Senin, 04 Januari 2021

Perlu Tahu! 6 Tipe Orgasme Wanita dan Cara Mendapatkannya

  Orgasme merupakan salah satu tujuan dalam berhubungan intim. Banyak wanita yang mengeluhkan sulit untuk mencapai orgasme. Namun tidak hanya posisi seks saja, orgasme juga memiliki beberapa tipe yang bisa dikenali

Setiap tipe orgasme dapat menghasilkan sensasi yang berbeda. Salah satunya nipple orgasm atau orgasme melalui stimulasi puting yang bisa menghasilkan gairah seksual yang meningkat.


Dikutip dari The Sun, berikut beberapa tipe orgasme dan cara mencapainya.


1. Orgasme klitoris

Orgasme klitoris adalah jenis orgasme yang paling umum dan mudah dicapai. Sensasi dimulai di klitoris dan mengirimkan gelombang kenikmatan ke seluruh tubuh.


Klitoris mungkin area tubuh wanita yang paling kaya saraf, semuanya dikemas menjadi sesuatu yang seukuran kacang polong. Bahkan stimulasi yang lembut di area klitoris sudah cukup membuat wanita orgasme.


2. Orgasme puting

Stimulasi puting melibatkan pusat kesenangan yang sama dengan klitoris. Sementara, rangsangan pada klitoris dan puting pada saat yang sama dapat memiliki efek yang luar biasa. Bagi beberapa wanita yang beruntung, orgasme dapat dicapai pada rangsangan puting saja.


3. Orgasme g-spot

Pada area inilah orgasme dimulai. G-spot terletak dua hingga tiga inci di dalam vagina yang mengandung sejumlah ujung saraf untuk sensasi kenikmatan dan kesenangan.


Untuk membantu mencapainya, gunakan gerakan melingkar saat berhubungan seksual. Lakukan penetrasi dari belakang atau kaitkan jari dengan lembut pada pasangan selama 20-25 menit.


4. Orgasme uretra

Terkadang dikenal sebagai U-spot, ini adalah area kecil jaringan sensitif tepat di atas dan di kedua sisi lubang uretra. Membelai dengan lembut area dengan jari, seperti yang dilakukan dengan klitoris, dapat menciptakan orgasme yang kuat.


5. Orgasme a-spot

Terletak jauh di dalam vagina sekitar 10-12 cm, A-spot ditemukan di dinding yang sama dengan G-spot. Setelah orgasme, A-spot dapat dengan cepat menjadi peka untuk menciptakan orgasme kedua dan mungkin orgasme ganda.

Posisi misionaris dengan pria yang melakukan dorongan pendek adalah cara terbaik untuk mencapai tipe orgasme ini.


6. Orgasme vaginal

Orgasme ini dapat dicapai dengan penetrasi saja dan merupakan jenis orgasme yang langka tetapi menghasilkan sensasi yang lebih dalam. Untuk mencapai orgasme ini, membutuhkan waktu lama untuk mencapainya dan membutuhkan relaksasi total tetapi banyak wanita mengatakan bahwa mereka puas dan sepadan dengan prosesnya.

https://nonton08.com/movies/wet-dreams/


Fakta-fakta Kebiri Kimia yang PP-nya Resmi Diteken Jokowi


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk Predator Seksual. PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak ditandatangani Presiden Jokowi pada 7 Desember 2020.

Regulasi tersebut diperuntukkan bagi pelaku kekerasan seksual, pencabulan, maupun tindakan ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Hukuman bagi predator seksual anak adalah tindakan kebiri kimia yang sebelumnya telah melalui tahapan klinis, kesimpulan, hingga pelaksanannya.


Lantas, apa itu kebiri kimia?


Dikutip dari The Sun, kebiri kimia atau chemical castration adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menekan dorongan seksual dan menghentikannya datang kembali.

Kebiri kimia menggunakan obat-obatan anafrodisiak untuk menurunkan hasrat seksual dan libido, dalam jangka waktu minimal selama tiga sampai lima tahun.


Kebiri kimia telah diuji coba di Swedia, Denmark dan Kanada. Sementara itu, Skandinavia menunjukkan bukti bahwa tindakan ini dapat menekan terjadinya kasus kembali dari 40 persen menjadi lima persen. Namun di banyak tempat, kebiri kimia masih menjadi kontroversi.


Kebiri kimia berbeda dengan kebiri melalui pembedahan yang melibatkan pengangkatan alat kelamin, dan sterilisasi dalam perawatan secara berkala. NCBI mencatat efek samping yang parah pada orang yang dikebiri kimia.


Kebiri kimiawi umumnya dilakukan dengan menyuntikkan obat setiap tiga bulan sekali, dan beberapa obat yang disuntikkan selama setahun. Leuprorelin adalah salah satu obat kebiri kimia yang digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau dorongan seksual yang mengganggu, sadisme atau kecenderungan seksual berbahaya lainnya.


Obat lain yang digunakan dalam kebiri kimia meliputi medroxyprogesterone acetate, cyproterone acetate, dan Luteinizing Hormone-Releasing Hormon (LHRH) sebagai obat untuk mengurangi kadar testosteron dan estradiol atau hormon estrogen pria. Pada pria, estrogen memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang, fungsi otak, dan proses kardiovaskular.

https://nonton08.com/movies/wet-dream/

10 Fakta 'Disease X' yang Diprediksi Jadi Pandemi Seperti COVID-19

  Ilmuwan memprediksi bahwa akan ada pandemi lain yang muncul setelah COVID-19. Berbagai penyakit menular yang saat ini disebut 'Disease X' mungkin bermunculan seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari The Straight Times, Profesor emeritus dari University of Arizona, Dr Kenneth Iserson mengungkap prediksinya mengenai potensi penyebaran penyakit menular menjadi 'Disease X'.


"Ada kemungkinan penyakit menular tak dikenal lainnya sudah bersirkulasi dan bisa memberikan implikasi dahsyat," jelas Dr Iserson.


Berikut fakta-fakta 'Disease X' yang dikutip dari Goody Feed.


1. Masih berupa hipotesis

'Disease X' merupakan epidemi yang masih menjadi hipotesis para ilmuwan dan diprediksi sangat mungkin menimpa manusia di masa mendatang. Kondisi itu termasuk dalam cetak biru daftar penyakit prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Daftar penyakit itu ditinjau setiap tahun untuk mengidentifikasi 10 virus yang berisiko pada kesehatan global serius. Penyakit-penyakit tersebut diprioritaskan dalam penelitian dan pengembangan sebagai tindakan pencegahan.


2. Merupakan penyakit infeksi emerging (PIE)

PEI adalah penyakit menular yang kasusnya meningkat dalam 20 tahun terakhir. Secara keseluruhan, kondisi itu menyumbang 12 persen dari patogen manusia.


PEI dapat menyebar dan menjadi pandemi besar seperti COVID-19, hanya dengan satu virus yang mampu ditularkan secara signifikan antar manusia. 'Disease X' dapat muncul dan manusia mungkin akan kesulitan menanganinya karena tindakan pencegahan yang masih terbatas.


3. Dibuat sejak Februari 2018

Pada Februari 2018, para ahli berkumpul di Jenewa, Swiss untuk mendiskusikan cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan. Selama pertemuan tersebut, 'Disease X' dimasukan dalam daftar ancaman kesehatan prioritas utama, setara dengan virus Ebola, Zika, demam Lassa, dan SARS.


4. Disebabkan oleh patogen X

EcoHealth Alliance, yang mempelajari ancaman virus zoonosis yang belum ditemukan sebagai bagian dari Global Virome Project (GVP), menulis di situs web mereka bahwa sumber virus tidak dapat diprediksi. Perubahan iklim menjadi faktor yang menyulitkan, apalagi jika virus mematikan muncul saat mencairnya lapisan tanah beku setelah ribuan tahun.


5. Sebagai bahan penelitian

Menurut WHO, 'Disease X' mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius dapat disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui penyebabnya. Cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan berupaya untuk mempersiapkan diri menghadapi 'Disease X' yang tidak diketahui.

https://nonton08.com/movies/the-erotic-adventures-of-aladdin-x/


6. Membantu peneliti merencanakan masa yang akan datang

Ilmuwan pertama kali membuat cetak biru litbang pada 2016. Hal ini sebagai upaya mengatasi kesenjangan antara wabah pandemi dan kesiapan global.


Kajiannya dapat membantu meminimalisir permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang telah dialami selama pandemi COVID-19.


Bisa dibilang, COVID-19 adalah Disease X yang pertama. Simak selengkapnya di halaman berikut.


7. COVID-19 juga merupakan 'Disease X'

Saat forum di Jenawa, para ilmuwan memprediksi 'Disease X' berasal dari hewan, dan muncul dari tempat yang perkembangan ekonominya beriringan antara manusia dan satwa liar.

Ilmuan juga sebelumnya memprediksi mudahnya virus menyebar seperti flu musiman tetapi jauh lebih mematikan. Pandemi COVID-19 saat ini mungkin dapat dikategorikan sebagai 'Disease X' yang pertama.


8. Lebih berbahaya dari COVID-19

'Disease X' mungkin lebih mematikan daripada COVID-19, sangat menular dan bermutasi dengan cepat.


"Cara penularannya tidak diketahui pada awalnya, begitu pula gambaran gejala atau tingkat keparahannya," ujar profesor sekaligus wakil dekan penelitian di

Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore, Alex Cook.


9. Ada kandidat potensial 'Disease X'

Banyak ahli percaya 'Disease X' berasal dari penularan zoonosis, yang penularan virusnya dari hewan ke manusia. Ini adalah proses alami yang berpotensi cepat karena kegiatan ekonomi melalui kontak hewan dan manusia.


Pada September 2019, Public Health England (PHE) menyatakan bahwa 'Disease X' dapat bermanifestasi ke bentuk infeksi bakteri dengan peningkatan resistensi antibiotik.


10. Menginspirasi cerita fiksi 'Disease X'

Ada buku fiksi yang menulis tentang 'Disease X' yang ditulis Shannon C. Burdette berjudul Disease X by N. J. Croft and Disease X: The Outbreak. Buku ini menarik untuk dibaca karena menyajikan interpretasi penulis tentang epidemi mematikan.

https://nonton08.com/movies/all-or-nothing/