Senin, 18 Januari 2021

WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi Baru, Tetap Hijrah atau Tidak?

 WhatsApp diketahui menunda penerapan kebijakan privasi baru hingga 15 Mei 2021 setelah adanya banjir kritikan dan membuat sebagian user pindah ke kompetitor seperti Telegram dan Signal.

Tapi, apakah lebih baik hijrah atau tetap menggunakan WhatsApp? detikINET pun telah menghubungi pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya untuk menanggapi hal ini.


"Kalau saya pilih keduanya. Jadi faktanya kita tidak bisa mendadak berpindah dari WhatsApp. Tetapi kalau kita tetap di WhatsApp tanpa melakukan apapun, sama saja mencelakakan diri kita sendiri dan faktanya ketentuan ini bukan dibatalkan tetapi hanya ditunda," ujarnya melalui pesan singkat, Senin (18/1/2021).


Karena itu, Alfons tetap menyarankan pengguna untuk tetap memakai WhatsApp supaya komunikasi tidak terganggu. Namun di satu sisi, perlahan-lahan mulai berpindah menggunakan alternatif seperti Telegram dan Signal. Tujuannya, supaya WhatsApp tidak terlalu dominan hingga bila mendikte pasar dan pengguna dengan ketentuan privasi yang sangat merugikan pengguna.


Terlebih, kompetitor tidak melakukan sharing data ke platform lain karena mereka hanya murni messaging platform. Sebaliknya WhatsApp membagikan data ke platform lain Facebook Group. Didukung pula, adanya rekam jejak eksploitasi data oleh Facebook kemarin dengan kasus Cambridge Analytica.


"Jadi untuk keamanan dan keselamatan pengguna disarankan untuk mulai ancang-ancang berpindah ke platform lain sambil tetap menggunakan WhatsApp," tutupnya.


Seperti diberitakan, ada tiga poin utama yang dibawa update ini yaitu bagaimana WhatsApp memproses data, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola chat WhatsApp, dan bagaimana data diintegrasikan dengan produk Facebook lainnya. Kendati demikian, ini diakui tidak akan mempengaruhi keamanan chat privat pengguna.


Kalau kamu bagaimana, detikers? Apakah akan memutuskan tetap menggunakan WhatsApp atau ada pertimbangan lain untuk berpindah platform bertukar pesan?

https://tendabiru21.net/movies/sleep-tight/


Jadwal Tim Indonesia di M2 Mobile Legends World Championship


Kejuaraan dunia M2 Mobile Legends World Championship digelar 18-24 Januari 2021. Inilah jadwal tanding tim esports perwakilan Indonesia.

M2 digelar di Singapura dan para tim yang bertanding sudah berada di sana. Dihimpun dari One Esports, Senin (18/1/2021) ada 12 tim yang akan bertarung dan ada 2 wakil dari Indonesia.


12 Tim M2 Mobile Legends World Championship 2021:

Alter Ego (Indonesia)

RRQ Hoshi (Indonesia)

OMEGA Esports (Filipina)

Bren Esports (Filipina)

RSG (Singapura)

EVOS SG (Singapura)

Todak (Malaysia)

Burmese Ghouls (Myanmar)

Impunity KH (Kamboja)

10S Gaming Frost (Jepang)

DreamMax (Brasil)

Unique Devu (Rusia)

Legends & PUBG

Ke-12 tim dibagi dalam 4 grup sebagai berikut:


Group A

Burmese Ghouls

RSG

Unique Devu


Group B

Todak

OMEGA Esports

Impunity KH


Group C

Bren Esports

Alter Ego

10S Gaming Frost


Group D

RRQ Hoshi

EVOS SG

DreamMax


Untuk mendukung tim Indonesia, cek jadwal tanding Alter Ego dan RRQ Hoshi ya!

Jadwal pertandingan M2 Mobile Legends World Championship 2021:

Senin, 18 Januari 2021:


Group B Match 1: Todak vs OMEGA Esports (09.00 WIB)

Group A Match 1: Burmese Ghouls vs Unique Devu (11.00 WIB)

Group B Match 2: Todak vs Impunity KH (13.00 WIB)

Group A Match 2: RSG vs Unique Devu (15.00 WIB)

Group B Match 3: OMEGA Esports vs Impunity KH (17.00 WIB)

Group A Match 3: Burmese Ghouls vs RSG (19.00 WIB)

Selasa, 19 Januari 2021:


Group C Match 1: Alter Ego vs 10S Gaming Frost (09.00 WIB)

Group D Match 1: EVOS SG vs DreamMax (11.00 WIB)

Group C Match 2: Bren Esports vs 10S Gaming Frost (13.00 WIB)

Group D Match 2: RRQ Hoshi vs DreamMax (15.00 WIB)

Group C Match 3: Bren Esports vs Alter Ego (17.00 WIB)

Group D Match 3: RRQ Hoshi vs EVOS SG (19.00 WIB)

Rabu, 20 Januari 2021:


Runner-up Group A vs 3rd Place Group C (12.00 WIB)

3rd Place Group A vs Runner-up Group C (14.00 WIB)

Runner-up Group B vs 3rd Place Group D (16.00 WIB)

3rd Place Group B vs Runner-up Group D (18.00 WIB)

https://tendabiru21.net/movies/species-iii/


Asus Pamer Tampang ROG Phone 4

 Asus mulai mempromosikan ponsel gaming terbarunya lewat sebuah poster di akun Weibo mereka. Seperti apa tampangnya?

Dalam poster tersebut Asus memamerkan ponsel yang 'wajahnya' dipenuhi layar, dan mereka memang tak menyebutnya sebagai ROG Phone 4. Namun pada bagian kiri atas dipajang logo Republic of Gamers (ROG). Meski bisa saja Asus tak menggunakan nama ROG Phone 4 untuk ponsel tersebut.


Asus ROG Phone 4

Asus pun mengklaim kalau ponsel gaming barunya ini bisa menghadirkan pengalaman gaming yang lebih imersif dan tak terbatas. Mungkin ini bisa diwujudkan karena rasio layar ke bodi yang lebih besar.


Uniknya, pada bagian latar belakang gambar ada konstelasi bintang yang tampaknya mirip (atau memang) konstelasi Aries. Mungkin ini adalah cara Asus membocorkan tanggal peluncuran ponsel tersebut, demikian dikutip detikINET dari Android Authority, Senin (17/1/2021).

Sementara soal spesifikasi, bocorannya berasal dari laman Geekbench dan HTML5. yaitu pada ponsel dengan nomor model ASUS_I005DA. Dari laman tersebut diketahui kalau ponsel itu memakai Snapdragon 888 sebagai otaknya.


Sementara untuk varian standarnya akan mempunyai RAM 8GB dan sistem operasi Android 11. Skor benchmark dari perangkat tersebut untuk single core adalah 1081, sementara untuk multi core skornya adalah 3584. Pada uji HTML5, ponsel tersebut mendapat skor 469.


Pada 2020 lalu, Asus merilis ROG Phone 3 pada bulan Juli, dan kemudian mendarat di Indonesia pada bulan September. Saat itu, ROG Phone 3 hadir dalam dua varian, yaitu RAM 8 GB dan ROM 128 GB, harganya Rp 9.999.000 diberikan bonus AeroCase. Kedua RAM 12 GB dan ROM 256 GB dibanderol Rp 14.999.000 dengan bonus AeroActive Cooler 3 dan AeroCase.


Harganya ini sedikit lebih murah dibanding harga secara global, di mana versi RAM 8 GB dan ROM 256 GB dilepas 799 euro atau kisaran Rp 13,5 juta. Sementara versi RAM 12 GB dan ROM 512 GB dihargai Rp 999 euro atau Rp 16,9 juta.

https://tendabiru21.net/movies/under-the-bed-2/


WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi Baru, Tetap Hijrah atau Tidak?


 WhatsApp diketahui menunda penerapan kebijakan privasi baru hingga 15 Mei 2021 setelah adanya banjir kritikan dan membuat sebagian user pindah ke kompetitor seperti Telegram dan Signal.

Tapi, apakah lebih baik hijrah atau tetap menggunakan WhatsApp? detikINET pun telah menghubungi pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya untuk menanggapi hal ini.


"Kalau saya pilih keduanya. Jadi faktanya kita tidak bisa mendadak berpindah dari WhatsApp. Tetapi kalau kita tetap di WhatsApp tanpa melakukan apapun, sama saja mencelakakan diri kita sendiri dan faktanya ketentuan ini bukan dibatalkan tetapi hanya ditunda," ujarnya melalui pesan singkat, Senin (18/1/2021).


Karena itu, Alfons tetap menyarankan pengguna untuk tetap memakai WhatsApp supaya komunikasi tidak terganggu. Namun di satu sisi, perlahan-lahan mulai berpindah menggunakan alternatif seperti Telegram dan Signal. Tujuannya, supaya WhatsApp tidak terlalu dominan hingga bila mendikte pasar dan pengguna dengan ketentuan privasi yang sangat merugikan pengguna.


Terlebih, kompetitor tidak melakukan sharing data ke platform lain karena mereka hanya murni messaging platform. Sebaliknya WhatsApp membagikan data ke platform lain Facebook Group. Didukung pula, adanya rekam jejak eksploitasi data oleh Facebook kemarin dengan kasus Cambridge Analytica.


"Jadi untuk keamanan dan keselamatan pengguna disarankan untuk mulai ancang-ancang berpindah ke platform lain sambil tetap menggunakan WhatsApp," tutupnya.

https://tendabiru21.net/movies/under-the-bed/