Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Corona COVID-19 buatan Sinovac menunjukkan bahwa vaksin Sinovac tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya tidak halal.
"Itu akan diterbitkan oleh MUI, dalam ini kami juga berkoordinasi pertama saat bersama kami melakukan audit jadi ada juga auditor dari MUI untuk aspek halalnya," papar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual pada Jumat (8/1/2021).
"Kami pun juga memberikan data-data mutu dari vaksin COVID-19 ini yang menunjukkan tidak ada proses atau tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya mengandung yang tidak halal," tambahnya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama Penny juga mengatakan secepatnya akan mengeluarkan emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin Corona buatan Sinovac akan.
"Terakhir kami komunikasi, bahwa secepatnya kami memberikan EUA informasi rekomendasi akan kami infokan pada MUI dan segara MUI akan berproses dengan cepat sehingga sertifikasi halalnya itu akan juga dikeluarkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," lanjutnya.
Sebagai informasi tambahan, pada Selasa (5/1/2021) lalu, MUI mengatakan telah merampungkan audit lapangan vaksin Corona Sinovac dari Beijing dan Bandung. Rangkaian dokumen yang dibutuhkan juga telah diterima.
Seperti yang diketahui, sebanyak 3 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac telah diterima Indonesia. Saat ini vaksin tersebut masih dalam proses kajian kehalalan LPPOM MUI.
https://trimay98.com/movies/the-lady-in-the-car-with-glasses-and-a-gun/
Ada 17 Ribu Pasien COVID-19 di DKI, Terbanyak dari 25 Kelurahan Ini
Dalam beberapa pekan terakhir, penambahan kasus virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta kian melonjak. Saat ini, total pasien COVID-19 di ibu kota sudah mencapai 17.382 orang.
Berdasarkan data corona.jakarta.go.id pada Jumat (8/1/2021), 17.382 pasien tersebut tersebar di 265 dari 267 kelurahan di ibu kota.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia, menyampaikan dari 86 persen ruang isolasi di 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di ibu kota sudah terisi dan 78 persen ruang ICU juga sudah terisi.
"Total di 101 rumah sakit rujukan COVID di Jakarta terbaru per hari ini 2 Januari 2021 Ruang Isolasi kapasitas 7356 terisi 6330, sudah terisi 86 persen. Ruang ICU kapasitas 954 terisi 741, sudah terisi 78 persen," kata Dwi saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021).
Per 8 Januari 2021, ada 25 kelurahan di DKI Jakarta yang menjadi penyumbang pasien COVID-19 terbanyak di ibu kota. Berikut rinciannya, dikutip dari situs web corona.jakarta.go.id.
Cengkareng Barat (Jakarta Barat): 172 pasien
Lubang Buaya (Jakarta Timur): 169 pasien
Kapuk (Jakarta Barat ): 156 pasien
Pondok Kelapa (Jakarta Timur): 151 pasien
Jagakarsa (Jakarta Selatan): 146 pasien
Penggilingan (Jakarta Timur): 141 pasien
Pulo Gebang (Jakarta Timur): 139 pasien
Sunter Agung (Jakarta Utara): 132 pasien
Halim Perdana Kusumah (Jakarta Timur): 130 pasien
Meruya Selatan (Jakarta Selatan): 129 pasien
Pondok Bambu (Jakarta Timur): 126 pasien
Palmerah (Jakarta Barat): 125 pasien
Duren Sawit (Jakarta Timur): 124 pasien
Pondok Pinang (Jakarta Selatan): 123 pasien
Cipinang Muara (Jakarta Timur): 120 pasien
Cipinang (Jakarta Timur): 119 pasien
Cengkareng Timur (Jakarta Barat): 117 pasien
Duri Kosambi (Jakarta Barat): 113 pasien
Kelapa Gading Barat (Jakarta Utara): 113 pasien
Ciracas (Jakarta Timur): 111 pasien
Joglo (Jakarta Barat): 111 pasien
Kebon Jeruk (Jakarta Barat): 111 pasien
Kelapa Gading Timur (Jakarta Utara): 111 pasien
Jatinegara (Jakarta Timur): 107 pasien
Cibubur (Jakarta Timur): 106 pasien.