gempa merusak," tandas David.

https://maymovie98.com/movies/iqro-petualangan-meraih-bintang/