Pemerintah bakal menerapkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah di pulau Jawa-Bali per 11 Januari-25 Januari 2021. Daerah yang masuk kriteria tersebut diharuskan melakukan pembatasan karena masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan adanya lonjakan kasus COVID-19 terjadi imbas libur panjang. Kebijakan PPKM juga diterapkan Indonesia mencegah dampak kasus Corona yang terus meningka pada fasilitas rumah sakit dan tenaga medis.
"Berat bagi saya untuk menyampaikan data ini, penambahan kasus positif harian per hari ini adalah yang tertinggi sejak awal pandemi, mencapai 9 ribu, bahkan angka ini meningkat hampir 500 hanya dalam waktu satu hari ini," kata Wiku di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).
Per Jumat (8/1/2021), Indonesia kembali mencatatkan rekor kasus baru COVID-19 dengan 10.617 sehingga total kasus menjadi 808.340 pasien sejak infeksi Corona menyebar.
Ada beberapa wilayah yang termasuk dalam daftar PPKM masuk dalam zona merah. Berikut datanya per 9 Januari.
Banten
- Tangerang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
DKI Jakarta
- Jakarta Utara
- Jakarta Selatan
- Jakarta Timur
DI Yogyakarta
- Bantul
- Gunung Kidul
- Sleman
- Kota Yogyakarta
Jawa Timur
- Blitar
- Ngawi
- Lamongan
Jawa Tengah
- Brebes
- Kota Surakarta
- Kota Salatiga
- Kota Pekalongan
- Rembang
- Semarang
Jawa Barat
- Cirebon
- Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Depok
- Kota Tasikmalaya
Bali
- Jembrana
- Tabanan
- Badung
- Gianyar
- Kota Denpasar
https://kamumovie28.com/movies/young-mothers-friend/
CDC Investigasi Laporan Kematian Nakes Usai Vaksinasi COVID-19
Otoritas kesehatan sedang menyelidiki kasus seorang dokter di Florida Selatan, Amerika Serikat, yang meninggal karena kondisi langka dua minggu setelah menerima dosis pertama vaksin virus Corona Pfizer.
Dikutip dari NBC, dr Gregory Michael, ahli kandungan di rumah sakit Mt. Sinai Medical Center selama lebih dari satu dekade, meninggal pada tanggal 3 Januari. Menurut istrinya Heidi Neckelmann, dia telah divaksinasi pada 18 Desember.
Meskipun saat ini tidak ada bukti medis atau ilmiah yang menunjukkan bahwa kematian Dr. Michael dipicu oleh vaksin, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sedang melakukan penyelidikan rutin atas insiden tersebut karena jangka waktu yang singkat antara kedua peristiwa tersebut.
"CDC, FDA, dan badan federal lainnya meninjau data pemantauan keamanan vaksin COVID-19 secara teratur dan menyajikan informasi ini kepada kelompok kerja ahli keamanan vaksin," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.
"CDC akan mengevaluasi situasi saat lebih banyak informasi tersedia dan memberikan pembaruan tepat waktu tentang apa yang diketahui dan tindakan yang diperlukan."
Neckelmann mengatakan bahwa dr Michael mulai mengalami gejala aneh beberapa hari setelah menerima dosis vaksin, termasuk bercak kecil di tangan dan kakinya.
Dia akhirnya dirawat di ICU dengan diagnosis Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), suatu kondisi langka di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang fragmen sel yang ditemukan dalam darah yang dikenal sebagai trombosit. Pada orang dewasa, ini bisa menjadi kronis.