Kamis, 14 Januari 2021

Rekor Lagi! Update Corona RI 14 Januari: 11.557 Kasus Baru, Total 869.600

 Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Corona COVID-19 bertambah 11.557 kasus pada Kamis (14/1/2021). Total positif menjadi 869.600, sembuh 711.205, dan meninggal 25.246.

Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa hari ini tercatat sebanyak 70.736, sedangkan suspek yang diamati sebanyak 64.032.


Berikut perkembangan kasus Corona di Indonesia hari ini:


Kasus positif bertambah 11.557 menjadi 869.600

Pasien sembuh bertambah 7.741 menjadi 711.205

Pasien meninggal bertambah 295 menjadi 25.246

Sebelumnya pada Rabu (13/1/2021), tercatat jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 858.043, sembuh 703.464, dan meninggal 24.951 kasus.

https://movieon28.com/movies/hantu-rumah-sakit-jiwa/


DKI Masih di Atas 3 Ribu! Ini Sebaran 11.557 Kasus Corona RI 14 Januari


Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis (14/1/2021). Ada penambahan 11.557 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 869.600 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 3.165 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 2.201 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 1.497 kasus baru per 14 Januari.


Detail perkembangan virus Corona Kamis (14/1/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 11.557 menjadi 869.600

Pasien sembuh bertambah 7.741 menjadi 711.205

Pasien meninggal bertambah 295 menjadi 25.246

Tercatat sebanyak 70.376 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 64.032.


Sebaran 11.557 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (14/1/2021).


DKI Jakarta: 3.165 kasus

Jawa Barat: 2.201 kasus

Jawa Tengah: 1.497 kasus

Jawa Timur: 981 kasus

Sulawesi Selatan: 640 kasus

Kalimantan Timur: 407 kasus

Bali: 297 kasus

DI Yogyakarta: 291 kasus

Sumatera Barat: 269 kasus

Banten: 240 kasus

Sulawesi Barat: 143 kasus

Sulawesi Tengah: 107 kasus

Kalimantan Selatan: 101 kasus

Sulawesi Utara: 100 kasus

Sumatera Selatan: 98 kasus

Lampung: 96 kasus

Riau: 93 kasus

Sumatera Utara: 89 kasus

Nusa Tenggara Barat: 83 kasus

Jambi: 80 kasus

Kalimantan Utara: 79 kasus

Sulawesi Tenggara: 72 kasus

Kalimantan Tengah: 71 kasus

Bangka Belitung: 62 kasus

Nusa Tenggara Timur: 56 kasus

Kepulauan Riau: 51 kasus

Papua: 50 kasus

Gorontalo: 43 kasus

Kalimantan Barat: 25 kasus

Maluku Utara: 24 kasus

Bengkulu: 17 kasus

Papua Barat: 14 kasus

Aceh: 11 kasus

Maluku: 4 kasus.


Raffi Ahmad 'Bebas' Tak Pakai Masker, DPR Pertanyakan Ketegasan Pemerintah


 Artis Raffi Ahmad jadi sorotan karena ketahuan tidak memakai masker dalam sebuah acara. Padahal sebelumnya Raffi ditunjuk oleh pemerintah untuk mewakili pemuda dalam menerima vaksin COVID-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan. Ada kecenderungan tidak ada atau minim sanksi bagi para pejabat dan tokoh publik yang ceroboh tidak mematuhi protokol.


"Ada salah satu influencer yang diundang untuk vaksin, malamnya berpesta tanpa masker dan sebagainya. Ini kan sebetulnya contoh-contoh yang engga baik," kata Netty dalam rapat bersama Kementerian Kesehatan pada Kamis (14/1/2021).


"Dan yang menarik salah satu orang yang ditunjuk sebagai jubir mengatakan 'biarlah netizen yang menegur'. Kok seperti itu? Giliran rakyat ditakut-takuti, giliran rakyat dikejar-kejar," lanjutnya.


Raffi Ahmad sendiri sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas kelalaiannya. Ia mengaku saat itu mencopot masker karena sedang makan.


"Kondisinya memang sebelum masuk rumahnya mengikuti protokoler. Tetapi pas di dalam kebetulan saya sedang makan, tidak pakai masker, dan ada yang foto," ungkap Raffi.

https://movieon28.com/movies/rumah-angker-pondok-indah/


18 Tahun ke Atas Jadi Prioritas, Ini Batas Usia Vaksin COVID-19

 Vaksinasi perdana COVID-19 di Indonesia telah dilakukan kemarin (13/1), dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntik bersama dengan beberapa menteri, pejabat negara, hingga influencer. Tak semua orang bisa menerima vaksin Corona, berapa batas usia vaksin COVID-19?

Hingga saat ini, Satgas memaparkan bahwa uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada rentang usia 18 hingga 59 tahun yang merupakan kelompok usia paling banyak terpapar virus Corona. Kelompok usia tersebut menjadi target awal vaksinasi di Indonesia.


Sementara itu, pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan di beberapa kandidat vaksin yang ada. Menurut Satgas COVID-19, saat ini sudah ada kandidat vaksin yang dapat disuntikkan kepada lansia 60 sampai 89 tahun.


"Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diuji cobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta," jelas Satgas.


Adapun informasi batas usia vaksin COVID-19 berdasarkan masing-masing jenis vaksin di antaranya sebagai berikut:

https://movieon28.com/movies/haunted-house-rides/


1. Vaksin Sinovac-Bio Farma

Indonesia menggunakan vaksin Sinovac yang izin penggunaan daruratnya (EUA) telah diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan efikasi sebesar 65,3 persen. Berdasarkan data, vaksin Sinovac melakukan uji klinis terhadap dua kolompok usia, yaitu dewasa (18-59 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas). Melalui uji klinis, vaksin Sinovac diberikan sejumlah dua dosis dengan selang waktu 14-28 hari.


2. Vaksin Oxford-AstraZeneca

Vaksin ini merupakan jenis vaksin adenovirus, dan saat ini vaksin Oxford-AstraZeneca baru diuji pada sukarelawan dewasa yang sehat berusia antara 18-55 tahun di Inggris, Brasil, serta Afrika Selatan. Dalam pengujian itu, relawan menerima dua dosis suntikan antara empat hingga 12 minggu.


Data sementara uji klinis menunjukkan vaksin ini memiliki kemanjuran keseluruhan sebesar 70 persen. Negara yang telah mengeluarkan EUA untuk vaksin Oxford-AstraZeneca di antaranya Inggris, India, Argentina, Republik Dominika, El Salvador, Meksiko, dan Maroko.


3. Vaksin Sinopharm

Vaksi Sinopharm merupakan pengembangan vaksin Corona yang berasal dari pelemahan virus BBIBP-CorV. Berdasarkan hasil uji klinis tahap 3 sementara, vaksin asal China itu menunjukkan kemanjuran hingga 79 persen.


Vaksin Sinopharm telah disuntikkan kepada orang sehat berusia antara 18 hingga 80 tahun, dengan dua dosis vaksin per relawan. Negara-negara yang telah memberikan EUA kepada vaksin ini selain China, meliputi Uni Emirat Arab, Bahrain, serta Mesir.


4. Vaksin Pfizer-BioNTech

Vaksin Pfizer-BioNTech telah digunakan di Inggris, Bahrain, Kanada, Meksiko, AS, Singapura, Chili, Oman, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Eropa. Vaksin ini merupakan vaksin COVID-19 yang berbasis mRNA.


Vaksin Pfizer-BioNtech akan disuntikkan dalam dua dosis dengan selang waktu selama 21 hari. Berdasarkan data yang dirilis, ada tiga kelompok relawan yang menerima suntikan vaksin, di antaranya kelompok usia 12-15 tahun, usia 16-55 tahun, dan 55 tahun ke atas. Data uji klinis tahap 3 menunjukkan kemanjurannya hingga 95 persen.


Bagaimana dengan batas usia vaksin COVID-19 jenis lainnya? Simak di halaman berikutnya.


5. Vaksin Moderna

Batas usia vaksin COVID-19 vaksin Moderna diperuntukkan bagi orang yang berusia 18 tahun ke atas. Dalam pengujian, satu relawan menerima dua dosis suntikan vaksin dengan selang waktu 28 hari. Vaksin ini pun diklaim memiliki kemanjuran hingga 94,1 persen.

Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Israel telah menerbitkan EUA untuk vaksin Moderna. Saat ini, Moderna diketahui tengah meluncurkan uji coba vaksin bagi remaja berusia antara 12 hingga kurang dari 18 tahun.

https://movieon28.com/movies/faith-love-and-whiskey/