Jumat, 08 Januari 2021

BPOM Pastikan Izin Darurat Vaksin Sinovac Bisa Keluar Sebelum 13 Januari

 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari 2021. Vaksinasi COVID-19 rencananya akan dimulai pada tanggal tersebut dan Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin.

Menurut Penny, rencana tersebut sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan BPOM. Sejauh ini, evaluasi atau pemantauan vaksin Sinovac sudah melalui beberapa tahap atau rolling submission. Hal tersebut berkaitan dengan keamanan produksi, efikasi yang sejauh ini dilaporkan, hingga imunogenisitas atau terbentuknya antibodi pasca menerima vaksin Sinovac.


"Dengan adanya rolling submission dengan BPOM, yang bertahap, kan ditemukan keamanan sudah baik, efikasi yang bertahap dilaporkan juga dipantau, sudah kami dapatkan datanya," sebut Penny melalui konferensi pers di kanal YouTube Jumat (8/1/2021).


"Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021," tegasnya.


Penny juga menyebut data interim dari uji vaksin Sinovac sudah diberikan hari ini. BPOM sudah sampai pada tahap akhir pemantauan atau evaluasi vaksin Sinovac, sehingga EUA diharapkan bisa keluar secepatnya.


Hasil akhir uji vaksin Corona Sinovac di Brasil dan Turki juga disebutnya akan menjadi perhitungan BPOM dalam pengeluaran izin EUA vaksin Sinovac. Seperti diketahui, hasil efektivitas vaksin Sinovac di Brasil mencapai 78 persen, sementara di Turki lebih dari 90 persen.


Saat ditanyai soal kemungkinan EUA tak bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari, BPOM kembali menegaskan keyakinan EUA keluar sebelum jadwal vaksinasi COVID-19.


"Masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/my-girl-and-i/


Rekor 10 Ribu Kasus Harian! Ini Riwayat Perkembangan COVID-19 RI Sepekan Terakhir


 Selama 3 hari berturut-turut, Indonesia mencetak rekor baru penambahan kasus harian COVID-19. Hari ini, Jumat (8/1/2021) terjadi penambahan kasus konfirmasi baru tertinggi sebanyak 10.617 kasus.

Rekor tersebut menyebabkan akumulasi kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 808.340 kasus, dengan 666.883 pasien sembuh dan 23.753 pasien meninggal.


Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini tercatat sebanyak 66.619 spesimen. Sementara jumlah suspek yang tercatat pada hari ini sebanyak 69.121 orang.


DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus tertinggi yakni 2.959 kasus. Di posisi kedua Jawa Barat dengan 1.824 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 1.071 kasus.


Riwayat penambahan kasus dalam sepekan adalah sebagai berikut:

8 Januari 2021: Rekor Baru! 10.617 kasus dari 66.619

7 Januari 2021: 9.321 kasus dari 68.019 spesimen

6 Januari 2021: 8.854 kasus dari 67.908 spesimen

5 Januari 2021: 6.643 kasus dari 60.520 spesimen

4 Januari 2021: 6.753 kasus dari 45.868 spesimen

3 Januari 2021: 6.419 kasus dari 41.503 spesimen

2 Januari 2021: 7.582 kasus dari 33.530 spesimen

Detail penambahan kasus pada Jumat (8/1/2021) adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 10.617 menjadi 808.340


Pasien sembuh bertambah 7.446 menjadi 666.883


Pasien meninggal bertambah 233 menjadi 23.520


Sebelumnya pada Kamis (7/1/2021), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 797.723, sembuh 659.437, dan meninggal 23.520

https://trimay98.com/movies/my-girl/

Kata BPOM Soal Beda Hasil Uji Efektivitas Vaksin Sinovac Turki-Brasil

  Vaksin COVID-19 buatan Sinovac mendapat perhatian karena jadi vaksin Corona pertama yang rencananya digunakan di Indonesia. Vaksin akan mulai disuntikkan ketika mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menjelaskan EUA bisa diberikan setelah ada data uji klinis tingkat tiga yang menilai efikasi vaksin. Turki dan Brasil diketahui sudah melaporkan hasil uji klinis tersebut dengan data efikasi sekitar 78-91 persen.


Turki menyebut efikasi vaksin COVID-19 sinovac mencapai 91 persen, sementara Brasil menyebut efikasi vaksin COVID-19 Sinovac mencapai 78 persen.


Menurut Penny, perbedaan hasil uji nilai efikasi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor yang unik di tiap negara. Oleh karenanya hasil pengujian tidak bisa dibandingkan secara langsung.


"Perbedaan efikasi antara uji klinik vaksin yang berbeda-beda di setiap negara tidak bisa dibandingkan. Artinya karena dipengaruhi faktor perbedaan jumlah subjek, pemilihan populasi subjek, karakteristik subjek, dan kondisi lingkungan masing-masing," papar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual pada Jumat (8/1/2021).


"Namun yang terpenting, kalaupun ada perbedaan nilai efikasi, regulasi persyaratan dari WHO adalah lebih besar dari 50 persen efikasi telah terpenuhi," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/the-naked-truth/


BPOM Pastikan Izin Darurat Vaksin Sinovac Bisa Keluar Sebelum 13 Januari


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari 2021. Vaksinasi COVID-19 rencananya akan dimulai pada tanggal tersebut dan Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin.

Menurut Penny, rencana tersebut sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan BPOM. Sejauh ini, evaluasi atau pemantauan vaksin Sinovac sudah melalui beberapa tahap atau rolling submission. Hal tersebut berkaitan dengan keamanan produksi, efikasi yang sejauh ini dilaporkan, hingga imunogenisitas atau terbentuknya antibodi pasca menerima vaksin Sinovac.


"Dengan adanya rolling submission dengan BPOM, yang bertahap, kan ditemukan keamanan sudah baik, efikasi yang bertahap dilaporkan juga dipantau, sudah kami dapatkan datanya," sebut Penny melalui konferensi pers di kanal YouTube Jumat (8/1/2021).


"Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021," tegasnya.


Penny juga menyebut data interim dari uji vaksin Sinovac sudah diberikan hari ini. BPOM sudah sampai pada tahap akhir pemantauan atau evaluasi vaksin Sinovac, sehingga EUA diharapkan bisa keluar secepatnya.


Hasil akhir uji vaksin Corona Sinovac di Brasil dan Turki juga disebutnya akan menjadi perhitungan BPOM dalam pengeluaran izin EUA vaksin Sinovac. Seperti diketahui, hasil efektivitas vaksin Sinovac di Brasil mencapai 78 persen, sementara di Turki lebih dari 90 persen.


Saat ditanyai soal kemungkinan EUA tak bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari, BPOM kembali menegaskan keyakinan EUA keluar sebelum jadwal vaksinasi COVID-19.


"Masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/naked-the-lust/