Selasa, 05 Januari 2021

Menkes Budi Soal Kemungkinan Efek Samping Vaksin COVID-19: Pegal hingga Demam

 Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi COVID-19 kemungkinan akan menimbulkan sederet efek samping seperti pegal hingga demam. Hal ini disampaikan BGS dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi COVID-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.

"Arahan dari Bapak Presiden, karena kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit, jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada empat perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua," kata Menkes Budi.


Efek samping pasca vaksinasi menurutnya jadi hal penting yang harus diwaspadai. Menkes Budi juga meminta agar tenaga kesehatan tidak disuntik vaksin dalam satu waktu.


Dalam petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, dijelaskan bahwa vaksin Corona secara umum tidak menimbulkan efek samping, namun apabila terjadi biasanya hanya reaksi ringan.


Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain, di antaranya:


1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.


2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.


3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi,misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).


Untuk penanganan reaksi ringan lokal pasca vaksinasi seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis


Sementara untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

https://trimay98.com/movies/the-maid/


Top! Inggris Beri Vaksin Corona pada Pasien Dialisis Usia 82 Tahun


 Inggris mulai menyuntik warganya dengan vaksin AstraZeneca / Oxford COVID-19 pada hari Senin (4/1/2021). Otoritas kesehatan memilih Brian Pinker, pasien dialisis berusia 82 tahun untuk menerima dosis pertama vaksin Corona tersebut. Pinker disuntik di salah satu rumah sakit yang berjarak beberapa ratus meter dari tempat vaksin itu dikembangkan.

Pinker, seorang pensiunan manajer, memberikan penghormatan kepada para ilmuwan yang telah mengembangkan vaksin COVID-19. Ia mengatakan tak sabar merayakan ulang tahun pernikahannya.


"Saya sangat senang mendapat vaksin COVID hari ini dan sangat bangga karena vaksin itu dikembangkan di Oxford," katanya dalam pernyataan yang dirilis oleh lembaga layanan kesehatan, dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2021).


"Para perawat, dokter, dan staf hari ini semuanya brilian dan saya sekarang benar-benar menantikan untuk merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-48 dengan istri saya Shirley akhir tahun ini," lanjutnya.


Sam Foster, Kepala Keperawatan di Yayasan NHS Rumah Sakit Universitas Oxford, berbicara tentang kebanggaannya memberikan dosis pertama vaksin Oxford di luar uji klinis.


"Merupakan hak istimewa yang nyata untuk dapat memberikan Vaksin Oxford pertama di Rumah Sakit Churchill di sini di Oxford, hanya beberapa ratus meter dari tempat itu dikembangkan," katanya.


"Kami berharap dapat memvaksinasi lebih banyak pasien dan staf kesehatan dan perawatan."


Oxford-AstraZeneca telah berjanji untuk memasok ratusan juta dosis vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan untuk mengirimkan vaksin secara nirlaba ke negara-negara tersebut untuk jangka panjang.


Vaksin yang dikembangkan Oxford dinilai jauh lebih murah daripada vaksin lain yang telah disetujui dan, yang terpenting, akan jauh lebih mudah untuk diangkut dan didistribusikan di negara-negara berkembang daripada para pesaingnya karena tidak perlu disimpan pada suhu beku.

https://trimay98.com/movies/mrs-doubtfire/

Jokowi Disuntik Vaksin Corona 13 Januari, BPOM Usahakan Izin EUA Secepatnya

 Presiden Joko Widodo disebut akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Corona pada 13 Januari 2021, pekan depan. Hal ini diungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1) di Jakarta oleh Bapak Presiden," ujar BGS dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (5/1/2021).

Hal ini disampaikan BGS dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi COVID-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.


Budi Gunadi pun berharap vaksinasi COVID-19 nantinya bisa dilanjutkan dengan lancar pada tahap pertama penyuntikan pada tenaga kesehatan. Lantas kapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan izin emergency use of authorization (EUA)?


Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Lucia rizka Andalusia menjelaskan izin EUA diharapkan keluar secepatnya. Namun, ia belum memberikan detail tanggal berapa perkiraan izin penggunaaan darurat EUA vaksin Corona akan keluar.


"Iya pastinya kami upaya kan secepatnya setelah menerima data lengkap. Agar penyuntikan dapat segera diberikan," jelas Rizka saat dihubungi detikcom Selasa (5/1/2021).


Sementara itu, tim riset uji klinis vaksin Corona Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) sebelumnya menyebut hasil uji keamanan dan efikasi vaksin Corona Sinovac di Bandung akan diumumkan pada pekan ketiga Januari 2021. Pengumuman nantinya disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.


"(Diumumkan) tanggal 15 Januari oleh BPOM," kata Eddy Fadlyana, manajer tim riset Fakultas Kedokteran Unpad, melalui pesan singkat pada CNN Indonesia, Senin (4/1/2021).

https://trimay98.com/movies/putney-swope/


Menkes Budi Soal Kemungkinan Efek Samping Vaksin COVID-19: Pegal hingga Demam


 Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi COVID-19 kemungkinan akan menimbulkan sederet efek samping seperti pegal hingga demam. Hal ini disampaikan BGS dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi COVID-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.

"Arahan dari Bapak Presiden, karena kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit, jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada empat perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua," kata Menkes Budi.


Efek samping pasca vaksinasi menurutnya jadi hal penting yang harus diwaspadai. Menkes Budi juga meminta agar tenaga kesehatan tidak disuntik vaksin dalam satu waktu.


Dalam petunjuk teknis resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, dijelaskan bahwa vaksin Corona secara umum tidak menimbulkan efek samping, namun apabila terjadi biasanya hanya reaksi ringan.


Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain, di antaranya:


1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.


2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.


3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi,misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).


Untuk penanganan reaksi ringan lokal pasca vaksinasi seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis


Sementara untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

https://trimay98.com/movies/the-reckoning/