Senin, 04 Januari 2021

Susun Kebijakan Dongkrak Sektor Perumahan Usai Pandemi, Ini Arahan Basuki

 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sedang menyusun kebijakan turunan UU Cipta Kerja, salah satunya tentang sektor perumahan rakyat. Dia mengaku selalu berkoordinasi dengan semua stakeholder dan asosiasi dalam setiap pembuatan kebijakannya.

"Saya kira tidak ada satu pun policy (kebijakan) dari Kementerian PUPR termasuk di bidang properti yang tidak berkoordinasi dengan stakeholder dan asosiasi," kata Basuki dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Rabu (30/12/2020).


Dengan begitu diharapkan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan dapat diimplementasikan di lapangan.


"Pertanyaan pertama saya soal kebijakan yang dibuat adalah apakah ini sudah dibahas atau belum dengan REI (Realestat Indonesia) dan asosiasi perumahan lainnya? Karena kalau belum, maka percuma saja kami keluarkan kebijakan kalau nantinya tidak bisa dilaksanakan," ucap Basuki.


Basuki memberi arahan agar kebijakan bisa diimplementasikan di lapangan, setiap rencana harus didiskusikan dengan asosiasi. Termasuk kebijakan yang berkaitan dengan peraturan turunan UU Cipta Kerja, dia meyakini sudah dikomunikasikan sehingga berbagai hambatan dalam pelaksanaannya dapat diantisipasi.


"Soal hunian berimbang misalnya, tadi seperti arahan dari Pak Sofyan Djalil (Menteri ATR/BPN), bisa dilakukan tidak dalam satu hamparan. Bahkan setelah didiskusikan lagi bisa dalam satu provinsi atau kabupaten/kota, atau dikonversikan menjadi rumah susun (rusun)," imbuhnya.

https://nonton08.com/movies/hideous-kinky/


Hal-hal seperti inilah, yang menurut Basuki perlu disepakati bersama sebelum nantinya dibawa ke Kemenko Perekonomian untuk diatur dalam RPP, Ranperpres dan sebagainya. Dengan begitu, saat regulasinya selesai bisa segera dijalankan.


Dia percaya bahwa UU Cipta Kerja bisa memberikan kemudahan perizinan berusaha dan membuka lapangan kerja. Namun di sisi lain, sebagai regulator pemerintah disebut harus tetap memperlihatkan dukungan perlindungan kepada konsumen.


Hal itu disampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui Sektor Perumahan'. Hadir pula dalam FGD Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, dan Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida.


Merespons pernyataan Basuki itu, Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI bidang Regulasi dan Investasi, MT Junaedy menyambut baik komitmen Menteri PUPR tersebut dan REI bersama asosiasi di bidang properti lainnya selalu siap untuk diajak berkoordinasi dan mencari solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada.


"Pernyataan itu sangat melegakan sekali, dan komitmen ini menjadi pegangan bagi semua stakeholder termasuk dari asosiasi properti dan perumahan. Kami tentu berharap komitmen ini juga dipegang oleh seluruh perangkat kerja di Kementerian PUPR dalam pembuatan setiap kebijakan," ungkap Junaedy.


Menurut dia, REI sangat mendukung adanya kemudahan usaha dengan tetap menjaga etika berbisnis termasuk pentingnya menjaga perlindungan konsumen.


Bahkan di dalam kepengurusan DPP REI saat ini ada Waketum yang khusus membidangi advokasi dan perlindungan konsumen. Selain itu, secara rutin dalam empat tahun terakhir ini REI secara intensif menyelenggarakan diklat bagi anggota di seluruh daerah yang melibatkan PUPR, perbankan, dan stakeholder lainnya.


"Kami sependapat bahwa perlu pembenahan bersama dari semua sisi, sehingga UUCK dan aturan turunannya ini diharapkan menjadi penyeimbang atas kondisi yang ada sehingga kemudahan berusaha yang didapat tetap menjaga etika berbisnis," tegas Junaedy.

https://nonton08.com/movies/antibodies/

Proyek Konstruksi cs Wajib Pakai Produk Lokal Bisa Kebut Pemulihan Ekonomi

 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mau mewajibkan penggunaan produk dalam negeri dalam proyek konstruksi dan properti. Dengan belanja produk dalam negeri dan menekan impor, pemulihan ekonomi bisa dikebut.

Wakil Ketua DPR Koordinator Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menilai langkah yang dilakukan Basuki tepat demi memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi. Langkah ini, katanya perlu juga diikuti oleh kementerian lain.


"Kebijakan Menteri PUPR sangat strategis bagi upaya pemulihan ekonomi sehingga perlu diikuti kementerian lain. Langkah ini harus mendapat dukungan penuh, termasuk oleh Lembaga Kebijakan Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP agar daya ungkit APBN terhadap pemulihan ekonomi nasional menjadi lebih bertenaga," kata Rachmat Gobel, Senin (4/1/2020).

https://kamumovie28.com/movies/hidden-camera-basic-instinct/


Pada September 2019 lalu, DPR telah menyetujui pengesahan APBN 2021 dengan total belanja negara sebesar Rp 2.750 triliun. Secara keseluruhan belanja kementerian dan lembaga pada 2021 mencapai Rp 1.032 triliun atau sekitar 37,5% dari total belanja negara. Alokasi ini mengalami peningkatan 23,3% dibandingkan APBN 2020 sebesar Rp 836,4 triliun.


Rachmat menyebut, anggaran tersebut bisa dipergunakan dengan optimal untuk belanja produk dalam negeri.


"Belanja kementerian dan lembaga harus bisa digunakan semaksimal mungkin untuk membeli produk dalam negeri agar memberi dampak yang optimal bagi pemulihan ekonomi. Jangan lagi terjadi belanja negara lebih banyak dimanfaatkan untuk membeli produk impor yang hanya menguntungkan negara lain," ujarnya


Rachmat menyatakan, kewajiban penggunaan produk lokal akan mempunyai multiplier effect yang besar terhadap perekonomian dan industri nasional. Tidak hanya akan menghemat penggunaan devisa, sekaligus menggerakkan industri manufaktur sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan mengurangi tekanan terhadap pengganguran.


Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melarang penggunaan barang impor untuk seluruh proyek properti dan konstruksi di bawah Kementerian PUPR. Ia menegaskan, belanja barang dari APBN untuk proyek properti dan konstruksi harus menggunakan produk lokal.


"Produk lokal ini harus. Tidak hanya untuk perumahan, tapi semua konstruksi, terutama yang ada di bawah Kementerian PUPR sesuai arahan Bapak Presiden. Kalau tahun sebelumnya kita memprioritaskan produksi dalam negeri, tapi tahun 2021 ini tagline-nya adalah tidak boleh impor," tegas Basuki dalam diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan beberapa waktu lalu.


Basuki mengatakan, program ini berbeda dengan tahun 2020. Pasalnya, penggunaan produk lokal bukan hanya prioritas, tapi memang harus. Sehingga, apabila ada barang yang hanya ada di luar negeri, maka pemerintah akan mencari cara bagaimana barang itu juga bisa diproduksi di Indonesia.


"Jadi beda, yang kemarin adalah memprioritaskan produk dalam negeri, tapi 2021 belanja barang tidak boleh impor. Karena kita ingin membuka lapangan kerja. Kalau tidak bisa diproduksi dalam negeri, pabriknya harus ada di dalam negeri," kata Basuki.

https://kamumovie28.com/movies/your-sisters-sister/