Selasa, 05 Januari 2021

Cara Mencegah Virus Corona Agar Tak Menular ke Mana-mana

  Cara mencegah virus Corona agar tidak menyebar ke mana-mana bisa dilakukan dari hal yang paling mudah, yaitu hidup bersih dan sehat. Ini adalah cara terbaik dalam mencegah penyebaran dan penularan virus Corona sebelum program vaksinasi di mulai.

Hingga Senin (4/1/2021), kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 772.103, dengan pasien sembuh yang terus bertambah menjadi 639.103 orang. Tetapi, pasien yang meninggal juga ikut bertambah tiap harinya hingga totalnya mencapai 22.911 orang.


Untuk mencegah bertambahnya jumlah kasus baru dan angka kematian, ada beberapa cara mencegah virus Corona yang bisa dilakukan. Berikut di antaranya, dirangkum dari berbagai sumber.


1. Pakai masker

Masker saat ini menjadi benda yang sangat penting bagi manusia yang berfungsi untuk melindungi diri, dari penyebaran virus Corona. Meski dulu masker hanya diwajibkan untuk yang sakit, kini masker menjadi salah satu cara mencegah virus Corona yang wajib digunakan setiap beraktivitas.


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut dari berbagai jenis masker, masker kain adalah jenis yag dianjurkan agar masyarakat bisa menghindari COVID-19 saat berada di tempat umum.

https://trimay98.com/movies/a-tale-of-three-sisters/


"Masker kain digunakan oleh masyarakat saat berada di tempat umum dan saat berinteraksi dengan orang lain," kata Prof Wiku beberapa waktu lalu.


2. Mencuci tangan

Cara mencegah virus Corona yang satu ini juga tak kalah mudahnya, karena biasa dilakukan sehari-hari yaitu mencuci tangan. Di beberapa kasus penularan virus Corona, diprediksi terjadi saat tangan menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi.


Setelah tangan menyentuh permukaan tersebut, virus Corona bisa berpindah dari tangan ke hidung atau mulut. Hal ini bisa menjadi salah satu cara penularan virus Corona.


Biasakan diri untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.


3. Tutup mulut saat bersin dan batuk

Seperti yang diketahui, virus Corona bisa menyebar lewat droplet yang keluar saat batuk ataupun bersin. Cara mencegah agar virus Corona tidak menyebar lewat jalur tersebut adalah menutup mulut dan hidung saat bersin maupun batuk.


Hal ini bertujuan agar kuman penyakit maupun virus yang mungkin ada di dalam tubuh tidak dengan mudah menyebar dan menular ke orang lain.


4. Jaga jarak

Cara mencegah virus Corona lainnya adalah dengan menerapkan social distancing atau jaga jarak dengan orang lain, setidaknya satu meter. Kenapa dengan jaga jarak?


Ini karena saat pasien COVID-19 batuk atau bersin, mereka akan mengeluarkan droplet dari hidung maupun mulut yang mengandung virus Corona. Jika jarak antara kamu dengan pasien dekat, bisa jadi virus itu berpindah dan menularkannya.


5. Istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi

Pasien yang terinfeksi virus Corona tidak semuanya akan terinfeksi parah dan berujung meninggal. Ada pasien yang berhasil sembuh karena memiliki kondisi imun dan mendapat layanan kesehatan yang baik.


Untuk menjaga imunitas tubuh tetap baik dan dalam kondisi prima, kamu harus cukup istirahat. Cara mencegah virus Corona ini juga bisa dilengkapi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

https://trimay98.com/movies/delicious-three-sisters/

Senin, 04 Januari 2021

Serius! Dilarang Makan Jengkol Sebelum Pakai Alat Tes Corona GeNose

 Alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose, bekerja dengan mendeteksi senyawa tertentu dari hembusan napas. Karenanya, makan jengkol sebelum tes bisa mengacaukan hasil pemeriksaan.

Ini disampaikan oleh Kuwat Triyana, profesor fisika yang juga ketua tim pengembang GeNose, dalam diskusi online baru-baru ini. Menurutnya, akan ada kemungkinan bau jengkol membuat pemeriksaan tidak akurat.


"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok," pesan Prof Kuwat.


"Orang-orang yang melanggar aturan itu, nggak jujur, biasanya ketemunya positif. Bukan negatif, positif. Ini menarik menurut saya, biar orang nggak main-main," tegasnya.


GeNose merupakan alat deteksi COVID-19 yang belakangan ini banyak dibicarakan. Tidak seperti tes pada umumnya yang mendeteksi antibodi dalam darah atau material virus dalam sampel lendir pernapasan, alat ini mendeteksi volatile organic compound (VOC) dalam napas pasien dengan sensor tertentu.


"Dengan sensor tersebut dengan pendekatan Artificial Intelligence (AI) akan dideteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan spesifik oleh pengidap covid-19," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, Senin (28/12/2020).


Ditegaskan, alat yang cukup praktis dan nyaman digunakan ini berfungsi untuk screening. Meski telah mendapat izin edar dari kemenkes, GeNose juga masih akan menjalani uji validasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

https://nonton08.com/movies/lethal-admirer/


Mirip-mirip, Ini Bedanya Gejala Sinusitis dan COVID-19


Pilek dan sakit kepala menjadi salah satu gejala umum COVID-19. Namun, gejala tersebut juga dapat terjadi pada penderita sinusitis.

Dokter pengobatan keluarga di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital dr Kavita Shanker-Patel mengungkapkan bahwa sinusitis atau rinosinusitis, umumnya dikenal sebagai infeksi sinus yang merupakan kondisi meradangnya rongga hidung dan sinus paranasal.


"Infeksi sinus biasanya berlangsung kurang dari empat minggu," jelasnya.


Dikutip dari Women's Health, berikut perbedaan gejala sinusitis dan COVID-19.


Penyebab dan gejala sinusitis

Penyebab paling umum infeksi sinus adalah virus. dr Shanker-Patel menjelaskan sekitar 0,5 hingga 2 persen infeksi sinus bisa menyebabkan rinosinusitis bakteri.


"Ini terjadi ketika bakteri menginfeksi rongga sinus yang meradang, dan paling sering terjadi sebagai komplikasi dari infeksi virus," jelasnya.


Gejalanya meliputi:


Hidung tersumbat

Sakit gigi dan bau mulut

Nyeri di wajah, khususnya di dekat sinus, saat membungkuk ke depan

Demam dan pusing

Kelelahan

Batuk

Kehilangan kemampuan mencium dan mendengarkan

Penyebab dan gejala COVID-19

Sementara itu, COVID-19 disebabkan karena infeksi virus Corona. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) merilis gejala utama COVID-19 meliputi batuk dan sesak napas.


"Virus COVID-19 juga diketahui bisa menghilangkan kemampuan mencium dan merasakan," ujar ahli otolaringologi di Mount Sinai dr Anthony Del Signore.


Perbedaan signifikan antara gejala sinusitis dan COVID-19 yaitu, penderita sinus hanya akan mengalami penyumbatan hidung, tekanan pada wajah atau telinga, maupun mengeluarkan lendir dari hidung tanpa mengalami nyeri, diare, mual, muntah, ruam, dan sesak napas.


"Banyak gejala yang sangat mirip, dan untuk alasan tersebut hal yang tepat adalah berbicara dengan tenaga medis jika mengalami gejala apapun," pungkas dr Shanker-Patel.


Kedua ahli itu sepakat bahwa jika memiliki gejala-gejala di atas, harus memeriksakan diri ke rumah sakit untuk memastikan kondisi yang sedang dialami. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tes di antaranya jika pernah berkontak langsung dengan seseorang yang sakit atau baru-baru ini melakukan perjalanan.


"Mempertimbangkan orang-orang yang pernah Anda kunjungi dan berencana untuk berada di sekitar Anda jika merasa tidak enak badan merupakan faktor pemeriksaan yang penting," tandas dr Del Signore.

https://nonton08.com/movies/savages/