Rabu, 06 Januari 2021

Amankan Slot Orbit 113 BT: Indosat Out, Anak Usaha Telkom In

 Indosat Ooredoo memutuskan mundur dengan tidak melakukan investasi di peluncuran satelit berikutnya pasca kegagalan satelit Nusantara Dua (Palapa N-1) yang gagal mencapai orbit April lalu.

Untuk mengamankan slot orbit 113 Bujur Timur (BT), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan anak perusahaan Telkom, yaitu Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).


Sebagai informasi, salah satu dampak kegagalan peluncuran Satelit Nusantara Dua adalah potensi penghapusan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT oleh International Telecommunication Union (ITU), karena Indonesia tidak dapat menempatkan satelit di slot orbit 113 BT dalam batas waktu yang ditetapkan.


Nusantara Dua yang gagal mengorbit, rencananya akan menggantikan satelit Palapa D yang berakhir masa operasinya pada tahun 2020.


Berkaitan dengan hal tersebut, Kominfo telah mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.

https://kamumovie28.com/movies/the-couples-sponsor/


Mempertimbangkan batas waktu yang telah diberikan ITU hingga 31 Desember 2024 tersebut, Kominfo mengambil sejumlah strategi untuk memastikan batas waktu tersebut dapat dipenuhi.


Langkah awal yang telah dilakukan, yaitu membentuk Tim Evaluasi untuk melakukan evaluasi terhadap rencana kelanjutan penggunaan slot orbit 113 BT oleh Indosat selaku pengguna filing satelit Indonesia di slot orbit itu.


"Berkaitan dengan hal itu, Indosat menyatakan tidak dalam posisi untuk kembali melakukan investasi meluncurkan satelit di masa akan datang, sehingga Indosat tidak akan melanjutkan penggunaan filing satelit pada slot orbit 113ºBT setelah masa operasi satelit Palapa D berakhir," ujar Kominfo dalam siaran persnya, Selasa (5/1/2021).


Sehubungan dengan hal tersebut, Kominfo telah mengirimkan surat kepada Indosat yang menyatakan hak penggunaan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT tidak diperpanjang setelah masa operasi satelit Palapa D berakhir.


Selanjutnya, Kominfo melakukan proses evaluasi terhadap calon pengguna baru filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Proses evaluasi itu bertujuan untuk mencari pengguna baru slot orbit 113 BT yang dinilai mampu untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024. Dalam proses evaluasi itu, dilakukan penilaian terhadap aspek finansial, regulator, teknis, dan bisnis dari para calon pengguna slot orbit 113 BT.


Berdasarkan proses evaluasi yang telah dilakukan tersebut, Kementerian Kominfo menetapkan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai pengguna baru filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. PT Telkom Satelit Indonesia merupakan anak perusahaan Telkom yang menangani urusan satelit.


Diberitakan sebelumnya, pada April lalu, satelit Nusantara Dua dipastikan gagal mencapai orbit setelah mengalami anomali ketika wahana tersebut meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Xichang, China, pada pukul 19.46 waktu setempat.


Saat proses peluncuran Nusantara Dua berjalan baik, namun terjadi anomali ketika memasuki tahapan pelepasan roket tingkat tiga. Sehingga, satelit yang awalnya menyandang nama Palapa Nusantara 1 atau Palapa-N1 itu tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.


Nusantara Dua diketahui diproyeksikan mengisi di slot orbit 113 derajat Bujur Timur (BT) yang akan dimanfaatkan Indosat Ooredoo sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia. Hal itu juga untuk mencapai visinya menjadi perusahaan digital terdepan di Indonesia.

https://kamumovie28.com/movies/the-handmaiden/

Isu Gojek Tokopedia Merger, Ini 5 Kabar Viral Merger Lainnya

 Isu merger Gojek dan Tokopedia mendadak viral hari ini. Berita ini ramai setelah media Bloomberg menuliskan rencana tersebut. Meski demikian, Gojek dan Tokopedia sama-sama menolak untuk mengomentari kabar yang beredar luas di masyarakat tentang itu.

Dirangkum detikINET, Selasa (5/1/2021) ini dia beberapa perusahaan yang sempat ramai dengan isu merger lainnya:

https://kamumovie28.com/movies/the-housemaid-3/


1. Isu Gojek dan Tokopedia merger

"Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar," begitu tanggapan Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, kepada detikINET, Selasa (5/1) ketika ditanya tentang isu tersebut. Begitu pula Tokopedia, pihaknya enggan berkomentar dengan alasannya yang sama.


Sebelumnya, Bloomberg memberitakan kalau Gojek dan Tokopedia dalam pembicaraan untuk merger. Mereka kabarnya telah menandatangani lembar persyaratan untuk menguji tuntas bisnis masing-masing.


"Kedua belah pihak melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang," ujar sumber yang menolak disebutkan namanya.


2. Rencana merger Indosat-Tri

Baru-baru ini Indosat Ooredoo dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara eksklusif untuk potensi menggabungkan bisnis telekomunikasi antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri).


"Sebagaimana diumumkan, induk perusahaan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), Ooredoo Group ("Ooredoo") telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang eksklusif dan tidak mengikat secara hukum dengan CK Hutchison Holdings Limited ("CK Hutchison") sehubungan dengan kemungkinan transaksi untuk menggabungkan bisnis masing-masing di Indonesia; PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia," demikian disampaikan Director and Chief Financial Officer Indosat Ooredoo, Eyas Naif Assaf dalam keterangan resminya, Senin (28/12/20).


3. Isu OVO dan Dana merger untuk lawan GoPay

Masih dari sumber Bloomberg, ada kabar yang menyatakan bahwa dua perusahaan teknologi finansial ini akan bergabung demi melawan GoPay yang ada di bawah naungan Gojek. Isu ini beredar Juni 2020.


Menurut sumber, penandatanganan perjanjian kedua pihak ditunda karena wabah virus Corona (COVID-19). Kesepakatan mereka mengenai syarat dan waktunya pun masih bisa berubah.


4. Isu Bukalapak dan Tokopedia merger

Sebelum dengan Gojek, Tokopedia dikabarkan akan bergabung dengan perusahaan Bukalapak. Tapi kabar ini langsung dibantah.


Tine E Effendy AVP of CSM BukaLapak mengatakan dalam live Instagram 'Bukalapak x Tokopedia' bahwa keduanya tidak berupaya untuk bergabung melainkan hanya sebagai bentuk kolaborasi bersama menyambut Hari Pelanggan Nasional.


"Ini sekalian untuk memberitahu sebenarnya apa sih yang terjadi, kami hanya sedang berkolaborasi," ucap Tine, Jumat (4/9/2020).


5. XL dan Axis merger

Kalau keduanya, sudah dipastikan telah bergabung. Perusahaan telekomunikasi XL Axiata telah menyelesaikan transaksi pembayaran sebesar USD 865 juta untuk akuisisi pada 19 Maret 2014.

https://kamumovie28.com/movies/the-housemaid-2/